Pasokan Tersendat, Harga Beras dan Daging Ayam di Karawang Melonjak

Sidak Pasar/DODO RIHANTO/PR
KEPALA Dinas Pangan Kabupaten Karawang Khadarisman melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional di Karawang untuk mengecek harga bahan pokok menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru.*

 

KARAWANG, (PR).- Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga beras dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional Karawang naik tajam. Hal itu terjadi akibat pasokan beras dan daging ke para pedagang tersendat.

Naiknya harga beras dan daging ayam itu terpantau saat Tim Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional di Karawang, Selasa, 19 Desember 2017. "Kami  mengecek harga dan pasokan sembako langsung ke pasar tradidsional. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan karena harga beras dan daging ayam cukup mahal," ujar Kepala Dinas Pangan Karawang, Kadarisman.

Menurutnya, kenaikan terjadi akibat pasokan beras dan daging ayam agak tersendat. Padahal, pembeli komoditas tersebut naik tajam menjelang datangnya dua momentum besar di penghujung tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan juga Ketua Paguyuban Pedagang Beras Pasar Johar, Sri Nargito (64). Menurutnya, sejak dua pekan silam pasokan beras ke Pasar Johar mengalami penurunan cukup drastis.

"Biasanya kiriman beras yang masuk ke Pasar Johar mencapai seribu ton per hari. Saat ini hanya tujuh ratus ton per hari," ujar Sri Nargito.

Sri menduga, tersendatnya pasokan tersebut akibat sejumlah sentra produksi padi di Karawang gagal panen karena serangan hama. "Kiriman beras hari ini lebih anjlok lagi. Beras yang masuk ke Pasar Johar hanya 300 hingga 400 ton perhari," kata Sri.

Disebutkan, akibat hal itu, para pedagang beras Pasar Johar tidak bisa memenuhi pesanan beras dari daerah lain. "Kami hanya melayani pembelian beras langsung di kios kami. Untuk pengiriman ke pasar lain, ditangguhkan dulu," katanya.

Menurut Sri,  harga beras Medium yang biasa dijual Rp 8.850 per kilogram naik menjadi Rp 9.700 per kilogram. Sementara harga beras Premium naik dari Rp 10.800 per kilogram menjadi Rp 11.800 per kilogram.

Tersendatnya pasokan terjadi pula pada komoditas daging ayam. Banyaknya peternak yang gagal panen membuat harga daging ayam naik signifikan.

"Harga daging ayam yang sebelumnya hanya dijual Rp 30.000 per kilogram, kini naik Rp38.000 per kilogram," ujar salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Johar, Kholis.

Dikatakan, mahalnya daging ayam membuat para konsumen lebih membeli ceker ayam. "Sebagai alternatif banyak pembeli yang milih tulang dan ceker ayam yang harganya cuma Rp 16.000 per kilogram. Mungkin hanya dibuat kaldu saja," ucap Kholis.

Operasi pasar

Di tempat yang sama, Kepala Bulog Subdivre Karawang-Bekasi, Muhammad Syaukani mengatakan, pihaknya akan melakukan operasi besar-besaran untuk menurunkan harga pada sejumlah komoditas yang saat ini mengalami kenaikan.

"Operasi pasar yang digelar saat ini, hanya dilakukan pada titik-titik tertentu saja. Dalam waktu dekat operasi pasar secara besar-besaran akan dilakukan," ujarnya.

Muhammad Syaukani juga mengaku sudah melakukan operasi beras komersial sebanyak 1.705 ton per hari. Hal itu dilakukan untuk menurunkan harga beras di sejumlah pasar tradisonal.

"Operasi komersial sudah kami lakukan. Kami sudah menurunkan harga beras kualitas premium. Untuk harga beras medium kami menjual di pasar Rp 9.400 per kilogram, sedangkan para pedagang menjual Rp 9.700 per kilogram," katanya.***

Baca Juga

Api Membubung di Pantura, Pabrik Plastik Terbakar

KARAWANG, (PR).- Pabrik pengolahan bijih plastik milik PT Sandikin Karya Mandiri (SKM) di tepi Jalan Pantura, Kecamatan Jatisari, habis terbakar, Rabu 27 Desember 2017.

Jalur Puncak Arah Jakarta Padat

CIBINONG, (PR).- Arus lalu lintas di Jalur Puncak Kabupaten Bogor pada perayaan Natal 2017, Senin, 25 Desember 2017 didominasi kendaraan dari arah Cianjur ke Jakarta.