Tak Ada Bakal Calon Bupati Independen yang Penuhi Syarat Dukungan

Pilkada Garut/RANI UMMI FADILA/PR
Anggota KPU Kabupaten Garut melihat kembali berkas dukungan bakal calon bupati dari jalur independen di kantor KPU Kabupaten Garut, Selasa, 2 Januari 2018. Berdasarkan verifikasi faktual, tidak ada bakal calon bupati dari jalur independen yang memenuhi syarat minimal dukungan.*

GARUT, (PR).- Tidak ada bakal calon bupati Garut dari jalur independen yang dinyatakan memenuhi jumlah minimal syarat dukungan untuk bisa maju dalam Pilkada 2018. Meski demikian, bakal calon bupati dari jalur independen diberikan waktu untuk kembali mengumpulkan dukungan hingga 18 Januari 2018.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut telah menyelesaikan kegiatan verifikasi faktual berkas dukungan bakal calon bupati dari jalur independen pada 30 Desember 2017. Berdasarkan data dari bagian hukum KPU Kabupaten Garut, dari tiga bakal calon bupati jalur independen yang menyerahkan berkas dukungan, tidak ada satu pun yang memenuhi syarat dukungan minimal 117.346 orang.

Pasangan Soni Sondani-Usep Nurdin hanya mengantongi 41.552 dukungan yang memenuhi syarat. Sementara, pasangan Suryana-Wiwin Suwindaryati mengantongi 67.496 dukungan yang memenuhi syarat.

Satu lagi, pasangan Dedi Supriadi-Muhamad Ali menyatakan mengundurkan diri dalam ajang Pilkada 2018. Surat pengunduran diri diterima KPU pada 18 Desember 2017.

Meski belum ada pasangan calon bupati dan wakil bupati jalur independen yang memenuhi syarat, KPU memberikan kesempatan untuk berupaya memenuhi dukungan hingga 18 Januari 2018. Namun, jumlah dukungan yang harus dipenuhi menjadi dua kali lipat.

Contohnya, untuk pasangan Soni-Usep, jumlah dukungan yang kurang sebanyak 75.794 orang. Berarti, jumlah kekurangan dukungan yang harus didapat menjadi 151.588 orang.

Sementara, untuk pasangan Suryana-Wiwin, harus mengumpulkan lagi dukungan sebanyak 99.700 orang karena jumlah kekurangan dukungan 49.850 orang.

Mengerahkan relawan

Tim sukses masing-masing pasangan bakal calon bupati jalur independen telah mengetahui hasil verifikasi faktual dari KPU Kabupaten Garut. Ketua tim sukses Soni-Usep, Didin Wahyudin sudah menggerakkan para relawan untuk kembali mengumpulkan dukungan untuk Soni-Usep. Tim relawan disebut masih solid berupaya memajukan Soni-Usep dalam Pilkada 2018.

Setiap relawan di tingkat desa bahkan ditargetkan mengumpulkan 500 Kartu Tanda Penduduk. Didin mengklaim, saat ini, dukungan untuk Soni-Usep sudah mencakup 370 desa. "Kami door to door mengumpulkan dukungan. Namun, saya berpesan kepada relawan untuk mengumpulkan dukungan yang sebenar-benarnya," ucap Didin kepada "PR", Selasa 2 Januari 2018.

Ia tak ingin kembali terjadi adanya dukungan fiktif untuk Soni-Usep. Soalnya, KPU akan kembali menverifikasi faktual berkas dukungan yang diserahkan pada 18 Januari 2018 nanti. 

Didin mengklaim, saat ini, pihaknya sudah berhasil mengumpulkan sebagian dari 151.588 kekurangan dukungan yang harus dipenuhi. Ia memastikan, pasangan Soni-Usep akan menyerahkan kekurangan dukungan pada 18 Januari 2018.

Hal serupa dilakukan tim sukses Suryana-Wiwin. Seorang anggota tim sukses Suryana-Wiwin, Asep Yusuf tim relawan sudah kembali ke lapangan untuk memenuhi kekurangan dukungan yang disyaratkan KPU. Setiap relawan di tiap desa ditargetkan dapat mengumpulkan 200 KTP. 

"Strateginya, kami akan menyentuh desa-desa yang dukungannya masih kosong. Terutama desa-desa yang jauh," ucap Asep.

Ia mengklaim, dukungan untuk Suryana-Wiwin sudah mencakup 402 desa di 41 kecamatan. Sementara, jumlah desa di Kabupaten Garut sebanyak 424 desa. 

Pengumpulan dukungan dilakukan dari rumah ke rumah oleh tim relawan Suryana-Wiwin dalam waktu dua pekan kedepan ini. Menurut ia, jumlah kekurangan dukungan yang harus dipenuhi sebanyak 99.700 tidak tergolong berat.***

Baca Juga

Pilkada

Sosialisasi Pilkada Libatkan Sipil dan Mahasiswa

GARUT, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut melibatkan kelompok sipil maupun mahasiswa untuk melakukan kegiatan sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Garut maupun Provinsi Jawa Barat kepada seluruh lapisan masyarakat

Masifkan Mesin Politik, Paguyuban Pasundan Dukung Hasanah

INDRAMAYU, (PR).- Dukungan Paguyuban Pasundan hingga ke tingkat anak cabang dan ranting di desa-desa menjadi sejarah kekuatan politik organisasi. Sebelumnya, organisasi ini sudah melahirkan sejumlah tokoh nasional seperti Rd.