Jalan Ciwaru-Cilebak di Kuningan Bisa Dilalui Mobil Kembali Setelah Sepekan Tertutup Longsor

Longsor di Kuningan/NURYAMAN/PR
ALAT berat membersihkan tumpukkan material longsor yang menimbun jalan di sekitar Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak, Minggu 14 Januari 2018 siang.*

KUNINGAN, (PR).- Ruas jalan penghubung Kecamatan Ciwaru dengan Kecamatan Cilebak, di wilayah Kabupaten Kuningan selatan kini bisa dilalui kembali oleh sepeda motor dan mobil. 

Tumpukkan material longsor yang menimbun jalan tersebut di sekitar Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak berhasil disingkirkan Minggu 14 Januari 2018 siang.

Bersamaan dengan itu, tebing bidang longsor di atas jalan tersebut dikupas dan dilandaikan menggunakan alat berat. Hal itu, menurut Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kuningan Ayip Sutrisno, dilakukan sebagai langkah sementara untuk menanggulangi ancaman longsor susulan.

Longsor mengubur dan menutup total akses jalan penghubung Ciwaru-Cilebak  di lokasi tersebut pada Senin 8 Januari 2018 malam. Akibatnya, wilayah Kecamatan Cilebak yang berjarak sekitar 60 km dari ibu kota Kabupaten Kuningan, hampir sepekan terakhir hanya bisa dijangkau mobil melalui jalan Cipasung-Subang dengan jarak tempuh lebih jauh.

Upaya membuka titik jalan yang tertimbun material longsor tersebut dilakukan BPBD Kabupaten Kuningan bersama pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat setempat sejak Selasa 9 Januari 2018.
Upaya itu diawali dengan cara manual yaitu mengerahkan tenaga gotong-royong masyarakat dibantu anggota TNI dan Polri.

Bantuan alat berat baru bisa diturunkan tiga hari kemudian untk mengeruk material lonsor tersebut karena alat berat diprioritaskan membuka beberapa titik longsor yang memutus jalan lainya di kecamatan tersebut. 

Staf Seksi Ratlog BPBD Kuningan Yayat Sudrajat, yang sedang memantau penyingkiran sisa-sisa tumpukan material longsor dan pemapasan tebing di titik longsor tersebut menyebutkan, bagian jalan yang tertimbun longsor di ruas jalan Ciwaru-Cilebak baru terbuka dan bisa kembali dilintasi mobil ke dua arah Minggu 14 Januari 2018 siang. 

Yayat dan anggota Pusdalops PB BPBD Kuningan Idit Haditisno menyatakan, setelah seluruh tumpukkan material longsornya tersingkirkan, badan jalan itu rencananya akan dibersihkan dengan cara disemprot air.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin, didamping Kasi Ratlog Ayip Sutrisno mengatakan, pada 8 Januari 2018, di Kecamatan Cilebak terjadi longsor di sejumlah lokasi. Di antaranya terdapat lima titik longsor yang memutus jalan, termasuk titik longsor tersebut.

Empat titk longsor yang memutus jalan lainnya terdapat di ruas jalan penghubung Subang-Cilebak, dua titik di ruas jalan penghubung Desa Cilebak-Desa Legokherang, dan satu titik longsor memutus akses jalan menuju kantor Kecamatan Cilebak. 

Selain itu, longsor di beberapa titik tersebut di antaranya ada yang merusak dapur rumah penduduk dan mengancam sejumlah rumah penduduk lainnya.

Masih di kecamatan tersebut, sejak sepekan lalu, juga telah terjadi bencana pergerakan tanah di lingkungan permukiman penduduk Desa Patala. Berdasarkan pantauan sementara BPBD Kuningan, bencana pergerakan tanah di desa tersebut kini telah mengancam satu unit banguanan sekolah dasar, 13 unit rumah penduduk, dan ribuan meter persegi areal sawah penduduk.***

Baca Juga

Hanya Sedikit Lagi, Rumah Ini Ambruk Tergerus Longsor

KUNINGAN, (PR).- Satu bangunan rumah permanen milik Rukman (53) yang dihuni 4 jiwa di Dusun Gagambiran, RT 02 RW 13, Desa/Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, terancam ambruk karena longsor.

Ini Hasil Pengamatan Macan Tutul Ciremai 2017

KUNINGAN, (PR).- Pengamatan populasi dan habitat macan tutul jawa (panthera pardus melas) dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai tahun 2017, secara resmi telah ditutup awal pekan ini.