#KlipingPR Sang Profesional Killer Berdarah Dingin Itu Akhirnya Tertangkap

DOK. PR
#KlipingPR Koran Pikiran Rakyat Edisi 19 Oktober 1979.

SETELAH melalui perkelahian sengit dengan Wadan Sat. Serse Kowiltabes Surabaya saat itu dijabat Mayor Pol Suyono, penjahat ulung berdarah dingin Kusni Dahlan alias Kusni Kasdut (51 tahun) berhasil ditangkap hidup-hidup di jalan Pandegiling, Kodya Surabaya, Jawa Timur. 

Sergapan tiba-tiba dari Mayor Pol Suyono itu menyebabkan Kusni tidak sempat menggunakan senjata apinya (pistol vickers) yang terselip di pinggangnya dengan kedudukan peluru yang siap ditembakan.

Laporan Pikiran Rakyat Edisi Jumat 19 Oktober 1979 menyebutkan, Kusni tertangkap tepat 38 hari sejak ia berhasil kabur daari Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur tanggal 10 September 1979. 

Kapolri saat itu (tahun 1979), Letjen Pol DR Awaluddin Djamin MPH dalam keterangannya di Jakarta menghargai prestasi yang diberikan jajaran kepolisian Surabaya dalam memenuhi instruksi Kapolri. 

Mayor Suyono pada penggerebekan itu juga bersenjata pistol, namun ia tidak menggunakannya, meskipun ia tahu bahwa Kasdut sudah diputuskan oleh Pengadilan untuk dihukum mati. Dengan tertangkapnya hidup-hidup penjahat yang dikenal sebagai "profesional killer" ini, masyarakat menjadi tenang dan tidak lagi perlu khawatir.

Satuan Reserse Kowiltabes (Polwiltabes saat ini) Surabaya yang dipimpin oleh Dan Sat Serse Kowiltabes Surabaya bersama wakilnya masing-masing, Mayor Pol Ashar dan Mayor Pol Suyono, sudah mengintai di sekitar tempat penangkapan Kusni Kasdut. Penggerebakan itu dilakukan setelah pihak kepolisian menerima informasi.

Kronologis penangkapan

Ketika itu, Kusni yang disertai oleh HS (22 tahun), anak teman Kusni baru turun dari becak di jalan Pandegiling hendak menuju rumah bekas temannya yang sudah insaf di Kampung Malang untuk meminta dana yang dijanjikan bagi biaya hidupnya.

Jalan ke Kampung Malang itu kurang lebih 1 kilometer tidak bisa dilalui beca, sehingga Kusni dan HS terpaksa turun di Jalan Pandegiling itu, dekat Hotel Himalaya. Saat itu HS turun leih dulu dari becak dan masuk ke jalan ke Kampung Malang tersebut. Kemudian Kusni yang pincang itu menyusul turun. Ketika ia turun ia berlaku seolah-olah tidak pincang. Namun para petugas bisa mengenali dan memastikan bahwa yang turun belakangan itu benar penjahat yang dicari. 

Saat itu, langsung Mayor Pol Suyono menubruk dan menghantam perutnya, sehingga Kusni tidak sempat menggunakan pistolnya yang terselip di pinggang. Perkelahian terjadi. HS pun ikut ditangkap. Pada waktu itu diketahui, di pinggang Kusni melilit sederetan peluru pistol yang seluruhnya berjumlah 50 butir.

Patut dicontoh

Prestasi kepolisian ini patut diacungkan jempol. Menjaga keamanan masyarakat dengan tindakan cepat dan berani. Ini patut dicontoh dan semoga Kepolisian RI selalu bisa menjamin keamanan bangsa dan negara baik dari ancaman dari dalam ataupun luar.***

Baca Juga

Tembak di Tempat Penjahat Jalanan

SUKABUMI, (PR).- Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat menyatakan tidak segan melakukan tembak ditempat kepada para

Pascagempa Nelayan Libur Melaut

CILACAP, (PR).- Nelayan di pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, khususnya Pantai Teluk Penyu, untuk sementara tidak melaut pascagempa berkekuatan 6,9 SR yang terjadi pada Jumat 15 Desember 2017, pukul 23.47 WIB.