Ketua YLCC Kota Depok Eduard Jonathans Meninggal Dunia

DOKUMENTASI YLCC
WALI Kota Depok Mochammad Idris (berpeci, baju biru) melayat ke rumah duka almarhum Eduard Jonathans di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Kota Depok, Sabtu 16 Desember 2017. Eduard merupakan Ketua Yayasan Lembaga Cornelis Chastein. *

DEPOK, (PR).- Ketua Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Eduard Jonathans (68)  tutup usia pada Jumat 15 Desember 2017. Pegiat seja‎rah Kota Depok itu meninggal karena serangan jantung. 

Awalnya, Eduard mengeluhkan sakit dada dan terus berkeringat pada Jumat dini hari. "Akhirnya di bawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hermina. Berbagai alat dipasang, pak ketua mengeluhkan sakit di bagian dada," kata Pengurus Bidang Arsip dan Sejarah YLCC Ferdy Jonathans, Minggu 17 Desember 2017. ‎ Akhirnya, Eduard wafat pada Jumat pagi sekitar pukul 6.10 WIB.

Jasadnya dimakamkan di Pemakaman Kamboja, Kota Depok sehari kemudian. 

Sepekan sebelumnya, lanjut Ferdy, Eduard sempat menjalani operasi pemasangan satu cicin ring di jantungnya.‎ Wali Kota Depok Mochamad Idris dan Ketua DPRD Hendrik Tangke Allo turut melayat ke kediaman Eduard di Jalan Pemuda, Pancoran Mas.

Semasa hidup, Eduard dikenal cukup aktif dalam‎ pelestarian stus bersejarah Kota Depok. YLCC didirikan oleh eks keturuan budak tokoh Belanda Cornelis Chastelein selepas awal  kemerdekaan Republik Indonesia. Yayasan itu dibangun unt‎uk memelihara dan merawat aset Chastelein yang diberikan kepada para budaknya yang telah dimerdekakan pada 1714. 

Keturunan para budak tersebut terhimpun dalam 12 marga dan dikenal sebagai kaum Depok lama atau Belanda Depok. Hingga kini, YLCC masih merawat situs bersejarah peninggalan Chastelein dan kaum Depok lama seperti gereja, gedung RS Harapan (eks kantor pemerintah kota praja Depok), pemakaman Kamboja, Jembatan Panus.***

Baca Juga

Gowes dan Jalan Kaki untuk Selamatkan Rumah Cimanggis

SEPASANG pria dan wanita menarik perhatian para pengunjung bangunan bersejarah Rumah Cimanggis pagi itu. Keduanya mengenakan pakaian putih dengan topi bak meneer dan noni Belanda di masa lalu.