6 Korban Tragedi Kapal Karam Waduk Cirata Masih Belum Ditemukan

Pencarian Korban/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
PETUGAS Gabungan masih melakukan pencarian di lokasi diduga meruapakan tempat 6 korban hilang tenggelam di Waduk Cirata, Kampung Rawa Taal, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, pada Jumat 22 Desember 2017.*

PURWAKARTA, (PR).- Sebanyak 6 korban yang diduga kuat meninggal dunia, masih belum ditemukan dalam tragedi karamnya perahu bermesin tempel di Waduk Cirata. Sebelumnya dari 21 penumpang tenggelam 7 di antaranya hilang, namun baru satu ditemukan.

Namun setelah diteliti lebih lanjut, ternyata jumlah korban kesemuanya hanya 15 orang. Dengan rincian 9 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang yang ditemukan sudah meninggal dunia atas nama Yadi, adalah hoax. Karena saat itu kondisi sedang tidak memungkinkan.

Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas Jabar dan Pemadam Kebakaran Purwakarta, hingga siang pada Jumat 22 Desember 2017, masih terus lakukan pencarian di lokasi.

Demi mempercepat penemuan jenazah yang masih belum ditemukan, tim gabungan pun langsung menerjunkan 50 penyelam. Para penyelam ini pun sejak pagi hingga siang hari langsung melakukan penyisiran di lokasi.

Tetapi saat waktu salat Jumat tiba, tim ini pun menghentikan pencarian untuk sementara, dilanjutkan setelah selesai salat.

Petugas gabungan ini pun telah membentuk satgas yang diberi nama Tim Operasi Pencarian Korban Rawa Taal. Tim khusus ini dipimpin langsung oleh Dandim 0619 Kabupaten Purwakarta, Ary Maulana.

Ary Maulana sebagai 'incident commando' dari tim pencarian mengaku sampai siang ini jajarannya masih lakukan pencarian.

"Ada 6 warga yang masih hilang. Petugas gabungan masih menyisir sejumlah ke sejumlah lokasi," ujar Ary di posko penyelamatan, di Kampung Rawa Taal, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jumat 22 Desember 2017.

Menurut Ary petugas gabungan pun tidak sendiri dalam mencari para korban. Petugas pun dibantu oleh warga sekitar yang juga mahir dalam menyelam. "Petugas dan warga berupaya‎ sekuat tenaga menyisir areal-areal yang disinyalir menjadi titik dari para korban berada," ucapnya.

Kronologis insiden terbaliknya perahu

Terkait kesimpang siuran data korban dalam insiden perahu terbalik ini, Ary memberikan keterangan lebih lanjut. ‎Ary memastikan jika korban hilang jumlahnya 6 orang. Sedangkan, korban selamat berjumlah 9 orang.

Jadi, kata dia, berdasarkan keterangan yang dihimpun tim gabungan, korban yang‎ berada di perahu terbalik itu jumlahnya 15 orang

Sebelumnya kejadian ini berawal saat perahu yang dinahkodai Dana, mengangkut 15 orang dari Pulau Nusa.‎ Pulau Nusa ini berada di seberang Danau Cirata, tepatnya masuk di Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat.

Ary menjelaskan para penumpang merupakan para petani dan keluarganya. Mereka, merupakan warga yang hendak pulang dari ladang setelah memanen cabai di lokasi tersebut. Sayangnya, saat perjalanan pulang, sempat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.

"Hujan angin ini, mengakibatkan danau bergelombang. Perahu terhempas ke arus deras hingga oleng dan terbalik. Seluruh penumpang akhirnya jatuh ke danau," kata dia.

Tujuh hari pencarian

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Jabar, Riyadi‎ menambahkan, sampai saat ini ‎proses pencarian korban tenggelam masih belum membuahkan hasil. Rencananya pihak Basarnas akan melakukan pementaan untuk menyebar petugas yang akan melakukan pencarian.

"Saat ini, petugas baru menyisir sekira 200 meter dari lokasi kejadian‎. Lalu kita akan lakukan pemetaan untu memperluas area pencarian," ujar dia.

Adapun pencarian korban akan dilakukan sesuai protap. Yaitu selama 7 hari kedepan. Dalam hal ini, 50 penyelam gabungan telah disiagakan di lokasi.

Hanya saja, kata dia, dalam pencarian korban tenggelam ini petugas penyelam sedikit mengalami kendala. ‎Yakni, jarak pandang di dasar air. Jadi, di kedalam 30 meter, kondisi air sudah tak terlihat.

"Kalau arus air di TKP, cenderung tenang. Kedalaman air sekitar 56 m. Tapi, baru 30 m saja, para penyelam sudah tak bisa melihat apa-apa. Ini yang menjadi kendala. Tapi, bagaimana pun kami akan terus berupaya, supaya para korban segera ditemukan," ujarnya.***

Baca Juga

Anne Ratna-Aming Mendaftar ke KPU Purwakarta

PURWAKARTA, (PR).- Pasangan Calon bupati dan wakil bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika dan H. Aming mendaftar ke KPU Kabupaten Purwakarta. Mereka diantar oleh ratusan kader dan simpatisan dari 6 partai di Purwakarta.