Polisi Lakukan Sidak Setelah Tawuran Tewaskan 1 Pelajar

Memeriksa Tas Siswa/HILMI ABDUL HALIM/PR
PETUGAS kepolisian memeriksa tas siswa yang berada di luar sekolahnya di Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Rabu, 3 Januari 2018. Tawuran antar pelajar kembali terjadi pada Selasa, 2 Januari 2018, menewaskan seorang pelajar dan melukai lima orang lainnya.*

CIBINONG, (PR).- Petugas kepolisian, Pemerintah Kecamatan Cibinong dan instansi lain di Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak, Rabu, 3 Januari 2018, ke beberapa sekolah yang kerap terlibat tawuran antar pelajar. Kegiatan tersebut menyusul tawuran yang menewaskan seorang pelajar di Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor sehari sebelumnya.

Dari hasil penggeledahan petugas, Kepala Polisi Sektor Cibinong, Hida Tjahjono mengaku tidak menemukan senjata jenis apapun dari para siswa. Petugas juga memeriksa telefon genggam milik para siswa untuk memastikan tidak ada konten kekerasan dan konten negatif lainnya.

"Kami juga memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa menguasai senjata tajam itu ada ancaman hukuman pidananya apalagi digunakan untuk melukai orang lain," kata Hida di sela-sela kegiatan tersebut.

Meski kegiatan belajar mengajar telah dimulai sejak Selasa, 2 Januari 2018 lalu, puluhan siswa di satu sekolah diketahui belum masuk tanpa alasan.

Selain memeriksa tas para siswa, petugas juga menyisir kantin di sekitar sekolah untuk memastikan tidak ada senjata yang disembunyikan para siswa. Pada kesempatan yang sama, pemerintah kecamatan setempat memperingatkan pihak pengelola sekolah agar lebih memperhatikan kegiatan siswa di luar jam sekolah agar tidak melakukan hal negatif seperti tawuran.

Di luar sekolah, petugas polisi dari satuan Sabhara Resor Bogor juga melakukan operasi ke sejumlah lokasi yang biasa dijadikan tempat berkumpul para pelajar saat jam sekolah maupun setelahnya. Hida melarang para siswa berkumpul di tempat umum untuk menghindari terjadinya tawuran dengan pelajar dari sekolah lain.

"Secara Represif tercatat pada tahun 2016 kami sudah menjebloskan dua orang pelajar pelaku pembunuhan pada saat tawuran pelajar di sekitar perempatan Nanggewer," kata Hida meyakinkan angka tawuran selama 2017 menurun.

Ia mengancam para pelaku tawuran dengan hukuman berat sesuai pasal dalam Undang-undang Peradilan Anak, yakni hukuman penjara rata-rata tujuh tahun lamanya.

Kronologi tawuran

Tawuran antar pelajar kembali terjadi pada hari kedua tahun baru, Selasa siang di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Peristiwa tersebut menyebabkan seorang siswa SMK PGRI 2 Kota Bogor berinisial YS (18) meninggal dunia setelah terkena bacokan di bagian leher dari lawannya.

Kapolsek Citeureup Tri Suhartanto menjelaskan kronologi tawuran tersebut terjadi saat sejumlah pelajar yang berkumpul menunggu angkutan umum. Mereka tiba-tiba diserang sekelompok pelajar lain yang membawa senjata tajam hingga menyebabkan korban.

Selain korban jiwa, tawuran tersebut juga melukai lima pelajar lainnya. Para korban yang mengalami luka ringan maupun berat masing-masing berinisial GS (16), MD (17), AL (17), W (16), dan R (17).

Mereka langsung dilarikan ke Klinik Insani Citeureup dan RSUD Cibinong, Bogor setelah tawuran tersebut.

Dari hasil pemeriksaan terhadap para saksi, polisi akhirnya menetapkan seorang pelaku berinisial  AF (17) dari sekolah berbeda dengan korbannya. "Kami masih perdalam lagi. Ia pun masih dalam masa perawatan karena mengalami luka,” kata Tri mengaku menyita dua celurit dari pelaku dan lokasi kejadian.

Ia mengaku akan membandingkan hasil pemeriksaan saksi dengan hasil otopsi korban yang dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Tri belum bisa menyebutkan pasal yang diberikan pada pelaku pengeroyokan kali ini.***

Baca Juga

Calon Wakil Bima Arya Berinisial D

BOGOR, (PR).- Wali Kota Bogor Bima Arya membocorkan identitas calon wakil wali kota yang akan mendampinginya pada Pemilihan Wali Kota Bogor 2018 berinisial nama D.