Pilkada Serentak 2018 Subang: Koalisi Motekar Belum Final

Pilbup Kabupaten Subang - Pilkada Serentak 2018/DWI SETYADI/PR

WAKTU pendaftaran pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Subang 2018, tinggal menghitung hari. Rencananya di awal pekan Januari 2018, KPU Subang membuka pendaftaran bagi bakal pasangan calon yang diusung partai politik.  

Akan tetapi, hingga saat ini, di Kabupaten Subang belum ada parpol maupun koalisi parpol yang sudah memastikan kandidat bakal pasangan calon yang akan mereka usung. 

Atmosfer politik pilkada serentak pun belum terasa kuat, malahan cenderung masih relatif landai. Namun, komunikasi antarparpol guna membangun koalisi terus berjalan, tetapi belum ada kepastian.

Sebenarnya ”perang” baliho dari yang memiliki hasrat menjadi bakal calon bupati ataupun wakil bupati sudah berlangsung lama. Bahkan, sejak beberapa bulan ke belakang sudah bermunculan. 

Sejumlah lokasi dan tempat strategis di Kabupaten Subang sudah ”dipenuhi” baliho bergambar figur yang berhasrat maju di Pilakada Subang 2018. Malahan saking banyaknya baliho yang terpasang membuat sareukseuk karena tampak tak beraturan.

Namun, maraknya baliho itu, nyatanya belum berbanding lurus dengan dukungan parpol yang akan mengusung mereka. Sebab belum ada parpol ataupun koalisi parpol yang sudah resmi memastikan nama pasangan yang akan diusung, termasuk PDIP selaku pemilik kursi terbanyak di DPRD Subang.

Selama ini yang berkembang, dukung mendukung sebagian besar baru sebatas lisan di acara-acara tertentu. Namun, semua itu belum berupa deklarasi resmi terbuka. 

Peta kekuatan politik di Subang sepertinya masih dinamis, terus bergerak dan bisa berubah-ubah mengingat belum ada yang pasti.

Elektabilitas

Beberapa waktu lalu, sempat mencuat ”Koalisi Motekar” yang terdiri atas Golkar, PPP, dan PAN. Hal itu diungkapkan Ketua DPD PPP Subang, Oom Abdul Rohman saat acara Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD) dan Rapimcab Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan awal Desember lalu. 

Dia menyatakan, dukungan PPP terhadap Imas Aryumningsih yang merupakan Ketua Partai Golkar Subang dan juga petahana. ”PPP sudah menjalin kebersamaan dengan Golkar dan PAN yaitu koalisi motekar, dan mengusung Bupati saat ini Bu Imas,” kata Oom.

Alasannya mengusung Imas karena melihat elektabitias dan popularitasnya di masyarakat Subang dan intern partai. ”Hasil survei semua anggota PPP mencapai 60% memilih Bu Imas, sehingga kami sepakat mengusungnya,” ujarnya menambahkan.

Ketika itu, Bupati Subang Imas Aryumningsih berterima kasih karena PPP telah mendukung kepemimpinannya ke depan. 

”Saya kaget bisa secepat ini mendukung saya, ini tentunya menambah beban saya karena menambah lagi tanggung jawab, apalagi untuk menyatukan visi misi ke depan,” ujarnya.
Belakangan dikabarkan PKS juga akan ikut bergabung. Namun, perubahan peta politik di Pilgub Jabar, terutama munculnya koalisi Gerindra, PAN, dan PKS serta Golkar-Demokrat setidaknya akan berpengaruh terhadap perubahan peta politik pilkada di Subang.

Ketua DPD Golkar Subang Imas Aryumningsih selaku petahana yang hampir dipastikan maju lagi di Pilkada Subang mengungkapkan Koalisi Motekar belum final. 

Ia masih terus melakukan komunikasi dengan parpol lain. Koalisi masih terbuka dengan partai mana pun, sebab belum bisa memastikan bakal calon wabup yang akan menjadi pendampingnya nanti. 

”Sekarang belum, masih mencari yang cocok. Nanti awal Januari baru ada kepastiannya. Sekarang masih mencari, belum ada yang pas. Yang pasti saya mencari sosok tak khianat dan mau kerja bareng nantinya,” ujarnya. 

Lima nama calon sudah mengerucut

DI Subang, sebenarnya hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang bisa melenggang ke pentas Pilkada 2018. PDIP dapat menyodorkan bakal pasangan calon tanpa perlu koalisi. 

Sebab, PDIP sudah mengantongi 10 kursi di DPRD. Itu artinya  sudah memadai dan memenuhi syarat jumlah dukungan minimal. Sementara itu, parpol lainnya mau tidak mau harus berkomunikasi dan membangun koalisi guna memenuhi kuota untuk mengusung bakal pasangan calon. 

Akan tetapi, untuk pilkada kali ini, partai berlambang banteng dengan moncong putih itu pun masih belum mengumumkan pasangan calonnya. Sekretaris DPC PDIP Subang, Ating Rusnatim mengatakan DPC PDIP Subang belum menerima pemberitahuan resmi dari DPP PDIP di Jakarta. 

Walaupun sudah bukan rahasia, beredar kabar ada yang mengatakan A atau B sudah mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP, tetapi faktanya DPC belum menerima. 

”Kalau sudah jadi keputusan resmi DPP, tentu kami di DPC pasti dapat surat resminya. Sampai sekarang belum ada apa-apa. Kami belum menerima rekomendasi. Yang pasti, siapa pun orangnya nanti kami pasti patuh pada keputusan DPP,” ujarnya.

Diakui Ating, persiapan DPC PDIP Subang sebenarnya sudah berlangsung jauh-jauh hari. Waktunya cukup panjang dan telah menempuh tahapan sesuai dengan mekanisme aturan partai. 

”Injury time”

Sesuai dengan mekanisme hasil penjaringan DPC beberapa waktu lalu, ada belasan nama yang telah disampakan ke DPD PDIP Jabar dan diteruskan ke DPP PDIP. Itu artinya, kewenangan di DPC PDIP Subang sudah selesai, tinggal menunggu keputusan DPP PDIP. 

”Sebab keputusan akhirnya ada DPP, siapa pun nantinya yang mendapat rekomendasi  pasti didukung penuh dan tak bisa ditolak. Informasi terakhir, dari belasan nama yang digodok DPP kini tinggal lima nama, tetapi siapa saja orangnya kami juga belum dapat kepastian. Jadi sampai hari ini, kami belum menerima apa pun dari DPP,” ujarnya.

Ating menjelaskan, targetnya nama bakal calon yang akan diusung PDIP itu sebelum pendaftaran berakhir sudah ada, tetapi waktunya belum bisa dipastikan. 

”Pengalaman pilkada di Subang sebelumnya, rekomendasi DPP keluar saat injury time. Periode sebelumnya saja kami baru menerima rekomendasi dua hari sebelum pendaftaran berakhir. Sekarang juga kemungkinan hampir sama,” ujarnya. 

Walaupun PDIP Subang bisa mengusung sendiri bakal pasangan calon, kata Ating, kemungkinan untuk berkoalisi dengan parpol lain masih terbuka lebar, seperti dengan Golkar ataupun PKB bisa saja terjadi. 

Sampai dengan saat ini belum ada kepastian yang mengikat, walaupun komunikasi dengan parpol lain terus dibangun. 

”Peluang bisa bareng lagi dengan Golkar seperti pilkada sebelumnya atau sebaliknya berpisah bisa terjadi. Intinya, sekarang belum ada apa-apa, kemungkinan kalau sudah ada rekomendasi, kami baru bisa melangkah pasti,” ujarnya. 

Lalu parpol atau koalisi parpol manakah yang akan lebih dulu memastikan bakal calon pasangan yang akan diusung dalam Pilkada Serentak 2018 Kabupaten Subang, sepertinya masih dalam proses penggodokan di internal masing-masing parpol. 

Kemungkinan detik-detik akhir tahun 2017 ataupun memasuki awal tahun 2018, baru akan terlihat wujud pastinya.***

Baca Juga

Pilkada Subang Diikuti Tiga Pasangan

SUBANG, (PR).- Tiga pasangan hampir dipastikan akan bersaing di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Subang pada pilkada serentak tahun 2018.