Ini Jumlah Total Kerusakan Akibat Gempa di Jawa Barat

Gempa Tasikmalaya/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
SALAH seorang warga Kampung Karangjaya, Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, membersihkan material rumah yang hancur akibat gempa, Minggu 17 Desember 2017. Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis sebanyak 2.935 rumah rusak akibat gempa berkekuatan 6,9 SR yang mengguncang Jawa bagian selatan.*

SINGAPARNA, (PR).- Jumlah rumah yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter (SR) yang mengguncang Jawa Barat bagian selatan, Jumat 15 Desember 2017, hingga Minggu 17 Desember 2017 mencapai 2.935 rumah. Dari data sementara yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Minggu pukul 15.00 WIB, bangunan yang rusak terdiri dari 451 rumah rusak berat, 579 rumah rusak sedang, dan 1.095 rusak ringan.

Gempa juga merusak 46 unit sekolah/madrasah, 9 kantor, dan 4 rumah sakit, dan puskesmas. BNPB juga memperbaharui jumlah korban terdampak. Jumlah korban meninggal mencapai 4 orang, 11 orang luka berat, dan 25 orang luka ringan.

Di Kabupaten Tasikmalaya, jumlah rumah yang rusak mencapai 1.547 unit. Perinciannya, 233 rumah rusak berat, 175 rumah rusak sedang, dan 1.139 rumah rusak ringan. Sementara fasilitas umum seperti perkantoran, puskesmas, rumah sakir, dan sarana peribadatan yang rusak mencapai 58 unit.

Kerusakan terjadi di 29 kecamatan dan 84 desa di Kabupaten Tasikmalaya. Kerusakan terbanyak berada di Kecamatan Manonjaya 467 rumah, Cigalontang 101 rumah, Cikatomas 432 rumah, Salawu 129 rumah, Parungponteng 143 rumah, dan Pancatengah 31 rumah.

Di Kota Tasikmalaya, Pusdalop-PB BPBD Kota Tasikmalaya melaporkan 596 bangunan rusak akibat gempa. Rusak berat sebanyak 90 unit, rusak sedang 216 unit, dan rusak ringan 300 unit. Jumlah sekolah rusak mencapai 8 sekolah, dan masjid yang rusak mencapai 6 masjid.

Total warga yang terdampak gempa di Tasikmalaya mencapai 1.429 jiwa yang tersebar di 8 kecamatan yakni Kecamatan Tawang, Cipedes, Bungursari, Mangkubumi, Kawalu, Tamansari, Cibereum, dan Purbaratu.

Di Kabupaten Ciamis, terdapat 759 rumah rusak, terdiri dari 117 rumah rusak berat, 239 rumah rusak sedang, dan 403 rumah rusak ringan. Sedangkan di Kabupaten Pangandaran, 320 rumah dilaporkan rusak, meliputi 60 rusak berat, 75 rusak sedang, dan 185 rusak ringan. 

Prioritas penanganan

Kepala Pusat Daya Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima "PR" mengatakan, penanganan darurat terus dilakukan terutama di daerah yang paling parah terdampak gempa yakni Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Pangandaran.

Empat prioritas yang perlu ditangani yakni penambahan bantuan logistik, perbaikan pemukiman yang rusak, bantuan pendanaan, serta perbaikan kerusakan sarana dan prasarana umum. 

"Bantuan logistik dari BNPB akan diberikan kepada daerah yang telah menetapkan tanggap darurat. BNPB menyerahkan dana siap pakai Rp 250 juta kepada 4 daerah seperti Ciamis, Pangandaran, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya," kata Sutopo.

Terkait bantuan permukiman yang rusak, Sutopo menyebutkan bantuan akan dipenuhi melalui bantuan stimulan dana dari BNPB. Syaratnya, masing-masing daerah harus melakukan verifikasi valid berdasarkan nama dan alamat kemudian diputuskan melalui surat keputusan oleh kepala daerah masing-masing.

"Langkah ini harus ditempuh sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana serta menjamin terhadap kejelasan jumlah bantuan maupun siapa penerimanya," ucap Sutopo. 

Aparat dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Kesehatan, SKPD, Tagana, PMI, relawan, LSM, dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Bantuan terus disalurkan.

Bantuan mendesak yang diperlukan masyarakat saat ini adalah hunian sementara, tenda, relawan untuk membersihkan material bangunan yang rusak, permakanan, trauma healing, tukang, bahan material bangunan, dan lainnya.***

Baca Juga