Iman Alirahman, Puncak Karier dan Pilihan Hidup

Iman Alirahman/RANI UMMI FADILA/PR

IMAN Alirahman adalah tokoh birokrat yang sarat pengalaman di lingkungan pemerintahan Kabupaten Garut. Ia menjadi Sekretaris Daerah Garut selama 8 tahun dan telah mengabdi selama 35 tahun terakhir di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut di berbagai posisi.

Berbekal surat keputusan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada 2009, ia dilantik menjadi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman melompat karier dari posisi terakhir sebagai Inspektorat Kabupaten Garut. Kemudian, pada 1 April 2017, Iman mendapat kenaikan pangkat prestasi luar biasa yang ditandatangani langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Iman naik pangkat dari Pembina Utama Madya Golongan IV D menjadi Pembina Utama Golongan IV E jabatan Sekda. Itu merupakan puncak karier seorang aparatur sipil negara di lingkup pemerintah daerah. Iman bahkan pernah ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Bupati Garut pada 2013.

Setelah sewindu memegang jabatan Sekda dan bekerja bersama tiga Bupati Garut berturut-turut, yaitu Aceng HM Fikri, Agus Hamdani, dan Rudy Gunawan, Iman menyatakan mundur.

Dia ingin memberikan kesempatan bagi ASN lainnya untuk menempati posisi sebagai Sekretaris Daerah Garut. Jabatan itu baginya dirasa sudah terlampau lama dan perlu regenerasi. Jabatan tersebut akan diisi oleh pejabat yang telah mendapat persetujuan dari Gubernur Jawa Barat, sekaligus pemberhentian Iman.

Menjelang Pilbup Garut 2018, Iman memilih untuk ikut kontestasi calon Bupati Garut dan berharap akan membawa kemajuan bagi kota berjuluk Swiss van Java itu.

Birokrat berpengalaman

Dengan bekal pengalamannya, pria kelahiran Tasikmalaya, 13 Juni 1959 itu, dipandang mampu memberikan yang terbaik untuk Garut ke depan.

Iman pernah memangku jabatan sebagai camat di tiga kecamatan berbeda, Bayongbong, Cikajang, dan Garut Kota. Ia juga dipercaya menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertanian, Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Pariwisata, serta pernah menjadi Kepala Bappeda Garut selama dua periode.

Pria lulusan SMPN II dan SMAN I Tasikmalaya ini, pernah kuliah di Universitas Padjadjaran Bandung dan Universitas Satyagama Jakarta. Iman juga pernah menerima pendidikan di Suspim Bandung serta Diklatpim II Jakarta.

Dengan segudang pengalamannya, pria yang tinggal di Jalan Cangkuang RT 07 RW 07 Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota itu, mengaku didukung oleh berbagai pihak, termasuk kalangan muda dan kalangan pesantren di Garut.***

You voted 'tidak peduli'.

Baca Juga

Usep Nurdin, Paling Percaya dengan Independen

SEBAGAI seorang yang sudah memasuki usia 54 tahun, Usep Nurdin boleh dibilang masih berjiwa muda. Dia aktif di media sosial dan memiliki beberapa akun Facebook.

Suryana dan Rahasia Sukses Pasangan Independen Garut

SOSOKNYA terlihat pendiam. Meskipun demikian, ternyata Suryana adalah mantan ketua tim pemenangan Pilbup Garut dari jalur perseorangan, Aceng HM Fikri dan Raden Diky Candranegara tahun 2008 silam.

Demi Kota Cirebon, Effendi Edo Lepaskan Kariernya di PNS

EFFENDI Edo merupakan adik dari mantan Wali Kota Cirebon almarhum Ano Sutrisno. Namanya mulai mencuat setelah ia mencalonkan diri menjadi Wakil Wali Kota Cirebon berpasangan dengan Bamunas Setiawan Boediman.