Longsor, Jalur Purwakarta-Subang Sempat Tak Bisa Dilalui

Longsor/YUSUF ADJI/PR
TIM gabungan bersama warga didukung alat berat sedang berupaya menyingkirkan tanah dan pohon bambu yang menghalangi jalan provinsi di Sagalaherang Subang, Jumat, 17 November 2017 pagi. Sedangkan di Sukakerti Kecamatan Cisalak warga membersihkan tanah dari badan jalan yang tertutup longsor.***

SUBANG, (PR).- Longsor melanda tiga lokasi di dua kecamatan wilayah Selatan Kabupaten Subang seiring tingginya curah hujan. Longsoran tanah bercampur rumpun pohon bambu menutup jalan provinsi yang menghubungkan Subang -Purwakarta, tepatnya di wilayah Sagalaherang Subang. Akibatnya selama tujuh jam ruas jalan Wanayasa Purwakarta-Jalancagak Subang sempat tak bisa dilalui.

Informasi yang diperoleh, longsor di tiga lokasi terjadi Kamis malam, 16 November 2017, yaitu satu di kecamatan Sagalaherang dan dua lagi di Kecamatan Cisalak. Di Sagalaherang sekitar pukul 21.00 WIB tebing di pinggir jalan raya provinsi sekitar daerah Cimuja, Kampung Gudang Garam, Desa Sagalaherang Kaler ambrol. Sehingga material tanah bercampur pohon bambu menutup badan jalan. Akses jalan pun sempat terputus. Tim gabungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Subang, TNI - Polri, tiba dilokasi. Mereka bersama warga didukung alat berat dari PUPR bisa membuka akses jalan, Jumat pagi, 17 November 2017 sekitar pukul 04.00 WIB. 

"Akses jalan provinsi yang tertutup longsor di Sagalaherang sejak pukul empat tadi sudah bisa dibuka dan bisa dilalui lagi. Cuma memang belum optimal, sekarang upaya membersihkan lokasi masih berlangsung, target kami sebelum jumatan sudah normal," kata Kepala DPKPB Subang, Hidayat, Jumat pagi.

Dia mengatakan, sejak malam alat berat berupa loader sudah ada di lokasi, didukung satu unit damkar DPKPB. Setelah material longsor dan rumpun pohon bambu bisa disingkirkan dari badan jalan, dilanjutkan membersihkan sisa tanah menggunakan air dari mobil damkar. "Selain tim DPKPB, dilokasi juga ada dari dinas PUPR, dan TNI - Polri, bersama masyarakat sedang membersihkan sisa longsoran," ujarnya.

Hidayat juga mengatakan ada dua lokasi longsor lainnya di Kecamatan Cisalak, yaitu Kampung Neglasari Desa Darmaga, dan Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti. "Di neglasari longsor menghambat aliran sungai, dan di Cihideung menutup sebagian jalan. Jadi ditiga lokasi longsor tak ada korban jiwa maupun materi karena jauh dari pemukiman penduduk," ujarnya.

Camat Cisalak, Vino mengatakan dua lokasi longsor terjadi di area kebun dan sawah. Namun longsoran tanah sebagian menutup badan jalan desa, dan disatu lokasi lagi ke sungai sehingga menghalangi aliran air. "Tak ada korban jiwa, penanganan longsor di Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti sedang berlangsung, membersihkan tanah dari jalan. Sedangkan di Kampung Neglasari Desa Darmaga, kami masih menunggu alat berat tiba dilokasi. Soalnya tak memungkinan dengan manual," ujarnya.***

Baca Juga

Waspadai Angin Kencang dan Pohon Tumbang

SUBANG, (PR).- Pohon ukuran besar di area parkir Rumah Makan Sangkuriang di Jalan Raya Subang-Bandung, tepatnya di daerah Cijambe Kabupaten Subang ambruk diterjang angin kencang, Sabtu 20 Januari 2018.

Tak Laik Jalan, Bus Tak Boleh Lanjutkan Perjalanan

SUBANG, (PR).- Petugas gabungan Polres dan Dinas Perhubungan Kabupaten Subang memeriksa kelaikan jalan angkutan umum, terutama bus yang melintas Jalan Raya KS Tubun Kabupaten Subang, Minggu, 31 Desember 2017.

Polisi Amankan Ibu Penyiksa Anak Tiri

SUBANG, (PR).- Setelah sempat kabur, MB seorang ibu yang diduga sering menyiksa anak tirinya ditangkap petugas Polsek Sagalaherang, Subang. Anak tiri yang sering disiksanya itu masih berusia 7 tahun dan masih duduk di kelas I SD.