Sukabumi Rintis Swasembada Beras di Tingkat Desa

Tebar/AHMAD RAYADIE/PR
BUPATI Sukabumi, Marwa Hamami didamping Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi dan General Manager Pemasaran PT Pupuk Kujang, Teguh Hidayat, tengah menebar pupuk disalah satu demplot Mandiri Kujang, bertempat di Kelompok Tani Harkat Kampung Genteng Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu 19 November 2017.

PALABUHANRATU, (PR).- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi mendorong terbentuknya Desa Mandiri Pangan. Desa mandiri tersebar diseluruh kecamatan seiring potensi masih luasnya lahan pertanian di Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Sudrajat disela-sela acara Riung Patani Akbar dan Peresmian Kegiatan Demplot Mandiri Kujang. Kegiatan bertempat di Kelompok Tani Harkat Kampung Genteng Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu 19 November 2017.

“Di desa mandiri, seluruh warga bisa menikmati terpenuhinya konsumsi beras dari hasil pertanian di masing-masing wilayah.  Kami berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kualitas ketahanan pangan. Langkah ini pun sebagai salah satu bentuk menghindari ketergantungan beras dari daerah lain,” katanya.

Sudrajat mengatakan program Desa Mandiri Pangan bisa terwujud karena potensi produksi padi terus  mengalami surplus mencapai 300 ribu ton. Warga bisa mendapatkan beras dari hasil produksi para petani asal Sukabumi. 

“Selama ini kebutuhan beras warga Kabupaten Sukabumi 30 ton per hari. Karena itu, melalui program tersebut bisa terpenuhi,” katanya.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, memerintahkan agar seluruh petugas  penyuluh pertanian (PPL) tidak hanya mendorong meningkatkan pengetahuannya. Tapi diimbau agar pengetahuannya diesfafetkan kepada para petani.

“Bila langkah tersebut dilakukan niscaya dapat meningkatkan hasil produksinya. Apalagi dukungan teknologi dan pupuk yang memadai dapat  memeprecepat peningatakan kesejahteraan petani,” katanya.

Marwan Hamami mengatakan meningkatkan produktivitas tidak hanya tergantung pada pengalokasian bantuan bagi kelompok tani. Baik berupa sarana produksi seperti benih dan pupuk, maupun alat dan mesin pertanian seperti traktor. Tapi yang paling penting  mendorong peningkatan produktivitas secara berkelanjutan melalui penerapan teknologi tepat guna. “Kedua sisi itulah yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Sebar demplot

General Manager Pemasaran PT Pupuk Kujang, Teguh Hidayat mengatakan, pihaknya mendorong pemakaian pupuk organik dan pola tanam berimbang melalui demplot-demplot mandiri di 47 kecamatan di wilayah Sukabumi. Langkah ini merupakan salah satu komitmen Pupuk Kujang untuk meningkatkan ketahanan pangan sesuai program pemerintah.

“Dengan demplot ini diharapkan petani dapat melakukan bagaimana pola tamam yg baik dan benar. Nantinya Sukabumi akan menjadi percontohan untuk wilayah lain. Programnya merupakan upaya peningkatan hasil panen dengan pemupukan berimbang,”  katanya.

Teguh Hidayat juga mendorong minat petani untuk menggunakan pupuk organik yang dirasakan sangat jarang dimanfaatkan petani. Padahal HET petroganik tergolong murah, hanya Rp. 500 per kilogram. Sedangkan HET NPK phonska Rp. 2.300 dan Urea Rp. 1.800 per kilogram.

“Penggunaan formula pupuk berimbang 5,3,2 sangat dianjurkan. Sesuai ketentuan sebayakn 500 kilogram pupuk organik (petroganik), 300 kilogram pupuk NPK (phonska) dan 200 kilogram pupuk urea dalam satu hektar sawah. Namun dalam kenyataan para petani selalui menggunakan pupu secara berlebhan,” katanya.

Teguh Hidayat mengatakan  kini  banyak  titik demplot yang telah memperoleh peningkatan hasil panen yang signifikan. Bahkan  dari hasil survey tim agronomis Pupuk Kujang hasil panen rata-rata per hektar 4,8 ton.  Melihat kondisi tanaman yang sudah masuk usia 60 HST, Pupuk Kujang optimis akan mendapatkan hasil Gabah Kering Panen (GKP) kurang lebih mencapai 8 ton/hektare.

“Meskipun cuaca di wilayah Sukabumi kurang baik, namun hasil yang didapat cukup menjanjikan,” katanya.***

Baca Juga

28 Kecamatan di Sukabumi Dilanda Bencana

SUKABUMI, (PR).- Berbagai bencana alam menerjang wilayah Sukabumi, Rabu 29 November 2017, tercatat terjadi di 28 desa yang tersebar di dua puluh kecamatan.

Cuaca Ekstrem, Para Pejabat Jangan Matikan Telepon Genggamnya

PALABUHANRATU, (PR).- Bupati Sukabumi, Marwan Hamami,  Jumat 1 Desember 2017 mengultimatum seluruh pejabat dilingkungan Pemerindah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi  tidak diperkenankan mematikan telepon genggamnya.