Lagi, Satu Anak Meninggal Dunia Akibat Penyakit Difteri

Aceh KLB difteri/ANTARA FOTO
PERAWAT mengunakan berjalan usai melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang diduga terkena virus Difteri di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Jumat 8 Desember 2017. Menteri Kesehatan Nila Moeloek menetapkan kasus virus Difteri merupakan kasus kejadian luar biasa, sehingga Kemenkes akan menjadwalkan imunisasi vaksin TD (tetanus-difteri) untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri di tiga provinsi diantaranya Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.*

PURWAKARTA, (PR).- Rafli Zakwan Asykar (11) mengembuskan nafas terakhirnya, pada Sabtu 9 Desember 2017 dini hari. Rafli meninggal dunia diduga kuat karena penyakit difteri yang dideritanya selama lebih kurang satu minggu.

Warga Desa Maracang, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta ini meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD Bayu Asih. Anak kelas V SD ini dibawa langsung oleh orangtuanya Abdul Rohman (38) dan Sulastri (30), namun sayang nyawanya tidak tertolong‎.

"Ada satu pasien suspect difteri meninggal dalam perjalanan saat menuju RSUD Bayu Asih. Gejala-gejalanya memang difteri, ada kelenjar di tenggorokan," ujar Wakil Direktur RSUD Bayu Asih, Deni Dermawan.

Menurut Deni, untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian‎, perlu tindakan medis lebih lanjut. Pihak rumah sakit baru menyimpulkan anak tersebut meninggal dari ciri-ciri fisik Rafli kaitannya dengan gejala fisik pasien difteri. 

"Untuk membuktikan secara sahih perlu ada tindakan medis lanjutan. Tapi orang tua tidak menghendaki. Menurut orangtuanya memang sebelum meninggal Rafli mengalami demam yang tinggi," ujar Deni.

Terkait penyakit difteri ini, Deni menyatakan RSUD Bayu Asih‎ masih merawat dua pasien difteri sejak pekan lalu. Kedua pasien masih dirawat di ruang isolasi RSUD Bayu Asih. "Kondisinya sekarang sudah membaik tapi masih di ruang isolasi," ujar Deni.

Dengan meninggalnya Rafli, korban meninggal karena difteri bertambah jadi dua orang. ‎Sejak Januari hingga akhir tahun, puluhan warga Purwakarta positif mengidap difteri. Sedikitnya 22 pasien sudah terdeteksi. 

Sementara dari data yang dihimpun, Kecamatan Jatiluhur dan Kecamatan Tegalwaru tercatat terbanyak pasien penderita difteri. Menurut yang tercatat di data Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, pasien di kedua daerah tersebut  masing-masing berjumlah 8 kasus.

Sebelumnya diberitakan 310.150 anak di Kabupaten Purwakarta, segera akan diimunisasi DPT. Hal ini terkait kondisi luar biasa wabah difteri di Purwakarta.‎ Imunisasi ini akan dilakukan serentak pada minggu kedua bulan Desember 2017.

"Purwakarta sudah KLB difteri, KLB difteri itu satu kasus saja sudah masuk KLB. Saat ini di Kabupaten Purwakarta sudah ada 29 kasus dengan satu orang meninggal dunia. Untuk itu, kami akan melalukan out break response immunitation (ORI) atau memberikan imunisasi serentak pada 310.150 anak usia 0-19 tahun," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Purwakarta, Muh Yubaedi Z di kantornya, Jalan Veteran Purwakarta, Kamis 7 Desember 2017.

Ia didampingi Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinkes Purwakarta, dr Eva Lystia ‎Dewi. Jumlah warga usia 0-19 tahun yang diimunisasi mencapai 30 persen lebih warga Purwakarta. Jumlah ini diambil dengan total penduduk Purwakarta 2016 versi BPS sebesar 932.701 jiwa.

Imunisasi ini nantinya akan dilakukan di setiap Puskesmas di Purwakarta. Selain itu ada juga sekolah-sekolah yang melaksanakannya.‎ " Jumlah sasarannya usia 1 sampai dengan 15 tahun 71.110 anak, usia 5-7 tahun sebanyak 35.296 anak dan usia 7-19 tahun sebanyak 203.744 anak. Ori ini akan dilaksanakan sebanyak 3 putaran dengan interval 0-1-6 bulan di seluruh Purwakarta," ujarnya.‎ ***

Baca Juga

Begini Cara Tekan Harga Beras Ala Dedi Mulyadi

PURWAKARTA, (PR).- Melonjaknya harga beras di pasaran bisa ditanggulangi dengan pendistribusian beras yang baik. Selain itu penggunaan lumbung yang tertata dan terjaga bisa pula menekan harga kebutuhan pokok tersebut.