Dampak Gempa Bumi, 20 Orang Terluka dan 221 Bangunan di Pangandaran Rusak

Dampak Gempa Bumi/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
WARGA Dusun Karangsalam, Desa Pananjung, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran memungut puing-puing rumahnya yang ambruk akibat gempa, Sabtu, 16 Desember 2017.*

PARIGI,(PR).- Akibat gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter di wilayah barat daya Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat, 15 Desember 2017 dini hari pukul 23.52 WIB, tercatat sebanyak 221 rumah di Kabupaten Pangandaran dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu 20 orang dilaporkan mengalami luka akibat tertimba reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena, kerusakan bangunan akibat gempa pada Jumat dini hari tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

"Data masih terus bertambah, karena kami masih menghimpun laporan dari tiap desa dan kecamatan. Sampai pukul 16.00 telah dilaporkan sebanyak 221 bangunan yang mengalami rusak akibat gempa. Dari 221 tersebut kata Nana terdiri dari 132 rumah mengalami rusak ringan, 47 rusak sedang dan 42 rusak berat. Ada kemungkinan jumlah kerusakan akan berubah," ungkap Nana, Sabtu, 16 Desember 2017.

Data laporan yang diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana tersebut selanjutnya akan diverifikasi.  Nana mengimbau agar warga tetap tenang dan tetap waspada karena saat ini kondisi sudah kembali normal. Cuaca Pangandaran pun diperkirakan cukup baik.

Nana menambahkan, tidak ada korban jiwa akibat gempa, namun sebanyak 20 warga terluka dan dilarikan ke puskesmas terdekat. "Ada juga yang patah tulang dan harus dirujuk, sebagian masih dirawat karena terluka akibat reruntuhan bangunan dan sebagain lagi sudah pulang ke rumahnya," ujarnya. 

Nana mengatakan, DPKPB bersama Dinas Sosial terus melakukan pemutakhiran jumlah korban. Pihaknya pun mulai menyalurkan bantuan logistik dan tenda kepada korban. 

"Warga yang rumahnya rusak berat mengungsi, sebagian ada yang tinggal di rumah kerabatnya, namun kami juga sudah menyalurkan tenda," ungkapnya.

Warga dan wisatawan berhamburan

Pantauan saat terjadinya gempa, warga dan wisatawan yang berada di dekat pantai berhamburan ke luar bangunan dan mengevakuasi diri ke daratan yang lebih tinggi. Warga dan wisatawan mulai kembali ke rumah dan penginapannya masing-masing setelah BMKG mencabut status peringatan dini tsunami pada pukul 02.37. Aktivitas warga berangsur normal, sejumlah obyek wisata tidak terganggu, meskipun sebagian wisatawan memilih untuk kembali lebih cepat setelah gempa terjadi.

Pada malam itu sempat terjadi antrian kendaraan, bahkan pejalan kaki yang berusaha menyelamatkan diri di jalur evakuasi menuju daratan tinggi, seperti yang terpantau di lokasi pengungsian di sepanjang Desa Purbahayu. Ratusan warga menumpang di rumah penduduk setempat dan masjid, bahkan ada yang hanya duduk-duduk saja di pinggir jalan sambil menunggu perkembangan selanjutnya dari Pusdalops atau BMKG melalui jaringan internet.

Sebuah rumah permanen berlantai dua milik warga di Dusun Pondok Lombok Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran ambruk saat gempa mengguncang. Istri pemilik rumah sedang hamil tua langsung melahirkan setelah di bawa ke Puskesmas Pangandaran.

Atas kejadian gempa bumi tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran malam ini menggelar rapat teknis di Aula Setda di Parigi yang dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari. 

Saat dikonfirmasi Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengaku, saat kejadian dirinya sedang berada di Jakarta tengah mengikuti rapat dengan partai politik. "Begitu mendapatkan laporan ada gempa, malam itu juga saya langsung pulang ke Pangandaran ," ucapnya. 

Sesampainya di Pangandaran, lanjut Jeje dirinya langsung memantau kerusakan-kerusakan rumah warga dan mendatangi beberapa puskesmas dimana korban gempa bumi di rawat. 

"Saya lihat ada beberapa korban yang masih di rawat dan ada yang sudah pulang ke rumah. Sementara ada dua korban yang dirujuk ke rumah sakit Ciamis," ujarnya.***

Baca Juga

Pileg 2019, KPU Pangandaran Tetapkan 5 Dapil

PANGANDARAN, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran akan mengusulkan 5 Daerah Pemilihan (Dapil) untuk di Kabupaten Pangandaran dari 10 kecamatan yang ada.