#KlipingPR Kilang Minyak Cilacap Terbakar

Ilustrasi Kebakaran Kilang Minyak/DOK. YOUTUBE

25 Oktober 1995. Sedikitnya 10 buah tangki minyak berukuran raksasa milik Pertamina Unit Pengolahan (UP) IV Cilacap di Komplesk Lomanis, meledak secara beruntun dengan menyemburkan bola api ke angkasa. Peristiwa kebakaran ini merupakan yang terbesar yang pernah terjadi sebelumnya. Tangki yang terbakar yakni tangki berisi avtur (bahan bakar untuk pesawat terbang), tangki berisi Naphtha (bahan kimia untuk ekspor), dan tangki kerosene (minyak tanah). 

Dilaporkan Koran Pikiran Rakyat Edisi Rabu 25 Oktober 1995, ledakan membahana disusul semburan-semburan bola api ke angkasa, mengubah suasana Kota Cilacap yang tadinya tenang dan normal menjadi hiruk pikuk dan kacau balau. Kobaran api akibat ledakan yang terjadi pada Selasa 24 Oktober 1995 sekitar pukul 17.15 sore itu, terus menyala membuat masyarakat seisi kota menjadi panik. Mereka berhamburan dan berusaha menyelamatkan diri.

Getaran ledakan memecahkan kaca-kaca rumah dan beberapa dinding bangunan bahkan sampai roboh. Puluhan ribu warga tampak mengungsi ke sembarang tempat yang bisa dituju dan dirasa cukup jauh dari lokasi kejadian. 

Saking besarnya korbaran api, pada jarak sekitar satu kilometer dari lokasi, hawa panas terasa menyengat, meskipun saat itu Kota Cilacap sedang diguyur hujan deras. Hingga pukul 23.30 WIB kala itu kobaran api masih tampak membesar, bahkan dari jarak sekitar 35 kilometer kobaran api jelas terlihat di angkasa. Kota Cilacap sekalipun malam itu tidak diterangi listrik, tampak terang memerah. 

Langit memerah

Upayu pihak kemanan setempat bersama tim pemadam kebakaran seperti tidak ada artinya. Kobaran api terus menyala membuat langit di atasnya berubah menjadi merah. Suasana lalulintas menjadi semerawut. Mobil bak atau truk hilir mudik mengangkut jubelan pengungsi ke tempat aman. Pihak Polres Cilacap kala itu mengatur arus kendaraan yang mengevakuasi ribuan penduduk yang hendak mengungsi. Sekitar pukul 19.00 WIB pihak PLN setempat terpaksa memadamkan aliran listrik di seluruh penjuru kota. Hal ini dilakukan mengingat situasi yang mungkin berbahaya. 

Suasana berubah menjadi tidak karuan. Suara rintihan minta tolong dari pengungsi berusia lanjut maupun jerit tangis balita terdengar di mana-mana. Pemandangan di Kota Cilacap saat kejadian tersebut, tak ubahnya seperti dalam peperangan. Di jalan-jalan utama pusat kota, kendaraan-kendaraan berseliweran penuh sesak oleh warga yang hendak mengungsi, bahkan ada yang nekad bergelantungan di pintu truk sambil menenteng buntelan. 

Usaha pemadaman terus dilakukan termasuk oleh petugas dari Unit IV Pertamina Cilacap. Puluhan kendaraan tampak tidak henti-henti menyemprotkan busa (foam) di sekitar lokasi untuk melokalisir rembetan api. 

Pihak pertamina juga mencari bantuan mobil unit pemadam kebakaran dari berbagai daerah termasuk dari Tasikmalaya. Perlahan suasana mulai terkendali. Perlu diketahui, jumlah seluruh tangki di kompleks itu diperkirakan mencapai 70 buah, yang semuanya saling berdekatan. Api berhasil pada setelah dua hari dari peristiwa tersebut terjadi.

Penyebab dan kerugian

Keesokan harinya setelah berita tersebut dilaporkan, Pikiran Rakyat mempublikasikan kembali berita terkait. Dalam publikasinya disebutkan kerugian akibat kebakaran kilang minyak tersebut sekitar Rp 75 Milyar. 

Dalam publikasinya, disebutkan Pertamina menjamin terbakarnya tangki minyak di Kompleks Kilang Minyak Unit Pengolahan IV Cilacap itu tidak akan mengganggu pasokan BBM di Pulau Jawa terutama DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, yang 30 persen pasokannya berasal dari Cilacap. 

Menurut Dirut Pertamina yang saat itu dijabat Feisal Abda'oe, kebakaran tangki-tangki penimbunan BBM itu bukan dikarenakan sabotase dan lainnya. Penyebab kebakaran dipastikan berasal dari sambaran petir yang terlihat dari sobekan pada atap tangki 32 T-102. Sambaran petir itu intensitasnya terlalu besar, sehingga di atas kemampuan sistem penangkal petir yang ada. Kapasitas produksi Cilacap ini mencapai 300.00 barel lebih per hari atau sepertiga dari produksi BBM yang diperoleh dari enam kilang yang ada di Indonesia (jumlah produksi seluruhnya 980.000 barel/hari). 

Pernah terjadi

Peristiwa yang sama pernah terjadi di Kilang Minyak Cilacap apda tahun 1983, namun api akibat sambaran petir tidak meluas dan hanya mengenai satu tangki. Hal serupa juga ternyata pernah pernah terjadi di kilang Dumai dan Plaju. Meski demikian, kebakaran akibat petir yang menimpa kilang minyak yang diresmikan Presiden tahun 1976 itu adalah yang terbesar. 

Kebakaran tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Seluruh unit kilang minyak Cilacap dihentikan operasinya dan diperkirakan kilang akan beroperasi kembali sekitar dua minggu sampai tiga bulan mendatang, terhitung sejak keadaan dinyatakan aman.***
 

Baca Juga

#KlipingPR Sulitnya Menangkap Pembuat Surat Talak Palsu

15 November 1986. Surat talak palsu ditemukan di hampir semua wilayah Jawa Barat. Pemalsuan itu menggunakan berbagai modus. Mulai dari pemalsuan tanda tangan hingga memberi keterangan palsu. 

#KlipingPR 600 Jemaah Asal Indonesia Ditangkap

9 Desember 2007. Tepat 10 tahun lalu, Departemen Imigrasi Arab Saudi menahan sekitar 600 warga Indonesia karena telah melebihi batas waktu tinggal atau overstay di dua vila sewaan di Distrik Al Aziziya, Mekah.

Relawan Jabar Kumpulkan Dana untuk Ridwan Kamil

BANDUNG, (PR).- Relawan Jabar Juara berhasilkan mengumpulkan sumbangan dari warga sebesar Rp60 juta di acara Car Free Day Buahbatu Kota Bandung, Minggu 19 November 2017, urunan tersebut merupakan bentuk dukungan bagi kandidat calon gubernu