Sepanjang 2017, Polresta Depok Ungkap 346 Kasus Narkoba

Barang Bukti Narkoba/BAMBANG ARIFIANTO/PR
KEPOLISIAN Resort Kota Depok memperlihatkan barang bukti narkoba di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Kamis, 7 Desember 2017. Sepanjang 2017, polisi mengungkap 346 kasus peredaran narkoba di Kota Depok.*

DEPOK, (PR).- Kepolisian Resort Kota Depok mengungkap ‎346 kasus peredaran narkoba sepanjang 2017. Dua kasus menonjol adalah pengiriman ekstasi dari Belanda dan penyelundupan sabu ke Rumah Tahanan Depok.

"Di bulan Desember ini yang pertama kita berhasil menggagalkan penyelundupan ekstasi sejumlah 99 butir dari Belanda dengan menggunakan modus ekspedisi, dengan menggunakan sebuah perusahaan jasa ekspedisi," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok Malvino Sitohang dalam konferensi pers di halaman Mapolresta Depok, Kamis, 7 Desember 2017.

Menurut Malvino, modus itu terbilang baru. Awalnya, polisi memperoleh informasi dari masyarakat adanya pengiriman narkoba via jasa ekspedisi udara. Informasi tersebut menjadi dasar Korps Bhayangkara mencokok tersangka A di kawasan Limo, Depok. A diduga menjadi perantara dan penerima ekstasi tersebut. ‎Polisi pun masih memburu pelaku lain yang mengatur dan memerintahkan A mengedarkan barang haram itu. 

Kasus lain yang mengemuka adalah penyeludupan sabu ke Rutan Depok. Sabu tersebut disembunyikan pada sepasang sandal yang dikirim untuk dua tahanan.  "Pelaku memasukkan sabunya ke dalam celah-celah sendal, dilem, kemudian itu akan dimasukkan  ke Rutan," tuturnya.

Polisi mencokok dua tahanan kasus narkoba yakni H dan D dengan barang bukti sabu seberat 12 gram. Korps Bhayangkara masih memburu pengirim sendal berisi barang haram itu.

Ganja menurun, sabu meningkat

Malvino menambahkan, jumlah kasus narkoba pada 2017 berkurang dibanding 2016. Pada 2016, kasus pengungkapan narkoba mencapai 353 kasus. "Ada penurunan dua persen," ucapnya.

Dia menambahkan, barang bukti narkoba jenis ganja yang berhasil disita mengalami penurunan. "Untuk tahun 2016, ganja yag berhasil kita amankan sebesar 28181 gram‎, Sedangkan untuk 2017 (mencapai)  8843 gram, artinya ada penurunan sebesar 68 persen," ujarnya.  Di sisi lain, barang bukti sabu yang didapat polisi mengalami peningkatan.

"Hal yang menariknya untuk sabu ini meningkat. Tahun lalu kita mengamankan 539 gram, sedangkan tahun 2017 (mencapai) 675 gram,artinya mengalami kenaikan 25,3 persen," ucap Malvino.

Dia menambahkan, barang bukti ekstasi juga mengalami‎ peningkatan. Dari 23 butir ekstasi yang berhasil diamankan pada 2016, jumlah tersebut bertambah 109 butir ekstasi pada 2017. Sedangkan narkoba jenis tembakau gorila yang berhasil disita seberar 11,42 gram. Tahun sebelumnya, tutur Malvino, tembakau gorila masih nihil. Atas perbuatannya, para pelaku rata - rata dijerat pasal 114 dan112 Undang - Undang Narkotika.***

Baca Juga

Wabah Chikungunya Melanda Bedahan Depok

DEPOK, (PR).- Penyakit chikungunya mewabah di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Ratusan warga terkena penyakit yang ditularkan nyamuk tersebut.

23,2 Kilogram Narkoba Dibakar

CIKARANG, (PR).- Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi menggelar pemusnahan massal barang bukti perkara selama 2017. Puluhan kilogram narkoba, obat terlarang serta senjata api dimusnahkan.

Lestarikan Ciliwung, KCP Bakal Kembangkan Wisata Edukasi

DEPOK, (PR).- Prihatin atas kerusakan Sungai Ciliwung, sejumlah pegiat sejarah Kota Depok membentuk Komunitas Ciliwung Panus (KCP). Komunitas tersebut terbentuk guna melestarikan Ciliwung sebagai bagian dari sejarah Depok.