Imas Aan Ubudiah, Politisi Cantik Srikandi PKB

Agus Supriadi dan Imas Aan Ubudiyah (kiri)/RANI UMMI FADILA/PR
AGUS Supriadi dan Imas Aan Ubudiyah mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati Garut di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut, Selasa 9 Januari 2018. Agus-Imas diusung Demokrat dan PKB.*

IMAS Aan Ubudiah adalah salah seorang srikandi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ikut bertarung dalam Pilbup Garut 2018. Sejak terpantau di panggung politik Pileg 2014, Imas sudah menarik perhatian. Ia menjadi calon anggota legislatif perempuan untuk anggota DPR RI pada Pemilu 2014. Imas menjadi wakil PKB dengan nomor urut paling atas.

Perempuan asal Garut itu bersaing memperebutkan suara di daerah pemilihan Jawa Barat XI. Daerah itu meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya. Sayang, upayanya waktu itu gagal, tetapi Imas tetap setia berkiprah politik di partai yang kini dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

Sebelum menjadi Wakil Bendahara DPP PKB pada 2011, Teh Imas, demikian sapaan akrabnya, masuk ke dalam struktur DPW PKB Jabar dengan jabatan yang sama pada 2008. Imas Aan Ubudiah pun boleh dibilang sebagai pendiri PKB Cabang Garut dan Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama Garut

Politisi yang dikenal memiliki paras cantik dan energik itu, sekarang punya jabatan tinggi sebagai Komisaris Independen di perusahaan pelat merah, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Dia dan tujuh orang karyawan PT Wika pernah selama tiga hari berturut-turut hadir dan memberikan bantuan kepada para korban banjir bandang, yang menggerus beberapa titik di Kabupaten Garut pada 2016.

Istri dari Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto ini, menikah pada 2013 yang disaksikan langsung oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Gedung Serbaguna Sumber Alam, Cipanas, Kabupaten Garut.

Perempuan pertama calon wakil bupati

Putri dari ulama terkemuka KH Maksum, pengasuh Ponpes Attaufiq Kecamatan Pendeuy, Kabupaten Garut itu, adalah perempuan pertama yang lolos dalam Pilbup Garut 2018. Sejak awal bertarung di Pileg, Imas ingin memperjuangkan akses kesehatan yang lebih baik di daerahnya. 

Teh Imas mengklaim, baru kali ini ada wanita yang maju mencalonkan diri. Untuk itu, dia banyak meminta dukungan dan doa dari masyarakat Garut, karena menurut dia, di Garut mayoritas perempuan. Imas berpandangan, dalam hal pengelolaan pemerintahan, perempuan lebih teliti, bisa melengkapi, tertata, dan rapi.

Bersanding dengan Letkol (Purn) Agus Supriadi, Imas tampil sebagai sosok perempuan yang memiliki daya jual. Di Garut jarang sekali ada perempuan berani tampil di pentas politik. Dia berharap dapat membuat perubahan pengelolaan anggaran pembangunan agar berkeadilan dan dapat dirasakan oleh semua masyarakat.

Keseriusan Teh Imas untuk maju dalam Pilkada Garut 2018, sudah terlihat sejak awal. Teh Imas ikut penjaringan bakal calon bupati langsung di DPP PKB Jakarta. Ia ingin kembali dekat ke kampung halamannya agar bisa turut membangun Garut.***

Baca Juga

Kemarau, Polusi Udara Depok Meningkat

DEPOK, (PR).- Polusi udara diperkirakan mengalami peningkatan di Kota Depok saat musim kemarau.‎ Pemerintah Kota Depok pun melakukan pengukuran kualitas udara di sejumlah titik.