Lahan Terseret Longsor, Pembangunan Pondok Pesantren di Kuningan Terancam Batal

Longsor/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Lahan pekarangan belakang rumah Yayan Aryanto (35) di Dusun Kaliwon, RT 10 RW 5, Desa Gunungsirah, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, tergusur longsor di saat hujan lebat, Selasa 14 November 2017 malam. Padahal di lahan tersebut akan didirikan bangunan pondok pesantren. Selain itu, akibat lonsor tersebut rumah permanen milik Yayan pun, kini dalam posisi terancam longsor.

Longsor menyeret habis lahan pekarangan belakang rumah membentuk tebing nyaris tegak lurus. Panjang tebing lebih kurang 12 meter dengan tinggi rata-rata sekitar 6 meter. Bahkan fondasi tembok belakang rumah guru megaji itu kini posisinya sudah menempel di bibir atas tebing. Namun, sejauh ini Yayan Aryanto bersama keluarganya belum sampai mengungsi mengosongkan rumahnya.

Sementara untuk mencegah berkembangnya longsor tersebut, Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kuningan, Rabu 15 November 2017 sudah bergerak ke lokasi. Petugas telah menyumbangkan beberapa lembar terpal plastik kepada pemerintah desa setempat untuk menutupi bidang longsor itu agar tidak terkena air hujan.

Kepala Desa Gunungsirah, Totong Atikurohman menyebutkan, selain lahan untuk pesantren, longsor pada malam tersebut  juga merobohkan dapur rumah milik salah satu warga. Beruntung tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Longsor di belakang rumah Pak Yayan di Dusun Kaliwon dan ambruknya dapur rumah salah satu warga kami di Dusun Puhun. Dipicu hujan lebat,” kata Totong. Dia menambahkan, saat kejadian, wilayah desanya diguyur hujan lebat berkepanjangan dari sore hingga tengah malam.

Hujan lebat berkepanjangan pada Selasa sore hingga malam juga terpantau melalui laporan yang diterima Pusdalops PB, BPBD Kuningan. Hujan tersebut melanda hampir di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan. Akibatnya, selain menimbulkan bencana longsor dan dapur rumah ambruk di lokasi tadi, hujan lebat itu juga mengakibatkan tebing pekarang rumah penduduk di Dusun Cikopo, RT 13 RW 5, Desa Cibinuang, Kecamatan Kuningan, longsor. Longsoran menerjang bagian belakang dua rumah penduduk di bawahnya.

Dua rumah itu  mengalami kerusakan pada bagian belakang dindingnya. Empat penghuni sementara ini terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya.

Waspada ancaman bencana

Sementara itu, menghadapi datangnya musim hujan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin, kembali mengeluarkan imbauan. Masyarakat yang tinggaal  dan beraktivitas di daerah-daerah rawan longsor untuk selalu mewaspadai ancaman bencana tersebut.

Di antaranya, jika turun hujan lebat berkepanjangan dan beberapa saat setelahnya. Warga yang bermukim di lereng-lereng perbukitan dan lahan rentan mengalami pergerakan tanah, disarankan sering mengecek kondisi permukaan tanah di sekitar tempat tinggalnya.***

Baca Juga

41 Desa Belum Terjangkau Sinyal Ponsel

KUNINGAN, (PR).- Sebanyak 41 desa di antara 361 desa dan 15 kelurahan di Kabupaten Kuningan hingga saat ini belum terjangkau sinyal operator telepon seluler.

Objek Wisata Gunung Ciremai Tak Akan Dikelola Pihak Ketiga

KUNINGAN, (PR).- Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menegaskan pengelolaan objek-objek wisata alam dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai tidak akan di serahkan kepada pengusaha atau pihak ketiga. 

Kemenpar Dorong Masyarakat Kuningan Sadar Wisata

KUNINGAN, (PR).- Kementerian Pariwisata RI mengajak kepada para pihak terkait dan seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Kuningan aktif membangun dan meningkatkan daya tarik berbagai objek dan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kunin

Empat Daerah Ini Tertinggi Tingkat Rawan Bencana

SINGAPARNA,(PR).- Empat wilayah di Jawa Barat menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat, selama masa siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor, sejak 1 November  hingga Empat d31 Mei 2018.