Rekonstruksi Penjarahan Toko Oleh Geng Jepang, Terungkap TKP Lain

Pelaku Penjarah Toko/ANTARA
Tersangka pelaku penjarahan toko pakaian berikut barang bukti diperlihatkan saat rilis pengungkapan perkara, di Polresta Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.*

DEPOK, (PR).- Aparat Kepolisian Resort Kota Depok menggelar rekonstruksi aksi penjarahan berandalan bermotor di‎ Toko Fernando, Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya, Selasa, 9 Januari 2018. Dalam kegiatan tersebut, 13 adegan ditampilkan guna memastikan keterlibatan para tersangka.

"Kami berusaha merangkai persesuaian keterangan saksi, keterangan para tersangka ‎ditunjang dengan alat bukti langsung di TKP (tempat kejadian perkara),"‎ kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok Putu Kholis Aryana di lokasi rekonstruksi, Selasa, 9 Januari 2018.

Adegan diperankan langsung oleh tersangka dan beberapa polisi sebagai pengganti.  "Dimulai dari kelompok mereka datang, kemudian bagaimana mereka mulai insert atau masuk ke TKP. Kemudian barang-barang apa saja (yang dijarah-red),  peran-peran mereka apa saja," tutur Putu menjelaskan urutan adegan.

‎Rekonstruksi, tuturnya, juga makin memperjelas siapa pelaku utama, turut serta dan yang membantu aksi kriminal tersebut. Penyidik juga bisa memastikan jenis senjata tajam yang dipakai untuk menakut-nakuti penjaga toko.

‎"Sejauh ini hingga selesai rekonstruksi tidak ada perbedaan keterangan, seluruhnya sesuai sehingga rekonstruksi siang ini berjalan lancar," ucap Putu.

TKP lain terungkap

Dari hasil rekonstruksi, penyidik menyimpulkan seluruh pelaku‎ terlibat dalam perbuatan tersebut. Bahkan, penyidikan mengungkap adanya TKP lain yang pernah menjadi sasaran para tersangka.

"Dari hasil penyidikan telah berkembang menjadi sekitar 3-4 TKP tambahan. Ada di Limo, ada di Sawangan, seluruhnya kita lakukan proses penyidikan," ujar Putu.

Total tersangka, tuturnya, mencapai 19 orang. ‎"Kemudian untuk para pelaku terkategori anak, sembilan orang telah kita lakukan tahap 2 yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan," ujarnya.

Sisanya masih menjalani proses pengusutan perkara di Polresta Depok. Putu menambahkan, masih ada empat anggota berandalan bermotor lain yang diburu atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Untuk DPO tentunya kita mengharapkan yang bersangkutan dan keluarganya kooperatif, silahkan pertanggung jawabkan di depan hukum," kata Putu.

Rekonstruksi menyedot perhatian

Pantauan "PR", jalannya rekonstruksi tersebut menarik perhatian masyarakat sekitar. Warga berbondong - bondong mendatangi lokasi kejadian untuk menonton dan sekadar mengambil foto melalu telefon genggam.

Sementara itu, sejumlah tersangka yang digelandang ke lokasi rekonstruksi hanya bisa tertunduk saat bergantian memergakan adegan. Dalam adegan terungkap, aksi penjarahan tak langsung dilakukan oleh gerombolan bermotor dengan massa yang banyak. 

Aksi itu diawali beberapa orang yang masuk toko serta mengambil pakaian. Tindakan tersebut diikuti kelompoknya dengan jumlah yang banyak. Mereka terlihat membawa senjata tajam seperti celurit untuk mengancam penjaga toko.

Rekonstruksi yang berlangsung di tepi jalan pun mengundang kepenasaran pengendara kendaraan. Laju kendaraan terlihat agak melambat karena beberapa pengendara mengarahkan pandangannya ke arah Toko Fernando. Polisi pun turun tangan mengatur lalu lintas dan kerumunan warga yang menonton.

Seperti diketahui, Polresta Depok meringkus puluhan anggota berandalan bermotor yang menjarah pakaian di Toko Fernando, Jalan Sentosa Raya, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Minggu, 24 Desember 2017 lalu, sekitar pukul18.30 WIB.  Aksi berandalan bermotor itu berlangsung pada Minggu, sekitar pukul 04.42 WIB. 

Mereka beramai-ramai menjarah pakaian yang dijual toko tersebut. Aksi itu terekam CCTV atau kamera pengawas toko. 

Dalam video berdurasi 1 menit 28 detik tersebut, sekelompok pengendara motor terlihat menepi dan berkerumun di depan toko. Jumlah mereka semakin  membesar saat rombongan lain ikut berkerumun.

Tanpa banyak cakap, para berandalan itu segera mendatangi toko sehingga membuat penjaganya lari tunggang langgang. Barang dagangan toko yang ditumpuk dan digantung pun dijarah.*** 

Baca Juga