Agus Supriadi Laporkan KPU Garut ke Polisi dan Panwaslu

Agus Supriadi/RANI UMMI FADILA/PR
AGUS Supriadi keluar dari salah satu ruangan di Polres Garut, Senin 12 Februari 2018. Agus melaporkan KPU Kabupaten Garut ke kepolisian atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pilkada.*

GARUT, (PR).- Agus Supriadi dan Imas Aan Ubudiyah bersama tim pengusungnya melaporkan KPU Kabupaten Garut ke polisi. KPU Garut dinilai menyalahi Undang-Undang Pilkada karena menyatakan salah satu syarat calon bupati Agus Supriadi tidak ada, yakni surat keterangan dari balai pemasyarakatan.

Agus dan Imas tiba di Polres Garut sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung melaporkan kasusnya pada aparat kepolisian di Mapolres Garut. Hanya sekitar 15 menit Agus berada di Polres Garut. Namun, usai melaporkan kasusnya, Agus enggan memberikan penjelasan sama sekali kepada wartawan tentang isi laporannya.

Wakil Sekrataris DPC Demokrat Garut, Budi Rahadian, mengatakan bahwa Agus dan partai pengusung melaporkan KPU Kabupaten Garut atas dugaan pelanggaran Pasal 180 Undang-undang tentang Pilkada. Dugaan pelanggaran itu yakni menyatakan salah satu syarat calon bupati dari Agus Supriadi tidak ada.

Syarat yang dimaksud adalah surat keterangan bahwa Agus Supriadi telah selesai menjalani pembebasan bersyarat dari balai pemasyarakatan. Tim Agus mengklaim, surat dari Bapas Garut sudah ada. Namun, memang surat tersebut menyatakan bahwa pembuatan surat keterangan telah menjalani pembebasan bersyarat masih berproses.

Pertanyakan calon lain

Agus merupakan mantan narapidana kasus korupsi. Ia ditangkap KPK atas kasus korupsi saat menjabat sebagai bupati garut, beberapa tahun lalu.

"Ini terkait Pasal 180 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang pilkada. Di situ disebut pejabat yang menghalangi menghilangkan dokumen yang berakibat menghalangi pencalonan ada sanksi pidana," ucap Budi di Polres Garut, Senin 12 Februari 2018.

Budi pun mempertanyakan keputusan KPU Kabupaten Garut yang meloloskan bakal calon lain, yaitu Iman Alirahman-Dedi Hasan Bahtiar. Padahal, sepengetahuan Budi, pasangan tersebut juga masih berproses dalam hal pengunduran diri sebagai pegawai negeri sipil dan anggota DPRD Jawa Barat. 

Setelah melapor ke Polres Garut, Agus dan timnya mengajukan gugatan ke kantor Panwaslu Kabupaten Garut. Ia menggugat keputusan KPU Kabupaten Garut tentang penetapan calon bupati Garut. Dalam rapat pleno penetapan calon bupati Garut, pasangan Agus Supriadi-Imas Aan Ubudiyah tidak ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati Garut.***

Baca Juga

Bapas Garut: Agus Supriadi Belum Lunasi Uang Pengganti

GARUT, (PR).- Balai Pemasyarakatan (Bapas) Garut buka suara tentang belum keluarnya surat pengakhiran masa bimbingan untuk Agus Supriadi yang menyebabkan Agus gagal maju dalam Pilbup Garut 2018.