Gowes dan Jalan Kaki untuk Selamatkan Rumah Cimanggis

Rumah Cimanggis/BAMBANG ARIFIANTO/PR
Sejumlah komunitas sejarah dan pengunjung mendatangi bangunan bersejarah Rumah Cimanggis di kawasan Lapangan Pemancar RRI, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Minggu, 7 Januari 2018. Mereka meminta Rumah Cimanggis diselamatkan karena terancam penggusuran proyek Universitas Islam Internasional Indonesia.*

SEPASANG pria dan wanita menarik perhatian para pengunjung bangunan bersejarah Rumah Cimanggis pagi itu. Keduanya mengenakan pakaian putih dengan topi bak meneer dan noni Belanda di masa lalu. Satu persatu pengunjung yang banyak berasal dari komunitas pegiat sejarah, pecinta museum dan pesepeda mengajak mereka berfoto.

Berlatar belakang ukiran unik kayu dan arsitektur bangunan yang masih tersisa, para pengunjung di bawa kembali ke masa Rumah Cimanggis saat masih utuh dan berfungsi.

Di sudut lain, beberapa pengunjung mengabadikan Rumah Cimanggis dalam lukisan dan sketsa. Pandangan mata mereka terhunus merekam dan menuangkan jejak tempo dulu itu dalam kanvas dan kertas.

Suasana bangunan peninggalan Gubernur Jenderal VOC Petrus Albertus Van Der Parra pada abad ke-18 tersebut yang biasa sepi dan suram mendadak ramai. Beberapa pesepeda yang datang ikut mengabadikan Rumah Cimanggis dengan kamera telefon genggam masing-masing.

Mereka seakan diburu waktu menikmati mengabadikan Rumah Cimanggis yang terancam tergusur pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia.

Ya, demikianlah kegiatan jalan santai dan bersepeda bersama ke Rumah Cimanggis yang diselenggarakan Komunitas Sejarah Depok di kawasan Lapangan Pemancar RRI, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Minggu, 7 Januari 2018.

Kawasan tersebut menjadi lokasi proyek pembangunan UIII. Lebih dari seratus lebih anggota berbagai komunitas dari Depok dan Jakarta tumplek mendatangi bangunan tua yang rusak dan tak terawat itu. Kesan angker lenyap saat mereka mendapat informasi tentang nilai sejarah Rumah Cimanggis dan pentingnya mempertahanka keberadaanya dari Komunitas Sejarah Depok.

"Acaranya sendiri sebenarnya lebih kepada memperkenalkan ini bangunan sejarah yang sangat punya nilai," kata Logo Situmorang selaku koordinator acara.

Informasi tentang rencana penggusuranlah yang memantik pegiat sejarah di Depok membuat kegiatan wisata itu bersama komunitas dan perorangan. "Akhirnya bikin acara gowes dan jalan kaki dengan teman - teman komunitas, ada Depok Klik, Info Depok, Forum Komunitas Hijau, Depok Heritage, Nyok Ke Museum,Yayasan Kebudayaan Betawi, dan masih banyak lagi," kata Logo.

Tak berlangsung mulus

Kedatangan komunitas tak berlangsung mulus. Pihak pengelola lahan RRI sempat tak memperbolehkan masuk. Namun setelah proses alot, mereka akhirnya bisa masuk mengunjungi Rumah Cimanggis.

"Mungkin dikira kita mau demo," ucap Logo. Dia berharap, bangunan tersebut bisa tetap dipertahankan, terawat dan berfungsi.

Sementara itu, Ketua Umum Depok Heritage Ratu Farah Diba menyatakan, komunitas sejarah  bakal mengambil inisiatif mendaftarkan Rumah Cimanggis ke register nasional Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud. Hal tersebut dilakukan lantaran Pemerintah Kota Depok tak kunjung mendaftarkannya sebagai bangunan cagar budaya. Pemkot baru mendaftarkan kawasan Depok lama saja sebagai cagar budaya.

Pendaftaran Rumah Cimanggis di register nasional menjadi cara menyelematkan keberadaanya. "Bangunan (jika) sudah terdaftark di sana, maka pihak pusat dari kementerian yang akan melindungi dan mengawal dari bangunan UIII ini," ujarnya.

Yang menarik, kegiatan gowes ke Rumah Cimanggis diikuti Staf Ahli Menteri Agama sekaligus Koordinator Untuk Museum dan Pusat Peradaban Islam UIII Oman F. Oman mengaku, belum mengetahui apakah Rumah Cimanggis dalam master plan proyek dipertahankan atau tidak.

"Belum tahu, justru itu karena waktu membuat master plan itu kan di sini tidak ada plang bahwa ini benda cagar budaya, jadi masih umum saja," ucapnya.

Dia mengaku bakal menyampaikan informasi pentingnya nilai sejarah Rumah Cimanggis ke institusi yang terlibat pembangunan UIII. ‎"Kalau misi saya sekarang baru aka menyampaikan pentingnya ini dilestarikan. Soal teknisnya nanti kita lihat perkembangannya," ujar Oman.***

Baca Juga

Waspadai Pelecehan Seksual di Jalan Raya

DEPOK, (PR).- Aksi pelecehan seksual terhadap perempuan terjadi di Jalan Kuningan Datuk, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok.