44 Orang Keracunan Tape Ketan, 2 di Antaranya Meninggal Dunia

Korban Keracunan Tape/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
PARA korban keracunan tape maut saat sedang mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Bojong dan Darangdan pada Selasa 2 Januari 2018.

PURWAKARTA, (PR).- Sebanyak 44 orang warga di dua kecamatan, yaitu Darangdan dan Bojong alami keracunan. Mereka mengalami keracunan saat mengonsumsi tape ketan hitam yang dijual pedagang keliling bernama Omat (48).

Dari peristiwa keracunan ini dua orang dilaporkan meninggal dunia. Mereka yang meninggal dunia ini adalah‎ Roni Sutisna (60), warga Dusun Bunisari Desa Bojongbarat Kecamatan Bojong. Selain itu Eti (60) warga Kampung Rancasari, Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong juga meninggal dunia.

Eti meninggal pada Selasa 2 Januari 2017 di RSUD Bayu Asih, Kabupaten Purwakarta. Sementara Roni meninggal sehari sebelumnya juga di RSUD Bayu Asih, setelah mendapat rujukan ke RSUD dari Klinik Bakti Mulya di Kecamatan Bojong.

Salah satu korban keracunan Nurhayati (46) warga asal Kampung Rancasuni, Desa Sukamanah Kecamatan Bojong, mengatakan, tape ketan hitam itu ia beli dari penjual yang sudah biasa berjualan di kampungnya. Pedagang itu kata ia, berasal dari Cililin, Kabupaten Bandung Barat dan sudah menjadi langganan warga Desa Sukamanah sejak lama.

"Rasa tapenya sedikit berbeda dari biasanya, ada rasa kesat dilidah sewaktu dimakan, selang beberapa jam tiba-tiba perut saya sakit dan mual bahkan sempat muntah-muntah juga," kata Nurhayati saat ditemui di Puskesmas Darangdan.

Sementara itu Omat, pedagang tape ketan hitam ini pun akhirnya dia‎mankan pihak kepolisian. Omat tercatat sebagai warga Kampung Cikopeng, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Korban bertambah

Kapolsek Bojong, Teguh Sujito menjelaskan kejadian awal dari keracunan masal tersebut. "Kejadian berawal pada, Minggu 31 Desember 2017 lalu. Para korban membeli makanan tersebut dari tersangka sehari sebelum kejadian keracunan, dengan harga Rp 3500, kemudian sore harinya korban merasakan mual-mual diperut dan pusing. Lalu para korban dibawa ke Klinik Bakti Mulya. Salah satu warga, atas nama Roni Sutisna setelah diperiksa dokter setempat dirujuk ke Bayu Asih, namun akhirnya meninggal dunia," ucapnya.

Lalu, pihak Kepolisian, lanjut Teguh, setelah menerima laporan, cek TKP. "Kita bawa korban lainnya ke Puskesmas terdekat, untuk diautopsi. Lalu tim melakukan penangkapan pada tersangka," ujarnya.

Terpisah Camat Bojong, Wawan Darmawan, dalam keterangannya mengatakan, salah satu warganya yaitu Eti (60) meninggal dunia karena keracunan tape hitam ini. Menurut Wawan korban sempat dilarikan ke Puskesmas Wanayasa, namun melihat kondisi korban yang tak kunjung membaik, pihak puskesmas merujuk korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna mendapat perawatan yang lebih intensif.

"Korban meninggal akibat keracunan ini bertambah, atas nama Eti warga asal Desa Bojong Barat, meninggal dunia di RSUD Bayu asih sekitar pukul 06.00 pagi tadi, sekarang korban sudah disemayamkan," ujar Wawan.

Dari informasi yang dihimpun, jumlah korban keracunan ini mulanya berjumlah hanya 38 orang saja. Baik dari Kecamatan Bojong dan Darangdan. Namun korban keracunan bertambah menjadi 44 orang. ***

Baca Juga