Spanduk Pembentukan Kabupaten Jampang Kembali Bertebaran di Sukabumi Selatan

Spanduk/AHMAD RAYADIE/PR

PALABUHANRATU, (PR).- Ratusan atribut dan spanduk pemisahan dari wilayah Kabupaten Sukabumi, kembali bertebaran.  Atribut berisi desakan pembentukan Kabupaten Jampang menyebar disejumlah tempat di 19 kecamatan.

Desakan pemisahan dari wilayah Kabupaten Sukabumi kembali bergeliat dalam beberapa pekan terakhir ini. Masyarakat di kawasan Pajampangan atau Sukabumi wilayah selatan berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pusat untuk segera mengabulkan pembentukan Kabupaten Jampang.

“Kami berharap pemerintah untuk segera merespons keinginan dan harapan ratusan ribu warga yang tersebar di selatan Sukabumi. Pemerintah harus segera membentuk Daerah Otonomi Baru Kabupaten Jampang,” kata salah satu aktivis Pemekaran Kabupaten Jampang, Henda Pribadi.

Henda Pribadi mengatakan, pemekaran sangat mendesak. Terutama untuk mendapatkan pelayanan secara optimal dari pemerintah. Karena selama ini, mereka merasakan ada ketimpangan pembangunan yang sudah lama dirasakan masyarakat Sukabumi Selatan.

“Intinya untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur dan perekonomian. Terutama mengentaskan kemiskinan di Panjampangan, tidak ada yang paling lepat selain memekarkan wilayah,” katanya.

Sejak 1990

Sebenarnya, kata Henda Pribadi keinginan pemekaran wilayah Kabupaten Sukabumi sejak 1990 lalu. Tapi sampai saat ini, harapan warga kawasan selatan tersebut belum direalisasikan pemerintah. Berbagai upaya memperjuangan pemekaran tidak membuahkan hasil yang signifikan.

“Kecuali melahirkan catatan dalam sejarah DOB, mungkin Kabupaten Jampang adalah usulan terlama DOB bagi Kabupaten dan Kota diseluruh Indonesia. Pergantian kepala daerah baik gubernur jabar maupun bupati Sukabumi  sama sekali tidak melahirkan Jampang menjadi DOB,” katanya

Henda Pribadi menegasakan warga berkeinginan DOB Jampang sejak 28 tahun lalu. Tapi keinginan warga memiliki otonomi tersendiri lepas dari Kabupaten Sukabumi belum terelasasikan. “Padahal keinginan lepas dan mengurus sendiri hanya semata-mata untuk mendapatkan pelayanan optimal dari pemerintah,” katanya.

Henda Pribadi mengatakan, selama ini  warga yang tersebar di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi merasakan pembangunan terjadi ketimpangan.  Pembangunan di kabupaten ini hanya dirasakan warga disekitar Palabuhanratu hingga Utara. “Sementara wilayan selatan terkesan ditinggalkan,” katanya.

Perjuangan warga selatan Sukabumi, kata Henda Pribadi, telah dilakukan dengan pembentukan berbagai organisasi kemasayarakat. Mulai dari pembentukan Forum Musyawarah Masyarakat Jampang (Formusja), Panitia Pemekaran Kabupaten Jampang (P2KJ), Aliansi Masyarakat Pemuda Pajampangan (AMPP) hingga Badan Persiapan Pemekaran Kabupaten Jampang (BP2KS).

“Untuk memperjuangan DOB Jampang telah dilakukan dengan berbagai pembentukan organissi kemasayarakat. Tapi langkah tersebut masih belum kuncung terwujud,” katanya.

Sebenarnya, kata Henda Pribadi, perjuangan DOB Jampang hanya tinggal meneruskan dan membuka kembali lembaran lama. Apalagi rencana pembangunan jangka panjang Jabar melalui SK.Gubernur No 31 Tahun 1990  tentang pola induk pengembangan wilayah Propinsi Daerah Jawa Barat telah lama terintis.

“Karena itu, kami optimis DOB Jampang akan segera terwujud dan direalisasikan pemerintah. Hanya saja, perjuangan harus terus menerus dilakukan warga seltan Pajampangan,” katanya.***

Baca Juga

Gemetarannya Juru Parkir Jujur Terima Penghargaan Polisi

KEDUA kaki Sularto (56) terlihat gemetaran. Bahkan keringat di­ngin mengalir di sela-sela dahi dan alis warga Kampung Rawasalak, RT 3, RW 12, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. 

5 Rumah di Cibandung Ambles Terancam Ambruk

PALABUHANRATU, (PR).- Lima  unit rumah  warga di Kampung Cibandung , Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Senin 1 Januari 2018 ambles.  Rumah yang berada persis di lintasan ruas jalan raya Lengkong  terus  menerus mengal

Temuan Bungker Gegerkan Warga Kopeng Sukabumi

SUKABUMI, (PR).- Warga di Kampung Kopeng  RT. 02/03,  Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, selasa, 16 Januari 2018, digegerkan dengan penemuan lubang persis bungker.