Jalur Kereta Bogor-Sukabumi Ditutup Sepekan

Jalur Kereta Bogor-Sukabumi/HILMI ABDUL HALIM/PR*
PERBAIKAN jalur kereta Bogor-Sukabumi meliputi beberapa hal seperti pengerukan, pemadatan tanah, membangun turap atau tembok penahan hingga pemasangan bantalan rel sepanjang 40 meter. PT KAI menargetkan pekerjaan selesai pada 14 Februari 2018.*

CIBINONG, (PR).- PT Kereta Api Indonesia menargetkan perbaikan jalur kereta Bogor-Sukabumi rampung selama sepekan ke depan. Operasional kereta api terhenti sejak bencana longsor merusak rel di wilayah Desa Warung Menteng Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor beberapa hari lalu.

Senior Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasional I Jakarta Edi Kuswoyo, mengatakan pengerjaan dimulai sejak Rabu, 7 Februari 2018, siang. Pada hari yang sama, petugas gabungan mengakhiri proses pencarian korban setelah menemukan seluruh korban berjumlah lima jenazah.

"Kita bekerja keras agar (perbaikan jalur kereta Bogor-Sukabumi yang rusak) bisa cepat selesai," kata Edi, Kamis, 8 Februari 2018. Dia mengatakan pekerjaan tersebut dibantu sejumlah alat berat dan peralatan otomatis lainnya. Perbaikan juga mengerahkan sejumlah pekerja ahli di bidang terkait.

Untuk memaksimalkan pekerja sesuai target yang telah ditentukan, pihak perusahaan mengerjakan perbaikan tersebut selama 24 jam nonstop. Para pekerja dibagi dalam dua shift untuk bekerja secara bergantian.

Sementara bahan bangunan untuk perbaikan tersebut telah disediakan di dekat lokasi sesaat setelah longsor terjadi. Sehingga, pekerja bisa langsung memulai pekerjaannya setelah pencarian korban resmi ditutup Rabu pagi.

Lebih lanjut, Edi menjelaskan perbaikan jalur kereta Bogor-Sukabumi meliputi beberapa hal. Di antaranya, pengerukan dan pemadatan tanah, membangun turap atau tembok penahan hingga pemasangan bantalan rel sepanjang 40 meter. Edi menargetkan pekerjaan selesai pada 14 Februari 2018. Sehingga bisa kembali dilalui rangkaian kereta api.

Berdasarkan pemantauannya, longsor membuat tanah penyangga rel kereta api ambles sedalam 20 meter. Kerusakan mengakibatkan seluruh perjalanan kereta api penumpang dan barang jurusan Bogor-Sukabumi dan sebaliknya dihentikan sampai sekarang.

Selain itu, material longsor juga menimpa tiga unit rumah dan menewaskan lima orang dan melukai tujuh orang lainnya. Edi menegaskan penanganan para korban bukan menjadi kewenangan perusahaannya. Soalnya bangunan yang terdampak merupakan bangunan ilegal di atas tanah milik PT KAI.

35 Titik Rawan

Menurut pemantauan Senior Manager Jalan dan Rel, Sukamto, terdapat 35 titik rawan longsor di sepanjang jalur kereta Bogor-Sukabumi. Lokasi yang paling rawan longsor berada di antara Stasiun Maseng dan Stasiun Cicurug.

Sukamto beralasan, lokasi yang dilintasi rel kereta api berada di antara aliran Sungai Cisadane dan perbukitan. "Warga yang tinggal di sekitar jalur perlintasan kereta api diimbau menghindari daerah pengawasan jalan. Soalnya, di jalur Sukabumi-Bogor ini adalah daerah yang rawan longsor‎‎," katanya.

Longsor yang terjadi di kawasan Puncak pada hari yang sama juga membuat kepolisian menutup Jalur Puncak selama 10 hari atau lebih. Pemerintah Kabupaten Bogor masih mengkaji dampak penutupan tersebut terhadap perekonomian masyarakat khususnya yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Bupati Bogor Nurhayanti mendorong para pedagang kaki lima di sepanjang Jalur Puncak segera mengosongkan lapak mereka. "Sesuai instruksi Pak Menteri (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat), bangunan-bangunan tersebut rawan terkena longsor jadi harus direlokasi," katanya.

Sejumlah organisasi perangkat daerah terkait melakukan rapat pengkajian tersebut, Kamis sore. Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan dari pihak-pihak tersebut, terkait upaya pemerintah daerah setempat setelah masa tanggap darurat bencana di Kawasan Puncak.***

Baca Juga

DPR Ragukan Validasi KTP

CIBINONG, (PR).- Dewan Perwakilan Rakyat meragukan validasi data pada Kartu Tanda Penduduk elektronik.

Relokasi PKL Dewi Sartika Tunggu Waktu

BOGOR, (PR).- Rencana relokasi 366 Pedagang Kaki Lima di Jalan Dewi Sartika ke dalam Pasar Kebon Kembang Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, semakin dekat.

Korban Keracunan Tutut di Bogor Bertambah Jadi 89 orang

BOGOR, (PR).- Korban keracunan tutut (keong sawah) di Kota Bogor terus bertambah menjadi 89 orang hingga Minggu 27 Mei 2018. Pemerintah daerah setempat menetapkan Kejadian Luar Biasa untuk meningkatkan penanganan kasus tersebut.

13.990 KTP Mulai Dicetak di Kota Bogor

BOGOR, (PR).- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor mulai mencetak 13.990 Kartu Tanda Penduduk elektronik pekan ini. Proses pencetakan sempat terhenti karena kehabisan tinta selama hampir tiga bulan terakhir.