12 Alat Peringatan Dini Tsunami di Pangandaran Rusak

Pantai Pangandaran/AGUS KUSNADI/KP

PARIGI, (PR). - Dari 14 alat deteksi dini tsunami yang terpasang di Kabupaten Pangandaran, hanya dua yang masih berfungsi. Sisanya rusak tak bisa digunakan.

"Itupun yang masih aktif dan terkoneksi dengan Pusdalops hanya dua EWS (early warning system atau sistem peringatan dini) yang dipasang oleh BMKG. Yang lainnya sudah tidak bisa digunakan atau rusak," ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penanggulangan Bencana Kab Pangandaran Nana Ruhena, Rabu, 19 Desember 2017.

Dua alat yang masih berfungsi itu terpasang di Telkom Pangandaran dan Bojongsalawe Parigi. Sedangkan untuk jangkauan voice dan sirine alat peringatan dini itu hanya mencapai 2 km saja. 

Ia mengatakan, dengan pantai sepanjang 91 km, idealnya terpasang 35 alat deteksi dini tsunami di Pangandaran.

"Ya karena dari sepanjang pantai di Pangandaran tidak semua ada penduduknya, ya idealnya harus terpasang sebanyak 30 sampai 35 EWS," ujarnya.

Penting bagi masyarakat

Alat deteksi dini tsunami ini sangat penting. Alat ini akan memberi peringatan pada warga jika terjadi potensi tsunami. Masyarakat akan bergerak menuju jalur evakuasi dan mencari tempat yang aman. 

Saat terjadi gempa di Tasikmalaya berkekuatan 6,9 SR pada Jumat, 15 Desember 2017 lalu, BMKG mengumumkan adanya potensi tsunami akibat gempa itu di di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.  

Namun, sekitar pukul 2.30 WIB, atau beberapa jam setelah terjadinya gempa, peringatan dini tsunami tersebut dinyatakan telah berakhir. Kemudian, BMKG menyampaikan bahwa kondisi sudah aman dari potensi tsunami.

BMKG lantas mengumumkan bahwa masyarakat sudah dapat kembali beraktivitas normal seperti biasa. Namun demikian masyarakat diimbau agar tetap waspada dan menghindari bangunan yang berpotensi rubuh.***

Baca Juga

50 Bakal Calon Legislatif Pangandaran Gunakan Ijazah Paket C

PARIGI, (PR).- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pangandaran saat ini tengah memverifikasi syarat-syarat administrasi bakal calon legislatif. Sejauh ini, verifikasi sudah masuk tahap sinkronisasi ijazah terakhir ke lembaga pendidikan.

Gelombang Tinggi Berakhir, Nelayan Pangandaran Panen Ikan

PANGANDARAN, (PR).- Usai terjadinya gelombang pasang air laut pekan lalu, kini para nelayan mulai panen ikan tangkapan. Aktivitas nelayan di tempat pelelangan ikan di Kabupaten Pangandaran pun mulai ramai.