Semburan Air Bercampur Gas di Ratusan Rumah Hebohkan Indramayu

Api menyala di atas semburan/GELAR GANDARASA/PR
WARGA menunjukkan titik semburan di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Indramayu, Rabu 3 Januari 2018.*

INDRAMAYU, (PR).- Semburan air bercampur gas keluar di ratusan rumah wilayah Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Semburan air bercampur gas tersebut terjadi di 135 rumah milik warga.

Guna langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu sudah mendirikan posko di lokasi titik sembur.

Berdasarkan pantauan “PR”, di lokasi, Kamis 4 Januari 2018, semburan air bercampur gas dan lumpur tidak hanya terjadi di satu titik saja. Melainkan ada banyak titik-titik semburan yang terjadi. Adapun semburan tersebut mengeluarkan air seperti ditiup dari bawah.

Kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar seminggu terakhir. Titik semburan kebanyakan terjadi di daerah sumur bor warga. Air semburan tersebut tidak panas. Tak hanya itu, bahkan di titik lainnya semburan yang kelluar bisa dibakar oleh api. Bahkan oleh sebagian warga gas tersebut diamanfaatkan untuk keperluan memasak sehari-hari.

Umi (65) salah seorang warga terdampak mengaku, air semburan tersebut membanjiri pekarangan rumahnya. Bahkan air semburan sampai masuk ke dalam rumah. “Pada masuk air semua, ini bagaimana bisa begini,” tanya Umi. Dia pun mengaku, menghirup aroma gas dari semburan tersebut meski tak begitu menyengat. Untuk mensiasatinya maka ia pun terpaksa menutup titik semburan menggunakan semen dan bata agat tidak terus meluap. “Ini kemarin baru ditutup sama saya. Tadinya air menyembur ke atas,” kata Umi.

Lain hal dengan warga terdampak lainnya Jaenab (55). Jaenab mengaku, air sumur di rumahnya sudah tidak bisa digunakan lagi. Selain kotor, air sumur miliknya juga dipenuhi oleh lumpur. Tak ayal ia pun takut untuk menggunakan air walau untuk mencuci saja. “Saya enggak berani. Takut ada apa-apa nanti,” ujar dia.

Untuk saat ini, ia pun terpaksa membeli air bersih guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Jaenab menjelaskan, semburan itu pada awalnya sudah terjadi lebih dari 5 bulan lalu. Namun baru beberapa hari terakhir ini saja semburannya menguat. “Sudah lama seingat saya sudah berbulan-bulan,” katanya. Ia menambahkan, gas semburan tersebut terkadang tercium menyengat. Tak ayal dirinya mengaku kerap merasakan sesak nafas.

Tidak berbahaya

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu Edi Kusdiana mengatakan, hingga saat ini masih ditelusuri penyebab semburan tersebut. Namun yang pasti, semburan air bercampur gas itu tidak berbahaya bagi warga.

“Belum ada keputusan, masih diselidiki,” kata Edi. Edi menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan semburan memang terjadi di banyak titik permukiman warga. Ada yang di pekarangan hingga di dalam rumah warga. “Sementara baru ada 135 rumah warga,” ujar Edi.

Edi menambahkan, BPBD telah melakukan langkah antisipasi dan menerjunkan petugas ke lokasi semburan. Upayanya guna menghindari kemungkinan-kemungkinan negatif BPBD telah mendirikan posko di lokasi semburan. Posko tersebut disiapkan jika sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan pertolongan pertama. “Personel yang ada siap untuk membantu,” tutur dia. Selain posko, BPBD juga telah menyalurkan bantuan mobil tangki air bersih. Mengingat sumur-sumur warga kini sudah tercemar oleh lumpur.

Untuk sementara ini, belum ada warga yang dievakuasi ke tempat lebih aman. Namun demikian, BPBD Indramayu siap jika nantinya masyarakat benar-benar harus dievakuasi. “Kami akan lakukan evakuasi jika dibutuhkan segera,” ungkapnya. Ke depan BPBD akan terus bersiaga di lokasi semburan gas tersebut. Meningat hingga saat ini semburan air bercampur gas tersebut belum bisa berhenti. **

Baca Juga

Kapal Bermuatan Pupuk Karam di Laut Jawa

INDRAMAYU, (PR).- Sebuah kapal motor bermuatan pupuk karam di perairan Jawa, Sabtu 6 Januari 2018. Kapal bermuatan puluhan ton pupuk itu membawa 6 orang anak buah kapal (ABK).

Jelang Natal, Jutaan Petasan Disita

INDRAMAYU, (PR).- Menjelang perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018 ini Polres Indramayu menggerebek sebuah gudang petasan di Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.