Ini Pelabuhan di Tasikmalaya yang Bikin Sultan Oman Berani Investasi Tinggi

Pelabuhan di Tasikmalaya/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
PERAHU milik nelayan disandarkan di dermaga Pantai Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Kesultanan Oman berencana berinvestasi membangun pelabuhan di kawasan selatan Tasikmalaya.*

SETELAH nyaris terisolasi belasan tahun, kawasan pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya akhirnya mulai dilirik oleh investor, salah satunya dari Kesultanan Oman. Tak tanggung-tanggung, Kesultanan Oman ini rencananya akan membangun sebuah pelabuhan di Tasikmalaya untuk niaga di lahan seluas 350 hektare. Nilai investasinya cukup besar, sekitar Rp 1,3 triliun.

Sejak 11 tahun lalu, Oman memang sudah berniat membangun pelabuhan di  Tasikmalaya. Namun, wacana tersebut baru menunjukkan titik terang pada 2016 lalu. Itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tasikmalaya Henry Nugroho.

Kini, wacana tersebut semakin mendekati titik terang. Hal itu ditandai dengan survei yang dilakukan tim teknis dari Oman untuk menentukan lokasi pembangunan pelabuhan di Kecamatan Cikalong. Pemkab Tasikmalaya merekomendasikan dua lokasi pembangunan Pelabuhan Cikalong kepada Kesultanan Oman.

Lokasi pertama yang memungkinkan dibangun pelabuhan yakni Muara Sungai Cimedang di Desa Sindangjaya, dan Kalapagenep, Kecamatan Cikalong. Lokasi kedua, di Blok Pangkalan di Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong.

Jarak pelabuhan dari pusat ibu kota cukup jauh, yakni 350 kilometer. Sementara dari ibu kota Jawa Barat, 210 kilometer, Kabupaten Pangandaran berjarak 80 kilometer, dan Kota Tasikmalaya 90 kilometer.

“Mereka akan bangun pelabuhan di sini dengan sistem pinjam pakai selama 50 tahun. Keperluannya untuk mengangkut bahan pangan yang dibeli dari Indonesia. Mereka tidak hanya bangun pelabuhan, namun juga menawarkan investasi di bidang pertanian modern. Nanti setelah 50 tahun, pelabuhan itu akan diserahkan ke Indonesia melalui Kabupaten Tasikmalaya,” ucap Henry, Senin, 12 November 2017. 

Geliat Jabar selatan

Ketertarikan  Kesultanan Oman berinvestasi di Kabupaten Tasikmalaya , tak lepas dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengembangkan kawasan Jabar Selatan. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat nomor 28 tahun 2010 tentang pengembangan wilayah Jabar bagian selatan tahun 2010-2029.

Sejak Perda tersebut disahkan, Jabar selatan memang terus bersolek.  Jalan sepanjang 50 kilometer dari ujung Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah (perbatasan Tasikmalaya-Kabupaten Garut) hingga Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong (perbatasan Tasikmalaya-Pangandaran) tuntas dibangun pada 2015 lalu.  Nilainya cukup fantastis, mencapai Rp 5 hingga 6 miliar per kilometer.

Jalan mulus itu pun mulai menggeliatkan wisata di Kabupaten Tasikmalaya. Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya mencatat, tingkat kunjungan pariwisata di selatan Tasikmalaya terus meningkat secara signifikan.

Kepala Disparbud Kabupaten Tasikmalaya Asep SB mengatakan, sesuai Perda Jabar nomor 28/2010, Tasikmalaya memang menjadi salah satu kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan ekowisata.  Dalam rencana jangka panjang pengembangan wisata  Tasikmalaya Selatan, ada beberapa potensi wisata yang akan dikembangkan. Wisata itu diantaranya, pengembangan Pantai Bubujung Indah di Desa Ciheras, Pantai Bantununggul, serta pembuatan wisata tirta danau Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong.  Jika anggaran serta faktor lainnya memenuhi, Asep memprediksi 2018 mendatang pembenahan wisata akan segera dimulai.

 “Pembangunan pariwisata mulai kita fokuskan pada era pemerintahan Pak Uu periode 2016-2021.Kita tinggal lakukan penajaman status tanah saja, hanya kultur masyarakat yang perlu sedikit diubah, agar mau mendukung program pengembangan wisata,” kata Asep.

Kepala Bidang Fisik dan Sarana Prasarana Bappeda Kabupaten Tasikmalaya Anogani Poniman mengatakan, pasca pembangunan jalan di wilayah selatan, geliat kehidupan di Tasikmalaya selatan memang mulai terasa. Masyarakat perlahan mulai beralih menggunakan jalur selatan, karena jalur tersebut berbatasan langsung dengan garis pantai yang menawarkan pemandangan indah di setiap sudutnya.

Sebelumnya, jalur selatan seolah terasingkan. Terlebih setelah tambang pasir besi di selatan Tasikmalaya ditutup pada 2013 lalu.  Namun, mencoba kembali bangkit. Pemkab Tasikmalaya juga berupaya menggairahkan pusat pertumbuhan di jalur selatan. Salah satu upayanya dengan membuka jalan kabupaten menuju ke jalur utama nasional. Jalur yang dibangun misalnya  Jalan akses dari Taraju-Garut, serta Jalan Bojongkapol-Wanasari-Cempakasari.

Pembangunan itu sejalan dengan rencana Pemprov Jabar untuk membangun pelabuhan regional di Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong. Pelabuhan di Tasikmalaya itu dibangun untuk memaksimalkan potensi laut di wilayah perairan selatan.

“Oman melihat potensi yang besar di pesisir selatan Tasikmalaya. Hal itu sejalan dengan program pembangunan nasional dan Jabar. Jika pelabuhan itu jadi,  bukan tidak mungkin wilayah selatan Jabar bisa menyamai wilayah utara.  Biaya produksinya memang lebih besar, namun jika benar-benar digarap potensinya,  tentu akan jauh lebih bermanfaat bagi kelangsungan umat di wilayah selatan,” kata Ano.

Masyarakat pesisir selatan pun menyambut baik rencana Pemkab Tasikmalaya membangun wisata dan juga pelabuhan baru di sana. Euis Haryati (42), warga Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah misalnya. Euis berharap, keberadaan pelabuhan dan pembangunan wisata bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir.

“Saat ini masyarakat di sini masih menggantungkan hidup sebagai nelayan. Sisanya merantau. Jika benar memang akan dibangun, kami berharap pembangunan itu bisa membawa dampak positif bagi kemakmuran masyarakat di sini,” ucap Euis.***

Baca Juga

Diduga Depresi, Wawan Memakan 48 Paku

TASIKMALAYA, (PR).- Wawan Gunawan (44) hanya dapat terbaring lemah di tempat tidur pasien, Rumah Sakit Umum Daerah dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Gunung Batu Karanglenang, Surga Tersembunyi Tasikmalaya

JIKA Yogyakarta memiliki Puncak Becici untuk menikmati keindahan panorama alam dan terbitnya matahari, Kabupaten Tasikmalaya punya Gunung Batu Karanglenang di Kampung Sangkur, Desa Cigunung, Kecamatan Parungponteng.