Polresta Tasikmalaya Amankan Penganiaya Balita

Ilustrasi kekerasan/YUSUF WIJANARKO/PR

TASIKMALAYA,(PR).- Polresta Tasikmalaya mengamankan D (27), warga Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya yang diduga menganiaya ponakannya,  F (2). D diduga menganiaya ponakan yang dititipkan orangtuanya satu bulan lalu lantaran kesal F kerap menangis.

Peristiwa tersebut terungkap saat F dibawa ke RS Prasetya Bunda, Kota Tasikmalaya, Kamis 11 Januari 2018. F perlu mendapatkan perawatan intensif karena mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. 

Kepala Satuan Reserse dan Krimina Polresta Tasikmalaya Bimo Moernanda mengungkapkan,  Polresta Tasikmalaya menangkap D setelah meminta keterangan ke sejumlah saksi dari beberapa tetangga D. 

"D kami duga kuat sebagai pelaku penganiayaan balita, yang bersangkutan pertama kali mengantarkan F ke rumah sakit karena lukanya serius. Korban sebelumnya tinggal sama neneknya, dan baru sekitar 1 bulan ini tinggal dengan D," kata Bimo, Jumat 12 Januari 2018.

Menurut Bimo, F merupakan anak dari Desi, adik ipar  D. Hingga saat ini,Polresta Tasikmalaya juga sedang mencari informasi tentang keberadaan Desi. Menurut informasi yang dihimpun Polresta Tasikmalaya, F sengaja ditinggalkan ibunya di rumah neneknya karena mengalami permasalahan dengan ayah dari D. 

"Kami masih dalami terus kasus ini, untuk sementara korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Lukanya memang cukup serius, " kata Bimo.

Kasus kekerasan terhadap anak lainnya di Tasikmalaya

Polres Tasikmalaya juga sempat menangkap R (16), remaja yang diduga melakukan kekerasan seksual kepada 8 anak di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Korban kasus Desember 2017 tersebut di antaranya AR (7), DS (6), GP (9), AP (9), MR (10),  MV (7), KS (7) dan  ZR (10).

Komisi Perlindungan Anak Daerah Indonesia Kabupaten Tasikmalaya mengungkap kasus setelah salah seorang korban mengaku mendapatkan kekerasan seksual. Dari pengakuan tersebut, beberapa korban lainnya akhirnya turut mengaku jadi korban dan sama-sama melaporkan kasus tersebut ke Polreskab Tasikmalaya.

Pada Juli 2017, selama sepekan, Polresta Tasikmalaya  berhasil meringkus lima pelaku kekerasan seksual terhadap anak. DR ditangkap setelah dilaporkan melakukan pelecehan seksual kepada rekannya, di Kecamatan Ciawi pekan lalu.  

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Tasikmalaya Bimo Moernanda mengatakan, sepanjang Januari-Juni  2017, Satreskrim Polresta Tasikmalaya sudah mengungkap 15 kasus pelecehan seksual terhadap anak.*

 

 

Baca Juga