Jadi Rebutan Warga, Bayi Terbuang Akhirnya Dirawat Bupati Karawang

pembuangan bayi
Ilustrasi/FIAN AFANDI/PR

KARAWANG, (PR).- Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana berjanji akan merawat dan membesarkan seorang bayi yang terbuang. Bayi tersebut sebelumnya ditemukan tergeletak di pinggir jalan dekat jembatan Sungai Citarum di Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Jumat, 27 Oktober 2017 lalu.

Cellica bahkan memberi nama bayi tersebut dengan nama keluarga besarnya, Rahardian.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang, saya akan memelihara dan membesarkan Mohammad Kinan Rahardian. Jika tidak ada aral melintang Kinan akan saya jemput dari RSUD, Rabu 1 November nanti," kata Cellica, saat menerima wartawan di ruang kerja Sekretaris Daerah setempat, Senin, 30 Oktober 2017.

Menurut Cellica, dirinya sudah meminta izin anak semata wayangnya, Mohammad Kiffa, untuk membesarkan bayi Kinan. Niat tulus tersebut ternyata disambut baik oleh Kiffa.

Disebutkan, niat membesarkan Kinan muncul ketika Cellica mengetahui banyak warga Karawang yang ingin mengadopsi bayi tersebut. Istri petinggi Polisi di Karawang, kalangan pengusaha, hingga masyarakat biasa banyak yang berminat mengambil bayi dari RSUD Karawang.

"Kami tidak bisa menyerahkan bayi tersebut ke sembarang orang. Jikapun diserahkan kepada pejabat, tentunya bakal menimbulkan kecemburuan warga lain," kata Cellica.

Oleh karena itu, lanjut Cellica, dirinya memutuskan untuk merawat dan membesarkan Mohammad Kinan Rahardian atas nama Pemerintah Daerah. "Jika dalam perjalanan nanti, orang tua kandung bayi ini ingin memeliharannya ya akan saya serahkan. Sebab mereka lebih berhak untuk merawatnya," katanya.

Namun, lanjut Cellica, permintaan orang tua bayi akan didahului dengan test DNA. "Tidak tertutup kemungkinan ada orang yang ingin mengambil bayi ini dengan cara mengaku-ngaku sebagai orang tuanya," ujarnya.

Seperti diberitakan PR, sesosok bayi mungil yang diduga baru dilahirkan ditemukan warga di sekitar jembatan Citarum, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Jumat, 27 Oktober 2017 lalu. Saat ditemukan bayi tersebut ada di dalam kardus dengan kondisi masih dipenuhi bercak darah dan tali pusatnya masih menempel.

Oleh warga sekitar, bayi nahas itu dilarikan ke RSUD Karawang agar mendapatkan perwatan yang memadai. Setelah dimandikan dan diberi pakaian, ketampanan bayi itu mulai terlihat, sehingga banyak warga yang ingin mengadopsinya.

Namun, oleh pihak RSUD bayi tersebut tidak diberikan kepada siapapun, sambil menunggu orang tuanya datang mengambil. Hingga Senin, 30 Oktober 2017, tercatat puluhan warga yang mengajukan ingin merawat dan memesarkan bayi tersebut layaknya anak sendiri.

Sementara polisi dari Kepolisioan Sektor Telukjambe Timur terus berusaha menemukan orang tua bayi tersebut. Hanya saja upaya tersebut masih belum membuahkan hasil.***

Baca Juga

Dedi Mulyadi Bertemu PKB, Ada Apa?

KARAWANG, (PR).- Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mendadak diundang makan oleh Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamakhsyari dan

Mayat Korban Mutilasi di Karawang Sempat Disimpan 2 Malam

KARAWANG, (PR).- Mayat korban mutilasi yang ditemukan di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang sempat disimpan pelaku selama dua malam di rumah kontrakannya di Dusun Sukamulya, Kecamatan Telukjambe Timur. 

Jembatan Bambu Putus Terseret Banjir

KARAWANG, (PR).- Jembatan bambu yang menghubungkan Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari dengan Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, terputus akibat terbawa air bah, pekan lalu.