Mengaku Senang Beratribut Militer, Gusti Aji Akhirnya Ditangkap Garnisun

Kolonel TNI Gadungan/BAMBANG ARIFIANTO/PR
Gusti Aji, pria asal Kelapa Dua digelandang ke Kantor Sub Garnisun 0508/Depok, Jalan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Kamis 11 Januari 2018. Gusti dicokok aparat Garnisuna karena kedapatan menggunakan seragam TNI.

MAKSUD hati ingin berpenampilan gagah, apa daya nasib apes justru yang dialami. Gusti Aji, pria asal Kelapa Dua, Kota Depok dicokok aparat Garnisun 0508/Depok di Jalan Rumah Tahanan Militer (RTM), Kelapa Dua, Kamis  11 Januari 2018. Pasalnya, Gusti Aji kedapatan memakai seragam TNI dengan pangkat kolonel. Padahal, Gusti Aji bukan anggota militer. Usut punya usut, Gusti Aji kerap menggunakan seragam TNI saat tengah menyantap makanan di warung Tegal (Warteg) dan soto. Kebiasaan mengenakan baju TNI tersebut menuai kecurigaan warga yang melaporkannya ke aparat Babinsa setempat.

"Dia seringnya makan di warteg atau warung soto tiap hari. Jadi masyarakat lihat dia Kolonel TNI kok engggak pernah ngantor. Makan di warteg setiap hari, waktu jam dinas dia makan di situ," kata Komandan Komando Distrik Militer 0508/Depok Iskandar Manto di Kantor Sub Garnisun 0508/Depok, ‎Kamis 11 Januari 2018 siang. Selepas ditangkap, Gusti Aji digelandang ke markas Garnisun tersebut. Iskandar menuturkan, Gusti Aji juga tak memiliki identitas pengenal meski mengaku tinggal di Kelapa Dua.

"Dari pengakuan, (dia -red) pengangguran," ujarnya. Sejumlah atribut militer atau TNI juga ditemukan saat petugas menggeledah tempat tinggal Gusti Aji. Atribut yang disita adalah seragam loreng TNI, tas, sepatu dan tempat minum militer, kaos dan celana, topi, baret serta pistol mainan. Iskandar mengatakan, pihaknya menyerahkan pengusutan perkara itu ke polisi guna menelisik dugaan adanya tindakan kriminal dengan berpura-pura sebagai anggota TNI.

Menurut dia, aturan ketentaraan juga melarang pemakaian atribut militer oleh masyarakat sipil. ‎Dia menghimbau, masyarakat melaporkan ke aparat TNI dan polisi setempat bila merasa curiga dengan orang-orang yang berpakaian seragam militer atau TNI. Sementara itu, Gusti Aji hanya bisa terpekur ketika diperiksa di Kantor Sub Garnisun Depok. Dengan mengenakan seragam TNI lengkap, Gusti Aji tak bisa mengelak ketika barang bukti atribut-atribut militer miliknya diperlihatkan.

Malu

Kepada wartawan, pria yang mengaku berumur 45 tahun tersebut menampik menggunakan seragam TNI untuk melakukan perbuatan kriminal. "Untuk pemakaian salah, tetapi tidak (digunakan untuk perbuatan -red) kriminal, tidak pernah," ujarnya. Dia mengaku hanya senang memakai atribut militer. Oleh karena itu, Gusti Aji pun gemar mengoleksi perlengkapan-perlengkapan tentara. Barang-barang koleksinya tersebut dibelinya dari kawasan Cijantung, Jakarta dengan uang senilai Rp 5 juta. 

Gusti Aji mengaku hanya memakai seragam TNI saat makan di luar rumah. Untuk kebutuhan makan, Gusti pun masih bergantung dari uang pemberian orang tuanya. Kini, dia merasa menyesal telah melakukan perbuatan itu. "Nyesal mah iya, malu mah iya," ujarnya. Atas perbuatannya, Gusti harus berurusan dengan polisi. Sejumlah anggota Polsek Sukmajaya turut memeriksanya di Kantor Sub Garnisun Depok.***

Baca Juga