Pradana Aditya Wicaksana, Pengusaha Muda Sukses Aktivis Berbagai Organisasi

Agus Hamdani dan Pradana Aditya Wicaksana (kanan)/RANI UMMI FADILA/PR
Pasangan Agus Hamdani dan Pradana Aditya Wicaksana (kanan) mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati Garut di KPU Kabupaten Garut, Rabu 10 Januari 2018. Pendaftaran Agus-Aditya akhirnya diterima KPU meskipun surat keputusan pengusungan Hanura tidak ditandatangani sekjen partai tersebut.*

PRADANA Aditya Wicaksana adalah pengusaha muda yang merupakan anak kandung dari Pangdam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal Cucu Somantri. Jenderal bintang dua itu resmi menjabat Pangdam I/Bukit Barisan pada 9 Maret 2017 menggantikan Mayjen TNI Lodewyk Pusung.

Meski ayahnya seorang tentara, Pradana Aditya tak pernah mengenyam pendidikan militer resmi. Ia bersekolah di Jurusan Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani, Kota Cimahi. Lalu, ia mengambil lagi kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di universitas yang sama.

Tak tanggung-tanggung dalam menuntut ilmu, Pradana Aditya belajar ilmu hukum di Sekolah Tinggi Hukum Swadaya Medan. Hal ini ikut dipengaruhi ayahnya yang sering berpindah-pindah tugas, dari Dili Timor-Timur, Bali, hingga Tanah Karo di Sumatera Utara.

Masa kecil pria yang sering dipanggit Adit ini dihabiskan dengan ikut ayahnya berpindah-pindah. Adit pernah ganti sekolah dasar hingga lima kali. Pria kelahiran Garut, 28 Agustus 1987 itu kemudian kembali ke Garut saat ia remaja dan bersekolah di SMA Negeri 1 Tarogong, meski kemudian harus pindah lagi ke SMA Negeri 1 Cibinong, Bogor.

Setelah lulus kuliah, Pradana Aditya menekuni dunia bisnis hingga mengantarkannya pada posisi direktur di PT Putra Garuda Utama dan direktur di PT Warloka di Cilandak, Jakarta Selatan. Ia juga menempati posisi eksekutif paling tinggi di beberapa perusahaan lain di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Subang.

ada usianya yang masih belia dalam kancah politik, 30 tahun, Adit memiliki cita-cita memajukan Kabupaten Garut. Ia mendambakan Gart yang lebih baik dalam sektor pembangunan insfrastruktur, peningkatan ekonomi kerakyatan, serta yang lebih penting, melakukan aktivasi moral masyarakat pada kalangan generasi muda.

Pradana Aditya ingin memberikan kontribusi bagi Kabupaten Garut yang merupakan tanah kelahirannya itu. Oleh karena itu, dia maju dalam Pilbup Garut 2018 sebagai calon wakil bupati mendampingi Agus Hamdani.

Aktif berorganisasi sejak SD

Pradana Aditya Wicaksana tercatat pernah menjadi Ketua Paskibraka SDN Ciujung 4 Bandung pada 1996-1998, lalu menjadi Ketua Pramuka SMPN 1 Tanah Karo sekaligus peserta Jambore Daerah Sumut pada 2000.

Ketika berpindah SMP ke Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, dia juga menjadi ketua pramuka dan aktif di OSIS hingga menjabat ketua. Pindah ke Garut, di SMAN 1 Tarogong Garut, Pradana tetap aktif di OSIS sebagai anggota.

Aktivitas organisasinya semakin meluas ketika berkecimpung di BEM Unjani Kota Cimahi dan mendaftar ke ormas Himpunan Mahasiswa Indonesia Jawa Barat. Dengan demikian, dalam hati Adit sudah timbul pemikiran untuk berpolitik. Anak pertama dari 3 bersaudara ini, rajin membangun komunikasi politik dengan beberapa partai. Sebut saja PAN, Hanura, dan PPP.

Jalinan komunikasi yang kemudian membawanya untuk mendampingi calon bupati dari koalisi tiga partai tersebut, yaitu Agus Hamdani. Sebelumnya, dari Partai Hanura, Adit digadang-gadang disandingkan dengan Letkol (Purnawirawan) Agus Supriadi, mantan Bupati Garut 2004.***

Baca Juga

Ade Wardhana Adinata Calon Termuda Keturunan Ulama

INGIN fokus menghadapi Pilbup Bogor 2018, Ade Wardhana Adinata memilih mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Jawa Barat. Ia maju lewat jalur perseorangan bersama Asep Ruhiyat.

Pilbup Bogor Kedua untuk Fitri Putri Nugraha

FITRI Putra Nugraha sebelumnya pernah mengikuti proses Pilbup Bogor 2008. Saat itu, ia diusung Partai Golkar bersama RH Endang Kosasih, meski kemudian gagal meraih suara terbanyak.