Tujuh Ancaman Bencana Mengintai, Sarana Tak Memadai

Ilustrasi longsor/RAMA BHAWANA

SUMBER, (PR). - Sejumlah daerah di Kabupaten Cirebon masuk dalam peta rawan bencana, baik longsor maupun banjir. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon masih kekurangan sejumlah peralatan dan sarana untuk upaya penyelamatan.

Menurut Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, setidaknya ada tujuh ancaman bencana yang bisa dan biasa terjadi di Kabupaten Cirebon. Yakni banjir rob, angin puting beliung, hujan angin, banjir, pergerakan tanah, longsor dan erupsi.

“Hampir semua jenis bencana itu, rawan terjadi selama musim penghujan ini,” kata Eman.

Ancaman bencana longsor dan pergerakan tanah, mengintai 16 kecamatan, diantaranya Beber, Dukuhpuntang, Gempol, Greged, Karangwareng, Pasaleman, Sedong dan Waled. Sedangkan daerah yang rawan banjir tersebar di wilayah Cirebon timur diantaranya Waled, Losari, Susukan Lebak, Kapetakan, Gunungjati dan Suranenggala. “Selain rawan banjir, daerah di pesisir juga rawan banjir rob,” kata Eman.

Ancaman bencana ditambah lagi dengan dua sungai besar yang melewati Kabupaten Cirebon yaitu Cimanuk dan Cisanggarung, membuat sejumlah daerah yang berada di sepanjang aliran sungai Cimanuk dan Cisanggarung dan sekitarnya rawan diterjang banjir.

Status siaga bencana

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Kusaeri, menjelaskan BPBD Kabupaten Cirebon sudah menetapkan status siaga bencana selama musim penghujan. Dengan penetapan status siaga bencana itu, sejumlah sarana dan peralatan serta personel disiapkan di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Personel dan peralatan sudah kami siagakan di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon ini,” kata Kusaeri.

Namun, lanjut Kusaeri, tidak semua peralatan dan sarana yang dibutuhkan dalam upaya penyelamatan dan penanganan bencana tersedia. Diantara peralatan yang tidak dimiliki yakni radio komunikasi, perahu karet, dan mobil rescue.

Akibat ketiadaan radio komunikasi, katanya, mereka terpaksa hanya mengandalkan telefon seluler masing-masing untuk saling memberikan informasi, tentu saja dengan segala kekurangannya. Selain itu, lanjut Kusaeri, sampai saat ini Pemkab Cirebon juga belum memiliki mobil rescue, perahu karet dan berbagai peralatan penunjang lainnya.

Kusaeri mengaku, dalam waktu dekat sejumlah peralatan tersebut akan dikirimkan oleh BNPB.  “Kami juga masih menunggu kiriman peralatan itu,” kata Kusaeri.***

Baca Juga

Truk Tabrak Mobil, Fian Tewas Seketika

SUMBER, (PR).- Satu orang tewas dan satu orang lagi luka-luka dalam tabrak lari di jalan tol Palikanci km 201 jalur B arah Jakarta, atau tepatnya di Desa Cempaka, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Kamis 4 Januari 2018 pagi.