Tingkatkan Popularitas, Sudrajat Kunjungi Tokoh Senior Jabar

Sudrajat bersilaturahmi/ADE BAYU INDRA/PR
BAKAL calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat bersilaturahmi dan berdialog bersama sejumlah tokoh Jawa Barat di Jalan Kebonwaru Selatan, Kota Bandung, Sabtu, 13 Januari 2018. Sudrajat menghadiri dialog publik ini guna mendengarkan masukan-masukan terkait Jabar dari para tokoh tersebut.*

BANDUNG, (PR).- Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Sudrajat, mulai berupaya meningkatkan tingkat popularitas di tengah masyarakat. Pada Sabtu 13 Januari 2018 siang dia mengunjungi komunitas tokoh-tokoh senior Jabar di kediaman penggiat lingkungan Arifin Supriyatna di Jalan Kebon Waru Selatan, Kota Bandung.

Selain Arifin Supriyatna, tampak juga Imam Wahyudi, Herman Ibrahim, dan Bob Gunawan. Saat itu Sudrajat didampingi oleh anggota DPR RI asal Gerindra Sodik Mujahid.

‎"Saya ke sini ingin berdiskusi dengan masyarakat aktivis Bandung Raya, ada penggiat Wanadri, banyak lah," kata Sudrajat bakal calon yang diusung oleh PKS, Gerinda, dan PAN itu.

Sudrajat menyadari dirinya belum populer. Dengan demikian dia melakukan safari ke beberapa kalangan masyarakat sekaligus menerima masukan untuk pembangunan Jabar ke depan.

"‎Masyarakat Jabar itu keinginannya apa. Saya ke sini untuk menampung masukan dari masyarakat di sini terutama mereka yang sangat peduli agar Jabar lebih maju. Melalui pertemuan ini juga untuk membangun komunikasi lebih baik," ucap Sudrajat.

Dalam kesempatan tersebut, Sudrajat, lelaki 68 tahun itu, ingin menyamakan persepsi terkait Nyunda, Nyakola, Nyantika, dan Nyatria dengan tokoh-tokoh tersebut.

"Nyunda, pimpinan Jabar diminta untuk Nyunda. Yang kedua soal Nyantri, banyak Sunda (identik dengan) Islam yang kuat karena dari dulu di Sunda ini orangnya tawadu dan bertakwa. (Nantinya) saya ingin masyarkat muslim tidak menakutkan golongan lain, karena Islam itu rahmatan lil alamin, jangan menakuti minoritas," ujar Sudrajat.

Menurut Sudrajat, pada Pilgub Jabar nanti jangan sampai situasi dan kondisi di Jabar seperti di Pilkada DKI. Namun dia jamin hal itu tidak akan terjadi karena antara Jabar dan DKI berbeda.

"Pesan saya, saya jamin Jabar tidak akan sama dengan Jakarta," tandas Sudrajat.

Tanpa mahar

Meski alumni 212 banyak asal Jabar, lelaki yang akrab disapa Kang Ajat itu menuturkan, 212 harus diambil kebersamaan dan keteduhannya. Menurut Sudrajat, aksi tersebut merupakan aksi yang paling bersih tanpa ada politisir.

Sementara itu, terkait dengan isu panas soal mahar di Gerindra. Sudrajat menegaskan kembali bahwa dia terlibat pada Pilgub Jabar tanpa ‎mahar apapun.

"Saya tidak pakai mahar, kalau orang cerita itu silakan. Saya diusung partai politik yang punya kepentingan politik tanpa uang. Pak Prabowo pun berpesan 'Mas usahakan jangan pake uang'. Nanti rakyat menderita," tutur Sudrajat.

Sudrajat pun menyerukan para konglomerat untuk jangan coba-coba membeli suara rakyat. Perilaku konglomerat seperti itu merupakan perusak bangsa.

Kapasitas dan komitmen

Sementara itu, Sodik Mujahid, menuturkan, kehadiran Sudrajat pada pertemuan tersebut ingin memberikan edukasi ke masyarakat bahwa Pilkada bukan masalah menang kalah, calon pemimpin terkenal atau tidak. Yang penting kapasistas dan komitmennya.

"Meski kami harus kerja keras, karena (Sudrajat -red) belum populer, kami ingin berikan hal lebih baik untuk Jabar," ucap Sodik Mujahid.

Dia menambahkan, melalui dialog dengan masyarakat langsung, nantinya masyarakat akan menyadari sosok Sudrajat merupakan sosok yang tepat dipercaya Prabowo Subianto untuk maju pada Pilgub Jabar meskipun dia bukan Wagub, bukan Walikota.

"Tapi kalau kita ketemu dan dialog, (kita pasti berkata -red) bener juga Kata Pak Prabowo," ucap dia.

Sementara itu, Arifin Supriyatna menambahkan, pihaknya sudah kenal secara emosional namun mereka ingin mengenal Sudrajat secara rasional melalui dialog saat itu.***

Baca Juga

10 Januari, Sudrajat-Ahmad Syaikhu Bakal Daftar Pilgub Jabar

NGAMPRAH, (PR).- Walaupun belum ada keputusan resmi terkait dukungan dari PAN, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu direncanakan akan mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jawa Barat 2018 pada 10 Januari mendatang.