Pemkot Bogor Gagas Taman Topi Jadi Taman Masjid Agung, Bakal Ada Lorong Bawah Tanah

Taman topi/HILMI ABDUL HALIM/PR
SEORANG pejalan kaki melintas patung Kapten Muslihat di kawasan Plaza Kapten Muslihat Kota Bogor atau lebih dikenal dengan sebutan Taman Topi, Jumat 12 Januari 2018. Izin pengelolaan Taman Topi berakhir pada Desember 2018, pemerintah daerah setempat membuka pihak lain berinvestasi di sana.*

BOGOR, (PR).- Izin pengelolaan Taman Topi di Jalan Kapten Muslihat Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor berakhir Desember 2018. Pemerintah daerah setempat berencana mengintegrasikan kawasan taman seluas 2,3 hektar itu dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor yang berada di sampingnya.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman klaim kawasan tersebut merupakan aset milik pemerintah daerahnya. Sejak pertengahan dekade 1980-an, kawasan tersebut dikelola perusahaan swasta, PT Exotica. "Pengelolaan aset dipastikan tidak diperpanjang," katanya menegaskan, Jumat, 12 Januari 2018.

Usmar menjelaskan, kawasan bernama resmi Plaza Kapten Muslihat itu rencananya dibuat taman masjid. Tidak hanya itu, dibuat pula lorong bawah tanah menuju Stasiun Bogor. Ia menawarkan proyek bernilai investasi sekitar Rp253 miliar itu kepada para investor yang berminat dan serius mengelolanya.

Pemerintah Kota Bogor, kata Usmar, akan membuka penawaran bagi para investor sebelum izin pengelolaan Taman Topi berakhir. Ia berharap perusahaan yang mengelolanya nanti lebih inovatif. Artinya, tak hanya mampu mengelola kawasan bekas terminal itu menjadi lebih rapi.

"Penilaian appraisal sudah ada. Kita tawarkan investasi Rp253 miliar dengan masa pengelolaan 20 tahun dan diprediksi mencapai Break Even Point (BEP) sekitar lima tahunan," kata Usmar. Dia tidak memungkiri nilai investasinya berubah tergantung perusahaan pemenangnya nanti.

Lebih lanjut, Usmar mengharapkan kawasan tersebut nantinya memiliki lantai dasar atau bawah tanah untuk menampung para pedagang kaki lima di sekitarnya. Keberadaan mereka saat ini dianggap merusak ketertiban umum karena jumlahnya terus bertambah dan kerap melanggar aturan.

Sementara fungsi taman diharapkan tetap menjadi ruang terbuka hijau dan sarana bermain anak-anak. Bedanya, kata Usmar, hanya akses langsung ke Masjid Agung dan Stasiun Bogor. Sehingga nantinya terkesan sebagai taman masjid tersebut.

Tujuh taman baru

Sementara itu, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor berencana membangun tujuh taman baru di wilayahnya. Ketujuh taman itu antara lain Taman Bola Jalan Manunggal, Sukasari Tiga, Vila Tajur Indah, Gang Kelor Cilendek Barat, Tajurhalang, Panaragan dan Graha Indah.

Kepala Disperumkin Kota Bogor Boris Derurasman menyebutkan total anggaran yang dibutuhkan mencapai empat miliar rupiah. Anggaran tersebut dipastikan telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2018. Sehingga pembangunannya akan berlangsung tahun ini.

“Di antara warga Kota Bogor menginginkan fasilitas umum dan sosial di lingkungannya untuk dibuatkan taman aktif yang tematik,” kata Boris mengungkapkan alasan pemerintah daerahnya menambah jumlah taman. Di antara ketujuh taman yang akan dibangun, taman di Jalan Manunggal mengambil porsi anggaran terbesar.

Menurut Kepala Bidang Pertamanan Disperumkim Kota Bogor Yadi Cahyadi, biaya pembangunan taman di Jalan Manunggal diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar. Kawasan seluas 1,5 hektar itu selama ini digunakan warga untuk bermain sepak bola. "Makanya Taman Manunggal nanti konsepnya taman bola, temanya bola,” katanya.

Sedangkan biaya pembangunan taman lainnya menggunakan sisa anggaran senilai total Rp 4 miliar rupiah. Sehingga masing-masing dialokasikan sebanyak Rp200-300 juta. Keberadaan taman-taman tersebut diharapkan dapat mempercantik susana di Kota Bogor. Taman juga bermanfaat bagi masyarakat setempat sebagai sarana rekreasi.***

Baca Juga

Buat SIM Tak Harus Sesuai Domisili di KTP

BOGOR, (PR).- Kepolisian Resor Kota Bogor meluncurkan layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) berbasis jaringan (daring/online), Selasa 16 Januari 2018.