Penurunan Wisatawan ke Bandung Paling Buruk

Ilustrasi/USEP USMAN NASRULLOH/PR

CIBINONG, (PR).- Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) mencatat tingkat kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke Jawa Barat menurun. Penurunan terburuk menurut Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar dialami Bandung hingga sekitar 10 persen.

"Penurunan wisman (wisatawan mancanegara) paling besar itu adalah Bandung, Batam, dan Samarinda. Secara nasional semuanya turun," kata Herman setelah melantik pengurus PHRI Cabang Kabupaten Bogor, Kamis 19 Oktober 2017 sore. Penurunan itu diukur dari tingkat okupansi hotel selama satu tahun terakhir.

Selain itu, penurunan juga dilihat dari jumlah penerbangan pesawat luar negeri di bandara Bandung. Herman menyebutkan, jumlah penerbangan pesawat dari Malaysia dan Singapura ke Bandung juga sebaliknya menurun dari awalnya lima kali, menjadi hanya satu setengah penerbangan. Kunjungan ke sejumlah objek wisata di Bandung juga diakui menurun hingga 60 persen.

Menurut Herman, penurunan itu akibat kurangnya inovasi dari para pengelola objek wisata dan pemerintah daerah setempat. "Bandung dan Jawa Barat dianggap tidak begitu menarik. Wisatawan yang paling banyak itu dari Malaysia. (Wisatawan) Malaysia sekarang lebih tertarik berkunjung ke Vietnam karena lebih murah," katanya.

ANAK-anak bermain sepeda di Jalan Tatanegara yang ditutup dari kendaraan saat pesawat komersial mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Minggu (3/5/2015).

Destinasi baru

Para wisatawan dari luar negeri disebut sudah bosan berkunjung ke kawasan wisata di Jawa Barat setelah satu atau dua kali saja. Karena itu, pemerintah diminta membuat destinasi-destinasi wisata yang baru. Herman meyakini potensi pariwisata di Jawa Barat masih banyak yang belum tergali karena kurang tertata.

Ujung-ujungnya, Herman menyalahkan anggaran sektor pariwisata di tingkat pemerintah provinsi dan daerah yang masih minim. Padahal menurut dia, anggaran sektor itu justru terus ditambah di tingkat pusat.

"Jokowi minta 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019. Bagaimana bisa tercapai kalau di kabupaten dan kota sebagai ujung tombaknya (tidak maksimal)?," katanya.

Untuk wisatawan lokal, Herman menilai penurunan kunjungan dari Jakarta ke Bandung akibat pembangunan infrastruktur di jalan tol Jakarta-Cikampek. Pekerjaan proyek tersebut menyebabkan kemacetan yang cukup parah hingga 2019 mendatang.

Kondisi kunjungan yang rendah ke Bandung diperburuk penyelenggaraan Pemilihan Umum 2018-2019. "Tapi kita harus menyiapkan diri karena setelah proyek itu selesai 2019 ditambah bandara di Majalengka. Kalau kita bisa menyiapkan dari sekarang, insya Allah (kunjungan wisata) meningkat," kata Herman.

Penurunan kunjungan wisata dari Jakarta ke Bandung menjadi peluang tersendiri bagi wilayah Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Herman menyarankan, pemerintah daerah tersebut terus meningkatkan daya tarik pariwisata wilayah masing-masing untuk menampung wisatawan asal Jakarta yang beralih dari Bandung.

Kabupaten Bogor capai target

Bupati Bogor, Nurhayanti, menyebut tingkat kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke daerahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari target kunjungan sebanyak 7 juta wisatawan pada 2016 lalu, ia menyakinkan realisasinya mencapai 8 juta wisatawan.

"Saat ini, sektor pariwisata masih terkonsentrasi di kawasan Puncak. Ke depannya jangan hanya di Puncak tapi ke wilayah lain di Kabupaten Bogor," kata Nurhayanti. 

Alih-alih menyanggupi permintaan Pengurus PHRI Cabang Kabupaten Bogor untuk menyediakan kantor sekretariat, bupati meminta para pengelola hotel dan restoran meningkatkan pembayaran pajak masing-masing.

Menurut Ketua PHRI Cabang Kabupaten Bogor Budi Sulistyo, para pengelola hotel dan restoran di Kabupaten Bogor sudah cukup optimal menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ke depan, para pengurus yang baru bertekad menambah jumlah anggotanya yang saat ini baru mencapai 100 dari sekitar 300 hotel dan restoran yang ada di daerahnya.***

Baca Juga

Waspada, Pencurian Modus Ganjal ATM Masih Marak di Bogor

CIBINONG, (PR).- Pencurian dengan modus mengganjal lubang kartu di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masih marak di Kabupaten Bogor. Pelaku yang berjumlah lebih dari seorang mengganjal lubang kartu menggunakan sepucuk tusuk gigi.