Elpiji Bersubsidi Haram untuk ASN

PEKERJA menunkan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang kosong di salah satu agen gas "Subur Abadi" Jln. Emong, Kota Bandung, Rabu (27/9/12). Rencana PT Pertamina (Persero) menaikkan harga gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) atau nonsubsidi untuk mengura
Ilustrasi/DOK PR

KUNINGAN, (PR).- Pengusaha pangkalan elpiji 3 kg di Kabupaten Kuningan diingatkan untuk tidak lagi menjual elpiji bersubsidi kepada aparatur sipil negara (ASN). Hal ini merujuk surat edaran bupati kuningan terkait penyaluran gas elpiji bersubsidi.

Pada Senin, 13 November 2017, belasan agen dan ratusan pangkalan penyalur gas elpiji bersubsidi tabung 3 kilogram mengikuti rapat koordinasi di rumah makan Lembah Ciremai, Kabupaten Kuningan. Rapat yang diinisiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan tersebut untuk penguatan tata kelola agen dan pangkalan elpiji 3 kg.

Rakor yang dibuka dan dipimpin langsung Bupati Kuningan Acep Purnama itu digelar Pemda Kuningan melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan. Rakor tersebut juga menghadirkan Sales Eksekutif LPG Rayon 10 dari Pertamina Wilson Eddi Wijaya, Kepala Bidang LPG Hiswanamigas wilayah Cirebon Fauzi Hasan, Koordinator Daerah Hiswanamigas Kabupaten Kuningan Nana.

Asisten Pembangunan Setda Kuningan Dadang Supardan, perwakilan Hiswanamigas dan Pertamina intinya mengingatkan agen dan pangkalan elpiji 3 Kg di Kuningan untuk selalu mengikuti aturan pendistribusian gas bersubsidi tersebut. Tujuannya agar gas bersusidi itu selalu terjaga ketersediannya dan tersalurkan tepat sasaran dengan harga di pangkalan sesuai ketentuan harga eceran tertinggi.

Dadang Supardan meminta pangkalan elpiji di Kuningan jangan sampai ada yang menahan-nahan penjualan stoknya atau menaikan harga di luar ketentuan harga pangkalan. Kalau ada kekurangan stok, pangkalan disarankan untuk segera melakukan koordinasi kepada para pihak terkait, seperti kepada Bagian Perekonomian Setda Kuningan, Hiswanamigas, atau kepada agen distributornya.

“Kami titip, usahakan jangan ada kelangkaan muncul ke luar. Kedua jaga stabilitas harga. Harga dipertahankan. Ketiga boleh dikatakan ini salah satu tugas tambahan pangkalan untuk menyeleksi kepada siapa gas melon dijual. Saya yakin ketika bapak menahan dan menyarankan kepada ASN atau kepada yang kaya untuk beralih dari penggunaan elpiji bersubsidi ke gas elpiji non subsidi, itu sama dengan bapak ibu ikut membangun negara,” katanya.

Terkait hal itu Kapala Bidang LPG 3 Kg Hiswanamigas Fauzi Hasan, mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan juga mengeluarkan surat edaran serupa agar elpiji bersubsidi di Kuningan juga tidak dikonsumsi kalangan pengusaha.  “Di sini (di Kabupaten Kuningan) masih banyak pemakai 3kg di kalangan usaha. Bupati Kuningan telah mengeluarkan edaran untuk ASN  agar tidak menggunakan elpiji 3kg. Kami mohon keluarkan juga edara untuk pelaku usaha. Misalnya pedagang baso yang sehari menghabiskan lima tabung elpiji 3 Kg, itu harus beralih ke Elpiji non subsidi,” ujar Fauzi.

Harga di atas HET

Senada dengan Dadang Supardan, Fauzi  menegaskan agar pangkalan elpiji 3 Kg di Kuningan tidak coba-coba menjual dengan harga di atas HET. “Masyarakat disodori harga Rp 25 ribu ya dibeli saja, dari pada tidak memasak, cuma dampaknya ada. Untungnya Cuma sekali, tetapi begitu ketahuan riwayat selesai. Jangan sampai kita yang sudah lama berjualan, tiba-tiba dihapus hujan sehari,” katanya.

“Ingat ya, bisnis elpiji 3kg itu dipelototi terus dari mulai SPBE, agen, pangkalan itu diawasi terus. Risiko dan konsekuensi kita jual barang bersubsidi, kalau kta menyimpang dari ketentuan dan diketahui BadanPemeriksa Keuangan, ranahnya sudah ke hukum. Pangkalan diminta mengembalikan uang, agen bisa disekor bahkan bisa sampai diputus hubungan usaha, repot kan,” katanya.

Ditemui “PR” seusai acara tersebut, Fauzi menyebutkan kuota elpiji 3 Kg untuk Kabupaten Kuningan sekarang sebanyak 26.197 tabung per hari. Sementara HET di tingkat pangkalan sekarang berlaku Rp 16.000 per tabung.

“Di Kuningan kami pernah cek ada juga masyarakat membeli elpiji 3 Kg dengan harga sampai Rp 20.000/tabung. Namun setelah di cek harga itu bukan di pangkalan, tetapi di warung pengecer di luar pangkalan,” katanya.***

Baca Juga

9 Kecamatan di Kabupaten Kuningan Rawan Bencana Longsor

KUNINGAN, (PR).- Memasuki musim hujan ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan mulai memfokuskan kembali perhatian terhadap sembilan wilayah kecamatan rentan terkena bencana longsor.

Objek Wisata Gunung Ciremai Tak Akan Dikelola Pihak Ketiga

KUNINGAN, (PR).- Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menegaskan pengelolaan objek-objek wisata alam dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai tidak akan di serahkan kepada pengusaha atau pihak ketiga. 

Jalan Siliwangi Kuningan Akan Ditata ala Malioboro

KUNINGAN, (PR).- Jalur terbuka hijau sepanjang lebih kurang 200 meter berisi tanaman bunga dan pepohonan pemisah dua lajur jalan depan deretan pertokoan di Jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan, kini mulai dibongkar.

Bus Luragung Jaya Jatuh Terbalik di Cirahayu

KUNINGAN, (PR).- Bus Luragung Jaya bernomor polisi E 7791 YA jatuh terbalik di lembah di ruas jalan raya di Desa Cirahayu, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Kamis 26 Oktober 2017 malam sekitar pukul 23.00 WIB.