Sugeng Teguh Santoso Bakal Calon Terkaya, Yus Fitriadi: Terkaya Belum Tentu Menang

Pilwalkot Kota Bogor - Pilkada Serentak 2018/DWI SETYADI/PR

BOGOR, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis harta kekayaan bakal calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Peserta yang memiliki harta kekayaan terbanyak di Kota Bogor adalah Sugeng Teguh Santoso.

Jumlah harta kekayaan Sugeng dalam daftar yang dirilis KPK di laman resminya mencapai Rp 85.635.427.591. Bakal Calon Wakil Walikota Bogor yang berpasangan dengan Dadang Danubrata itu berbanding jauh dengan peserta lain seperti Dedie A Rachim yang menempati peringkat kedua dengan jumlah kekayaan sebanyak Rp 11.162.742.440.

Pengamat Politik, Yus Fitriadi menganggap kepemilikan harta kekayaan yang melimpah itu tidak secara langsung mempengaruhi keberhasilan para peserta dalam Pilkada Serentak 2018 nanti. "Karena ada juga pemilih yang hanya mengambil uang atau barang pemberian peserta atau partainya tapi tidak untuk memilih mereka,” kata Yus, Rabu 17 Januari 2018.

Menurut Yus, perilaku pemilih saat ini lebih kompleks. Di antara para pemilih itu terdapat orang yang loyal hingga rela berkorban untuk kepentingan para bakal calon yang diusung. Namun, banyak juga kalangan masyarakat yang berpikir rasional dan cerdas dalam memilih bakal calon kepala daerahnya.

Kalangan masyarakat yang cerdas akan memilih berdasarkan visi, misi dan rekam jejak para peserta. Yus menganggap kepemilikan harta kekayaan menempati indikator keempat bagi pasangan calon memenangkan Pilkada Serentak kali ini. "Yang pertama ada investasi sosial dan politik yang sangat panjang dan berkesinambungan," katanya.

Indikator lainnya menurut Yus adalah popularitas figur yang dianggap bersih dan intensitas peserta bersangkutan dalam melakukan tatap muka langsung dengan masyarakat. Jumlah harta kekayaan yang banyak justru bisa menimbulkan pertanyaan masyarakat mengenai sumber pendapatan peserta tersebut.

Hemat dan sederhana

Menanggapi jumlah harta kekayaannya, Sugeng Teguh Santoso mengaku mendapatkan dari pekerjaannya sebagai advokat selama 27 tahun terakhir. Selain itu, ia juga mengaku menerapkan prinsip hidup hemat dalam menggunakan hartanya dan banyak menginvestasikan dalam bentuk tanah di wilayah Bogor, Jakarta hingga Yogyakarta.

Nilai investasi tersebut dianggap naik dibandingkan sejak ia membelinya dengan harga jual tanah saat ini. "Saya tidak suka mobil mewah, pakaian mewah, serta asesoris mewah. Bahkan hobi saya murah meriah dan maslahat, yaitu bertani," kata Sugeng.

Jumlah harta kekayaan peserta diketahui berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan kepada KPK. Rincian kedelapan peserta Pilkada 2018 Kota Bogor ialah Bima Arya sebesar Rp 5.591.250.000, Dadang Iskandar Danubrata sebesar Rp 4.092.124.931, Achmad Ru'yat sebesar Rp  3.375.168.624 dan Edgar Suratman sebesar Rp 2.842.625.259. 

Sedangkan, harta kekayaan milik para calon wakil wali kota selain Sugeng dan Dedie antara lain Zaenul Mutaqin sebesar Rp 3.461.084.999. Sementara Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat tercatat sebagai peserta dengan koleksi harta kekayaan paling sedikit di antara para peserta lainnya yakni sebesar Rp 887.970.431.

Tidak tercantum

Di Kabupaten Bogor, daftar harta kekayaan yang dirilis KPK belum menampilkan beberapa bakal calon peserta Pemilihan Bupati Bogor 2018. Dari lima pasangan atau 10 peserta, KPK baru menampilkan delapan peserta di antaranya. Nama yang tidak ada adalah bakal calon bupati Ade Ruhandi atau Jaro Ade dan bakal calon wakil bupati Iwan Setiawan.

Saat dikonfirmasi, Jaro Ade mengaku tidak mengetahui alasan namanya tidak dicantumkan dalam daftar harta kekayaan yang dirilis KPK di laman resminya. "Saya sudah menyerahkan LHKPN ke KPK bahkan paling pertama. (Pencantuman nama) itu kewenangan KPK, bukan saya. Yang penting saya sudah ikuti aturannya," katanya.

Di antara kedelapan nama dalam daftar tersebut, Inggrid Kansil tercatat memiliki harta kekayaan terbanyak yakni Rp 34.916.452.097, disusul Bayu Syahjohan sebanyak Rp 26.835.339.519 dan Fitri Putra Nugraha Rp 8.494.489.871. sementara itu Ade Wardhana Rp 6.697.432.031, Ade Yasin Rp 4.711.733.655, Asep Ruhiyat Rp 2.286.569.741 dan Vicky Rhoma Irama di urutan terakhir dengan Rp 1.293.558.000.***

Baca Juga

Polisi Antisipasi Kerusuhan Setelah Penghitungan Suara

KERUSUHAN antar pendukung peserta Pemilihan Kepala Daerah pecah di jalanan Kota Bogor, Sabtu, 3 Februari 2018 lalu. Tindakan massa yang mulai anarkistis memaksa petugas kepolisian dan tentara turun menangani situasi tersebut.

Hasil Pengundian Nomor Urut Pilwalkot Bogor 2018

BOGOR, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor melakukan pengundian nomor urut peserta Pilwalkot 2018 di kawasan objek wisata SKI Jalan Raya Katulampa Kota Bogor, Selasa, 13 Februari 2018.

Pilkada

Coklit Terkendala Cuaca Buruk

CIBINONG, (PR).- Cuaca buruk menyulitkan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) di Kabupaten Bogor.