Polisi Amankan Ibu Penyiksa Anak Tiri

Siksa Anak Tiri/YUDUF ADJI/PR
KAPOLRES Subang, Muhammad Joni, tengah menanyai MB, tersangka yang sering menyiksa anak tirinya di Mapolres Subang, Senin 22 Januari 2018. Akibat perbuatan MB, pada tubuh anak tirinya terdapat banyak bekas luka.*

SUBANG, (PR).- Setelah sempat kabur, MB seorang ibu yang diduga sering menyiksa anak tirinya ditangkap petugas Polsek Sagalaherang, Subang. Anak tiri yang sering disiksanya itu masih berusia 7 tahun dan masih duduk di kelas I SD. 

Akibat penyiksaan itu, sang anak mengalami luka-luka pada bagian tubuhnya seperti bagian kepala, telinga, kemaluan, punggung, dan perut.

Kapolres Subang, Muhammad Joni, didampingi Kasat Reskrim Polres Subang Moc. Ilyas Rustiandi dan Kapolsek Sagala Herang Darmono, memberikan keterangan resmi terkait kasus itu, Senin 22 Januari 2018.

Joni mengatakan, tersangka MB, ibu tiri yang menganiaya anaknya itu kini sudah diamankan. Sementara korban hingga saat ini harus mendapat perawatan medis secara intensif. Selain luka lebam, ada yang mengeluarkan nanah di bagian luar telinga diduga bekas ditusuk-tusuk korek kuping.

"Tersangka mengakui terus terang dan berbuat demikian karena beralasan tingkah laku anak tirinya yang nakal. Penganiayaan dilakukan di rumah. Saat petugas ke lokasi kejadian, tersangka sempat kabur tak ada di tempat. Petugas menangkapnya saat berada di Cikole Lembang," ujar Joni.

Kesal pada suami

Ia menjelaskan, peristiwa itu terungkap berawal dari laporan masyarakat di Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang ada seorang anak yang sering dianiaya ibu tirinya. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjut petugas. Dari hasil pengecekan ke lokasi, ternyata laporan itu benar.

Saat ditemui petugas dan diperiksa pada tubuh anak terdapat banyak bekas luka. Sebut saja luka di kepala, telinga, punggung, perut, dan kemaluannya. "Petugas membawa anak itu untuk divisum. Hasilnya, luka itu diduga bekas penganiayaan. Petugas juga mendapat informasi dari anak itu termasuk tetangganya, luka pada tubuhnya akibat perbuatan ibu tiri korban," ujarnya.

Kapolres mengungkapkan, hasil pemeriksaan terhadap MB, tersangka mengaku menyiksa anak tirinya bila kesal terhadap suaminya. Perbuatan tersangka itu seperti memukul kepala anak dengan menggunakan gayung, terkadang menggunakan sandal. 

Polisi juga menemukan bekas luka seperti tusukan di dada maupun di punggung. Di kemaluan anak juga ada bekas luka karena diremas atau dicubit dengan keras. Selain mengakibatkan luka, dikhawatirkan penyiksaan itu menyebabkan trauma berkepanjangan bagi anak.

"Pengakuan pelaku perbuatan itu dilakukan setiap kali kesal pada suami dan melampiaskannya ke anak tirinya," ujarnya.

Perbuatan tersangka, kata Joni, terancam hukuman lebih dari 5 tahun sebagaimana diatur dalam Undang Undang Pelindungan Anak. Disebutkan, setiap anak selama dalam pengasuhan orangtua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan diskriminasi, eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan, ketidakadilan dan perlakuan salah lainnya.***

Baca Juga

Arus Balik di Tol Cipali Tersendat di Rest Area

SUBANG, (PR).- Arus balik kendaraan pemudik yang melintas jalan Tol Cipali (Cikopo-Palimanan), Senin 18 Juni 2018, mulai ramai. Laju kendaraan pemudik di jalur B dari arah Palimanan ke Cikopo tersendat di sekitar rest area.

Sari Ater Subang Masih Jadi Favorit Wisatawan

SUBANG, (PR).- Setelah Idulfitri, sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Subang bagian selatan diserbu pengunjung. Puncak kunjungan wisata yang menghabiskan waktu liburan panjang terjadi Minggu 17 Juni 2018.

Pasar Sagalaherang Subang Terbakar

SUBANG, (PR).- Pasar Sagalaherang yang berada di jalan raya penghubung Subang-Purwakarta, tepatnya di Desa/Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, kebakaran, Rabu 13 Juni 2018 malam.