UMK Kabupaten Bekasi 2018 Ditetapkan Rp 3,8 Juta

Ilustrasi UMK 2018/DWI SETYADI/PR

CIKARANG, (PR).- Upah minimum Kabupaten Bekasi ditetapkan sebesar Rp 3.837.939. Besaran itu ditetapkan melalui rapat Dewan Pengupahan yang berakhir voting. Pemungutan suara itu dimenangkan pihak pengusaha setelah kaum buruh memilih mengundurkan diri.

“Sudah ditetapkan melalui sistem pemungutan suara terbanyak yang akhirnya ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Effendy Yahya, Jumat, 10 November 2017.

Seperti diketahui, dewan pengupahan dibentuk dari perwakilan pemerintah, pengusaha, buruh serta akademisi. Rapat Dewan Pengupahan yang dilaksanakan Kamis, 9 November 2017, berlangsung alot. Rapat yang digelar sejak siang hari terus berlanjut hingga menjelang malam. Rapat tersebut menjadi yang kedua setelah pekan lalu, rapat serupa, berakhir buntu karena tidak tercapai kesepakatan.

Terdapat dua opsi penetapan yang dibahas alot dalam rapat tersebut, yakni penetapan dengan formulasi PP 78/2015 serta penetapan dengan memertimbangkan kebutuhan hidup layak yang diperjuangkan buruh. Berdasarkan hasil penghitungan buruh, mereka meminta kenaikan sebesar Rp 650.000. Namun, karena tidak kunjung mendapatkan titik temu, rapat pun diakhiri dengan voting.

“Dalam pemungutan tersebut terdapat dua opsi, di antaranya pada penetapan melalui PP 78 dan dari serikat buruh meminta Rp4.217.000 (naik Rp 650.000). Namun dalam voting perbandingan 22 berbanding satu (untuk serikat buruh)," kata Effendy. Pihak pengusaha yang menginginkan kenaikan berdasarkan PP 78/2015 menang telak dalam voting tersebut.

Alhasil, UMK Kabupaten Bekasi 2018 ditetapkan menjadi Rp 3.837.939 dari semula Rp 3.530.438. Jumlah tersebut naik sebesar Rp 307.501. Kenaikan ditentukan dari nilai inflasi sebesar 3,72% ditambah Produk Domestik Bruto 4,99%. “Sesuai ketentuan, hasil rapat akan dikirimkan ke provinsi untuk ditetapkan oleh gubernur,” kata dia.

Buruh Menolak

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia Amir Mahfud mengatakan, pihaknya menolak hasil voting tersebut. Lebih dari itu, voting dinilai telah melemahkan posisi buruh. Buruh tidak lagi memiliki kekuatan karena dalam voting itu Pemkab Bekasi justru berkoalisi dengan pengusaha.

"Pemilik suara dalam voting itu kan 25 yang terdiri dari pemerintah 8 suara, pengusaha 8 suara, buruh 8 suara dan akademisi 1 suara. Ketika ditetapkan melalui voting, jelas itu upaya menjegal kami. Maka kami memilih mengundurkan diri, karena jelas suara kami kurang, pemerintah memilih berkoalisi dengan pengusaha," kata dia.

Selain mengundurkan diri, ucap Amir, buruh pun menolak menandatangi berita acara voting. Namun begitu, dalam notulensi rapat dicantumkan bahwa buruh menolak voting dan tetap mengajukan kenaikan UMK sebesar Rp 650.000. Dikatakan Amir, dari notulensi, pihaknya akan mengajukan kenaikan UMK ke Dewan Pengupahan Provinsi.

"Pada notulensi rapat itu kan dicantumkan bahwa buruh menolak voting dan tetap mengajukan kenaikan Rp 650.000. Nah dari notulensi itu kami akan sampaikan ke Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat untuk dibahas. Dewan Pengupahan Provinsi kan nanti memberi rekomendasi ke Gubernur sebelum ditetapkan, apakah UMK hasil voting atau ajuan kami. Kami harap Gubernur mau mengubah dan memilih ajuan yang kami berikan," kata dia.

Amir menjelaskan, alasan buruh menginginkan kenaikan UMK hingga Rp 650.000 itu karena kebutuhan hidup layak yang meningkat. Kenaikan UMK dengan nilai tersebut diajukan demi meningkatkan daya beli masyarakat. "Tujuan kami lebih global yakni untuk meningkatkan daya beli dan tentunya untuk kesejahteraan pekerja. Nilai tersebut telah kami hitung secara seksama. Dan kenaikan Rp 650.000 ini pun sama diajukan oleh seluruh buruh di kabupaten/kota di Jawa Barat. Maka kami harap Gubernur mau menyetujui ajuan kami," ucapnya.***

Baca Juga

23,2 Kilogram Narkoba Dibakar

CIKARANG, (PR).- Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi menggelar pemusnahan massal barang bukti perkara selama 2017. Puluhan kilogram narkoba, obat terlarang serta senjata api dimusnahkan.

Tembak Warga, Rampok Gasak Emas 1 Kilogram

INDRAMAYU, (PR).- Kawanan perampok satroni toko emas Delima di Jalan Ahmad Yani Nomor 12, Blok Pasar, Desa/Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Senin 27 November 2017.