Malam Tahun Baru 2018, Kali Terakhir Dedi Mulyadi Bertukar Peran dengan Pegawai Kebersihan

Bertukar Peran/HUMAS PEMKAB PURWAKARTA
BUPATI Purwakarta berada di tengah-tengah pegawai pegawai kebersihan yang bestatus sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Taman Pesanggrahan Padjadjaran Purwakarta, Minggu, 31 Desember 2017. Mereka saling bertukar peran.*

PEMERINTAH Kabupaten Purwakarta punya cara unik memperingati malam tahun baru 2018. Para pejabat bertukar peran dengan para pegawai kebersihan selama 24 jam.

Tugas pegawai yang bestatus sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) itu digantikan oleh para pejabat. Sementara, para pegawai menikmati berbagai fasilitas, mulai dari mobil dinas hingga gala dinner yang biasa digelar dalam acara resmi pemerintah.

Seperti yang terlihat malam ini, Minggu, 31 Desember 2017 di Taman Pesanggrahan Padjadjaran Purwakarta. Ratusan pegawai kebersihan tampil mengenakan pakaian batik lengkap dengan sepatu pantofel. Mereka mendapat fasilitas busana tersebut dari dinas tempat mereka bekerja.

Sementara itu, para pejabat tampil mengenakan kaos lengkap dengan alat kebersihan. Mereka bertugas membersihkan bekas makan para pegawai dan menyapu sampah di jalan usai acara peringatan malam tahun baru.

Tahun ini, tersirat aura kesedihan di wajah para pegawai. Pasalnya, 2017 merupakan tahun terakhir Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjabat. Bahkan, jika pria yang responsif terhadap keluhan warga itu maju sebagai calon Gubernur Jabar, bulan depan dirinya harus cuti dari jabatannya.

“Sedih saja, sekarang tahun terakhir bisa tertukar nasib dengan beliau. Selama puluhan tahun menjadi tenaga kebersihan, baru beliau yang memperhatikan nasib kami,” ujar Acim (50).

Kakek yang sehari-hari bertugas di Taman Pesanggrahan Padjadjaran itu menceritakan bahwa sudah menjadi tenaga kebersihan sejak digaji sebesar Rp200 ribu. Kini, gaji Acim sudah mencapai Rp2 Juta per bulan.

“Dulu, gaji Abah cuma Rp200 ribu, sekarang sudah Rp2 Juta berkat Pak Dedi,” katanya.

Bersih meski tanpa Adipura

Kepedulian Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta kepada pegawai, akhirnya membuahkan hasil. Pegawai kebersihan selalu semangat dalam bekerja dan berhasil menjadikan Purwakarta bersih dan asri walau tanpa Piala Adipura.

“Kami menjadi semangat kerja setiap hari. Meskipun tanpa Piala Adipura. Bagi kami yang penting bersihnya, bukan pialanya,” kata Acong (40), pegawai yang bertugas di Jalan Ipik Gandamanah.

Keluarga para pegawai kebersihan pun tak luput dari perhatian Dedi. Buktinya, anak pria yang bernama asli Wawan Gunawan itu diberi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Padjadjaran Bandung. “Anak saya diberi beasiswa oleh Pak Dedi. Sekarang kuliah di Bandung,” katanya.

Permintaan maaf Dedi Mulyadi

Dua periode menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi malah meminta maaf. Ia merasa belum maksimal dalam upaya memuliakan dan memberikan kebahagiaan bagi para pegawai, terutama pegawai kebersihan.

“Ini tahun terakhir saya. Saya meminta maaf kalau ada pegawai yang saya tegur atau saya marahi. Saya juga meminta maaf karena belum mampu membahagiakan Anda sekalian,” kata Dedi.

Meski begitu, ia mengaku senantiasa berusaha untuk memberikan kebahagiaan kepada seluruh pegawai. Acara ‘Tukar Nasib’ merupakan salah satu diantara upaya tersebut.

“Ini acara tahunan yang kita selenggarakan. Saya dedikasikan sebagai penghormatan kepada pegawai. Mereka adalah pejuang kebersihan di Purwakarta,” pungkasnya.***

Baca Juga

Warga Lingkar Barat Diminta Tak Jual Tanah

PURWAKARTA, (PR).- Warga di sekitaran Jalan Lingkar Barat di Purwakarta diminta tidak menjual tanah atau bangunan yang dimilikinya. Justru pembangunan jalan tersebut bertujuan agar perekonomian warga sekitar menjadi berkembang.