6 Tenaga Kerja Ilegal Asal Tiongkok Diamankan di Sukabumi

Terciduk/AHMAD RAYADIE/PR
PETUGAS dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi Kabupaten Sukabumi, Selasa 23 Oktober 2017, mengamankan warga Tiongkok yang tengah melakukan aktivitas penambangan emas di Kampung Cimelati, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenen, Kabupaten Sukabumi.

PALABUHANRATU, (PR),- Enam dari delapan warga negara Tiongkok, Selasa 23 Oktober 2017 berhasil dievakuasi ke Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi. Dua orang lainnya berhasil meloloskan diri saat puluhan petugas dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi (Disnakertran) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kabupaten Sukabumi melakukan serangkaian penggerebekan.

Penggerebekan dilakukan petugas setelah memperoleh informasi dari warga terkait keberadaan warga asing di daerahnya. Mereka diamankan petugas di Kampung Cimelati, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenen, Kabupaten Sukabumi. Mereka tengah melakukan aktivitas penambangan emas tambang emas milik PT LM.

“Kami menyerahkan enam dari delapan warga Tiongkok ke Kantor Imigrasi. Mereka lebih berwenang melakukan pemeriksaan mengenai pemeriksaan  dokumen keimigrasian,” kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar.

Ali Iskandar mengatakan keberadaan enam warga asing tersebut tidak dilengkapi dokumen. Termasuk dokumen izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA) dari Kementerian Tenaga Kerja (Menaker). Juga kartu izin tinggal terbatas (KITAS) yang dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Ali Iskandar merujuk pada Pasal 42 UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Perlindungan Terhadap Tenaga Kerja Lokal. Intinya, TKA yang belum mengantongi izin dilarang kerja. Begitupun menurut Permenaker 35 Tahun 2015 tentang tata cara mempekerjakan TKA.

“Begitupun pada Perda 13/2014 tentang retribusi perpanjangan IMTA, juga menjadi dasar Disnakertrans melakukan pengawasan. Saat melakukan pemeriksaan dokumen, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen penting terkait aktivitas di sana. Padahal TKA tersebut tengah melakukan penambangan, bukan sedang survei dan pengamatan yang diatur pemerintah,” kata dia.

Dari data Disnaketran Kota Sukabumi, enam warga Tiongkok tersebut terdiri dari Fang Xian, Wu Yunfu,Yan JianHan, Lu Jiun, Jianyong,  Yang Fei Jiangsu dan Chen Caiying. PT LM telah mempekerjakan TKA asal Tiongkok ini sekitar 6 bulan dan para TKA tersebut tinggal di mess yang disiapkan  perusahaan. TKA Tiongkok tersebut melaksanakan penambangan emas di areal lahan perkebunan teh.

Apresiasi bupati

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami memberikan apresiasi keberhasilan jaarannya mengungkap keberadaan keenam TK disana. Selainitu, untuk lebih mengintensifkan melakukan pemantauan pata  pekerja asing bersama dinas terkait lainya,  terutama pihak imigrasi.

“Harus lebih ditingkatkan lagi pengawasannya, karena tidak menutupkemungkinan ada pekerja asing  ditempat lain. Tidak hanya memerintahkan agar dinas terkait untuk terus menerus melakukan sweeping para pekerja. Tapi menghimbau masyarakat melaporkan kalau saja ada pekerja dicurigai. Terutama warga asing yang tidak  bisa berbahasa Indonesia,” katanya.*** 

Baca Juga

Intensitas Hujan Meningkat, 1.000 Relawan Disiagakan

SUKABUMI, (PR).- Pemerintah Kabupaten Sukabumi, menanggapi dengan cepat bencana alam yang mulai menyergap. Sebanyak 1.000 relawan disiapkan untuk mengantisipasi bencana seiring intensitas hujan yang mulai meningkat.