Jelang Pilkada Serentak 2018 Rawan Peredaran Uang Palsu

Ilustrasi/ANTARA

SUBANG, (PR).- Kapolres Subang Muhammad Joni mengimbau warga agar mewaspadai peredaran uang palsu, khususnya menjelang Pilkada Serentak 2018. Pasalnya kepolisian telah menangkap tiga tersangka yang diduga mengedarkan uang palsu sekaligus mengamankan barang bukti total senilai Rp 9 juta.

"Kami imbau warga agar hati-hati dan lebih teliti saat menerima uang pecahan nominal Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Sebab momentum Pilkada rentan peredaran upal," ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim Mochammad Ilyas Rustiandi, di Mapolres, Rabu, 3 Januari 2018.

Dikatakan Kapolres, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait peredaran uang palsu oleh tiga tersangka yang saat ini sudah diamankan di Mapolres. Selain pengawasan, sekaligus pula menjaga stabilitas dan kondusifitas Kamtibmas pada saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

"Kami berharap bila ada temuan secepatnya melapor ke Kantor Polisi terdekat, sehingga bisa segera di tindaklanjut. Jadi peran aktif masyarakat penting membantu kepolisian mengungkap pengedar upal tersebut," ujarnya.

Menyasar warung

Kapolres mengungkapkan tiga tersangka yang diamankan berinisial M, R dan N. Awalnya terungkap ketika M melakukan transaksi di sebuah warung di Wilayah Kecamatan Blanakan Subang

M dicurigai saat berbelanja menggunakan uang palsu, pemilik warung melapor ke Polsek Blanakan. Kemudian Polsek berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Subang, melakukan penangkapan M.

"Ini berkat laporan pemilik warung yang menjadi korban upal tersebut, kami merespons laporan itu," ujarnya. 

Dikatakannya, setelah dilakukan pemeriksaan, dari diperoleh informasi upal itu didapatkan dari paman dan ayah angkatnya berininsial R dan N. Petugas mengejar dan mengamankan kedua tersangka, R dan N di rumahnya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas berhasil menyita upal total Rp 9 juta.

Dijelaskannya, dari keterangan M, setelah dikembangkan ternyata kasus upal di Subang ini tersangkanya masih ada hubungan keluarga, yaitu anak, ayah angkat dan paman. Hingga kini masih dilakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya termasuk pembuatnya.

"Para pelaku dijerat dengan pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-undang nomor 1 tahun 2011 tentang mata uang," ujarnya.***

Baca Juga

Pilkada Subang Diikuti Tiga Pasangan

SUBANG, (PR).- Tiga pasangan hampir dipastikan akan bersaing di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Subang pada pilkada serentak tahun 2018.