Nikah Massal Persatukan Saniah dan Musrimon

Nikah Massal/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
SANIAH (kiri) menerima mahar dari suaminya Musrimon, seusai mengucapkan ijab kabul di Gedung Islmic Center Yasika Mazalat Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 9 Februari 2018. Sebanyak 32 pasangan menikah melalui program nikah massal yang digelar Pemkab Tasikmalaya.*

USIA Renta tak menggentarkan niat Saniah (70) dan Musrimon (60) untuk menjalin kasih. Pasangan asal Desa Sabelit, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya ini pun akhirnya  bisa dipersatukan dalam mahligai pernikahan setelah mengikuti program nikah massal yang digelar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 9 Februari 2018.  

Dalam balutan pakaian serba putih dengan kerudung hijau , Saniah yang 10 tahun lebih tua dari calon suaminya Musrimon, keduanya mengucapkan janji suci di depan penghulu bermaharkan seperangkat alat salat yang disediakan Pemkab Tasikmalaya. 

Pertemuan mempelai wanita Saniah dan mempelai pria, Musrimon  terbilang unik. Saniah yang telah memiliki 4 cucu dan dua anak ini pertama kali berjumpa dengan Musrimon di pematang sawah.  Setelah menjalin komunikasi selama tiga bulan, Saniah dan Musrimon sepakat untuk saling mengikat janji sehidup semati melalui pernikahan resmi.

Bagi Saniah, ini pernikahan ketiganya. Saniah menjanda setelah ditinggal wafat oleh dua mantan suaminya. Sementara bagi Musrimon, pernikahan dengan Saniah adalah kali keduanya.

“Ya ingin saja di hari tua ada yang menemani,  untungnya ada nikah massal, jadi sama anak diikutkan,” ucap Saniah malu-malu.

Saniah dan Musrimon adalah satu dari 32 pasangan yang turut serta dalam program nikah massal yang digelar Pemkab Tasikmalaya.  Bertempat di Gedung Islamic Center Yasika Mazalat Kabupaten Tasikmalaya, pasangan dari berbagai kecamatan ini mendapatkan kemudahan untuk melaksanakan akad nikah secara gratis.

Musim pernikahan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Agus  Abdul Kholik mengatakan, sebenarnya kuota nikah massal Pemkab Tasikmalaya mencapai 100 pasangan. Kendati demikian, bulan Februari ini merupakan bulan musim pernikahan, sehingga  hanya mampu terkumpul 32 pasangan.

“Pemkab bantu masyarakat yang masuk kategori kurang mampu. 

Mayoritas yang ikut pasangan  yang baru melaksanakan pernikahan,” ucap Agus.

Menurut Agus, melalui pernikahan massal tersebut, para calon pengantin tidak perlu membayar biaya pernikahan di luar kantor. Secara ketentua dalam PP 48, setiappasangan yang ingin menggelar pernikahan di luar kantor dikenakan biaya administrasi Rp 600.000.

“Semua dibiayai oleh Pemkab Tasikmalaya. Namun, kalau ada yang mau menikah di KUA masing-masing, biayanya nol rupiah,” ucap Agus.

Menurut Agus, momen nikah massal cukup dinanti oleh pasangan yang belum siap secara finansial namun sudah memiliki keinginan untuk menghalalkan hubungan mereka.  Agus pun berharap Pemkab Tasikmalaya bisa mengagendakan secara rutin kegiatan tersebut, sehingga dapat membantu pasangan dari keluarga kurang mampu.

“Pesertanya nikah massal ini juga sudah enak, selain dapat baju pengantin, mas kawin, disediakan juga dana akomodasi. Jadi kalau  ada yang sudah siap menikah, sementara biaya nikah belum siap, silakan tunggu momen nikah massal,” kata  Agus.

Sementara itu, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum berharap pernikahan massal yang digelar Pemkab Tasikmalaya bisa memberikan spirit bagi pasangan yang sebelumnya siap menikah namun tidak memiliki cukup uang.  Uu pun mengharapkan para pasangan yang menikah pada ajang nikah massal ini bisa membina rumah tangga dan memberikan kebahaagiaan dunia akhirat.

“Jangan ada yang menyesal atas pernikahan ini. Kuncinya harus saling pengertian, dan saling menghormati. Saya doakan mudah-mudahan segera diberi keturunan. Uang yang tadinya dipersiapkan untuk modal nikah bisa digunakan untuk modal usaha,” kata Uu.***

Baca Juga

Pengalihan Arus ke Selatan, Jalur Singaparna Padat

SINGAPARNA, (PR).- Kepadatan arus lalu lintas para pebalik dari pusat Kota Tasikmalaya menuju Singaparna terpantau di jalur Singaparna-Garut, memasuki H+4 Lebaran, Selasa 19 Juni 2018.

Mampir ke Curug Badak untuk Melepas Penat Kemacetan

BAGI pemudik atau pebalik yang terjebak macet di kawasan Tasikmalaya khususnya di jalur Rajapolah, atau Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, ada baiknya bisa beristirahat sejenak di Curug Badak, di Kampung Setiamulya, Desa Sukasetia, Kecamatan