Penutupan Gerbang Tol Karawang Barat, Jakarta-Bandung Lebih dari Tujuh Jam

Tol Jakarta-Cikampek/ANTARA
Pengendara melintas di dekat area pengerjaan pembangunan infrastruktur di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Timur, Jawa Barat, Jumat, 20 Oktober 2017. Sejumlah proyek infrastruktur tengah dibangun bersamaan di ruas tol tersebut diantaranya pembangunan konstruksi Light Rail Transit (LRT), Kereta cepat Jakarta-Bandung dan Tol layang Jakarta-Cikampek II elevated.*

BEKASI, (PR).- Penutupan gerbang tol Karawang Barat 2 di ruas tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek mengakibatkan kemacetan parah terjadi hampir sepanjang Jumat, 20 Oktober 2017. Perjalanan Jakarta-Bandung yang biasa ditempuh selama tiga hingga empat jam, kali ini menjadi lebih dari tujuh jam.

Humas PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Handoyo mengatakan pada Jumat, 20 Oktober 2017 malam, kemacetan tidak hanya terjadi jelang Karawang Barat yang gerbangnya ditutup sejak Kamis, 19 Oktober 2017. Namun juga terjadi pada sejumlah titik lainnya.

Pertama di simpang Cikunir yang menjadi pertemuan kendaraan dari arah tol Priuk dengan Jakarta Outer Ring Road. Titik berikutnya terjadi di sekitar tol Bekasi Barat sebagai imbas meningkatkanya volume kendaraan saat jam pulang kerja.

Lalu dari gerbang Bekasi Timur hingga gerbang Cikarang Utama, kepadatan yang terjadi seperti layaknya pada setiap akhir pekan.

"Dari Cikarang Utama sampai ke Karawang Barat inilah yang terjadi akibat penutupan gerbang Karawang Barat. Namun selepas Karawang Barat, lalu lintas jalan tol Jakarta-Cikampek sudah kembali lancar," kata Handoyo.

Dia mengatakan, penutupan gerbang Karawang Barat, baik masuk maupun keluar, dikarenakan saat ini tengah dilakukan perbaikan plat tinjak dan oprit jembatan jalan tol. Karena khawatir mengganggu keselamatan pengendara yang melintas, maka diputuskan gerbang Karawang Barat ditutup total selama perbaikan dilakukan.

"Menurut perencanaan, perbaikan akan berlangsung sampai Senin. Namun kami upayakan agar Sabtu sudah rampung sehingga gerbang Karawang Barat bisa kembali dibuka," katanya.

Demi menangani kemacetan yang terjadi, strategi penguraian kepadatan dengan pemberlakuan 'contra flow' pun dipersiapkan dan diterapkan sesuai anjuran kepolisian.

"Namun kepada pengendara, kami imbau untuk menggunakan jalur arteri saja jika tidak ingin terjebak kemacetan. Aplikasi peta digital pada telefon pintar bisa dijadikan petunjuk yang cukup akurat," ucapnya.

Tujuh jam perjalanan

Salah satu pengendara yang terjebak kemacetan panjang ini ialah Bramantyo (33). Warga Cimahi tersebut harus menempuh perjalanan selama tujuh jam dari Jakarta hingga akhirnya keluar di gerbang tol Buah Batu pukul 17.00 WIB.

"Sempat bingung juga apa yang membuat macet separah ini. Tapi syukurnya selepas Karawang Barat, jalanan mulai lancar sampai Bandung tidak ada hambatan lagi," katanya.

Hal yang sama juga dialami oleh Erlangga (33), bahkan lebih parah. Berangkat dari pukul 10.30 WIB dari Jakarta, saat sudah pukul 16.00 WIB baru sampai di Bekasi.

"Ada agenda di Bandung akhir pekan ini. Dikira tidak akan macet parah seperti ini," katanya.***

Baca Juga

UMK Bekasi Dibahas Besok

BEKASI, (PR).- Dewan Pengupahan Kota Bekasi menjadwalkan rapat pembahasan penentuan besar Upah Minimum Kota tahun 2018 pada Selasa, 7 November 2017.