Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu di Cimalaka Masih Sosialisasi

Tol Cisumdawu/ANTARA
Proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)

SUMEDANG, (PR).- Proses pembebasan lahan dan bangunan milik warga di Kecamatan Cimalaka yang akan dilalui projek tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di seksi 4 (Cimalaka-Legok, Kec. Paseh) sepanjang 6,96 km,  hingga kini masih tahap sosialisasi kepada masyarakat pemilik tanah.

Hasilnya,  masyarakat terutama warga pemilik tanah mendukung pembangunan projek tol Cisumdawu di wilayahnya. Hanya saja, mereka meminta harga tanah dan bangunan yang akan dibebaskan pemerintah harus wajar dan proporsional.

“Alhamdulillah, dalam sosialisasinya berjalan lancar. Mereka mendukung pembangunan jalan tol Cisumdawu. Untuk harga tanahnya, mereka minta harga yang wajar. Berapa  harga tanahnya? nanti ada negosiasi harga tanah dan bangunan pada tahap selanjutnya,” kata Camat Cimalaka, Asep Aan Dahlan ketika ditemui di kantornya, Jumat, 17 November 2017.
 
Menurut dia, setelah tahap sosialisasi selesai, akan dilanjutkan dengan pendataan warga pemilik tanah termasuk administrasi lainnya. Setelah itu, baru pelaksanaan pembebasan lahan dan  bangunan.

Proses pembebasan lahan dan bangunan, di antaranya pengukuran tanah dan bangunan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta penaksiran harga oleh tim appraisal (penaksir harga). Selain itu juga, negosiasi harga tanah dan bangunan hingga terakhir proses  pembayaran.

“Jadi, setelah sosialisasi, ada beberapa tahapan lainnya  yang harus diproses,” tutur Asep Aan.

Ia menyebutkan, pembangunan tol Cisumdawu di seksi 4 (Cimalaka-Legok, Kec. Paseh) di wilayah Kecamatan Cimalaka akan melewati 4 desa. Yakni  Desa Licin, Mandala, Cibeureum Kulon dan Cibeureum Wetan.

“Jalur tol tersebut, akan melewati beberapa lokasi penambangan  galian C jenis pasir dan batu (sirtu), terutama di wilayah Desa Cibeureum Kulon,” ucapnya.

Tanah milik warga yang akan terlewati jalur tol, seluruhnya mencapai 803 bidang. Jumlah bidang tanah sebanyak itu, antara lain di Desa Licin sebanyak 595 bidang,  Mandala 43 bidang,  Cibeureum Kulon 25 bidang dan Desa Cibeureum Wetan sebanyak 140 bidang.

“Namun, untuk total luasan tanahnya,  saya belum tahu persis. Untuk data lengkap luasan tanahnya, ada di kantor Satker tol Cisumdawu seksi 4,5 dan 6,” tuturnya.
 
Lebih jauh ia menjelaskan, selain di seksi 4, ada pula tanah warga di wilayah Kecamatan Cimalaka yang sudah dibebaskan yakni di seksi 3 (Sumedang-Cimalaka) sepanjang 3,73 km. Tanah warga yang sudah dibebaskan, yakni di Desa Cikole yang berbatasan dengan wilayah Kec. Sumedang Utara.

Proses pembebasan lahan dan bangunan milik warga Desa Cikole, sudah disatupaketkan dengan pembebasan lahan jalur tol di seksi 1,2 dan 3 dari Cileunyi sampai Cimalaka. “Jadi,  pembebasan tanah dan bangunan di  Desa Cikole sudah diproses karena pembebasan lahannya disatupaketkan dengan pembebasan lahan seksi 1,2 dan 3,” ujar Asep Aan.***

Baca Juga

Produk Makanan Olahan untuk Penguatan Ekonomi

SUMEDANG, (PR).- Setelah sukses dengan pengecatan rumah warga hingga berwarna-warni di Kampung Buricak Burinong (Burnong), Dusun Cisema, Desa Pakualam, Kec. Darmaraja, masyarakat  juga dilatih keterampilan membuat makanan olahan.

Zaenal Alimin-Asep Kurnia, Serahkan Berkas Dukungan ke KPU

SUMEDANG, (PR).- Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati (balonbup dan wabup) Sumedang dari jalur perseorangan, Zaenal Alimin dan Asep Kurnia, resmi menyerahkan berkas dukungan ke kantor KPU Kab  Sumedang, Senin 27 November 2017.

5 Oknum Ojek Online Penyebar Info Hoax Ditangkap

SUMEDANG, (PR).- Polres Sumedang berhasil meringkus 5 pelaku oknum pengemudi ojek online yang menyebarluaskan informasi hoax (bohong) di grup sosial media ojek online,  hingga berbuntut pada penyerangan dan perusakan pang