Kalah Bersaing, Minyak Keletik Ciamis Terancam Punah

Mengolah/NURHANDOKO WIYOSO/PR
SEORANG perajin minyak kelentik atau kelapa di wilayah Cigembor, Kabupaten Ciamis tengah memasukkan sabut kelapa di perapian untuk bahan bakar membuat minyak, Selasa 17 Oktober 2017. Maraknya minyak goreng curah kemasan mengakibatkan perajin minyak kelentik semakin berkurang.

CIAMIS, (PR).- Kalah bersaing dengan keberadaan minyak curah kepala sawit, mengakibatkan banyak perajin minyak keletik di tatar galuh Ciamis terpaksa menghentikan usahanya. Perajin di sentra minyak keletik wilayah Cigembor, Kecamatan/Kabupaten Ciamis bahkan tersisa  tidak lebih dari 10 orang.

Apabila sebelumnya produksi minyak kelentik Ciamis banyak beredar di Priangan selatan, saat ini lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan lokal. Sementara sebagian kecil di kirim ke luar kota seperti kawasan Cikampek.

Semakin sempitnya pemasaran serta terbatasnya bahan baku, juga membuat perajin yang tersisa membatasi produksi. Rata-rata perajin membutuhkan kelapa sebanyak 100-200 butir per hari. Perajin juga lebih menyukai kelapa lokal dibandingkan dari luar daerah. 

Selama ini bahan baku diperoleh dari lokal Ciamis, sedangkan lainnya dari Kabupaten Pangandaran. Bahkan beberapa waktu lalu, akibat kekurangan bahan baku, kelapa didatangkan dari luar Jawa.

"Yang rutin tiap hari bikin, tidak lebih dari sepuluh orang. Sedangkan untuk skala rumahan juga jumlahnya sangat sedikit, itu karena pembeli memilih beli minyak curah atau kemasan yang banyak ditemui di pasar," ungkap Nana, perajin minyak kelentik Cigembor, Selasa 17 Oktober 2017.

Dia mengungkapkan, saat ini harga kelapa mencapai Rp 3.000 per butir sampai di tempat produksi. Apabila mengambil sendiri di petani, hanya Rp 2.500. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan ketika kemarau yang mencapai Rp 4.000 per butir. 

"Sekarang harga minyak kelentik hanya Rp 20.000 per kilogram, dan untuk galendo Rp 50.000 per kilogram. Sementara dari 100 butir kelapa, paling hanya menghasilkan 10 kilogram minyak dan 6 kilogram galendo," kata Nana. 

Pelatihan tak membantu

Dia juga mengaku pernah mengikuti pelatihan menyangkut pengemasan produksi, baik minyak kelentik maupun galendo. Namun demikian. karena keterbatasan peralatan, pengemasan masih lebih banyak dilakukan secara manual. 

"Pernah ikut pelatihan, soal pengemasan saja. karena tidak punya alatnya, ya kemasan seperti yang dulu, manual. Terutama untuk kemasan galendo, agar lebih menarik dan tahan lama," tambah Nana.

Baca Juga

Ciamis Jadi Percontohan Sekolah Gunung BNPB

CIAMIS,(PR).- Tatar galuh Ciamis menjadi salah satu dari delapan proyek percontohan Sekolah Gunung Indonesia, Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB).

Tebing Cisenday Longsor dan Menutup Jalan Kabupaten

CIAMIS,(PR).- Hujan yang belakangan terus mengguyur tatar galuh Ciamis mengakibatkan tebing Cisenday  di wilayah Kalapanunggal, Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, ambrol.

Pasokan Berkurang, Harga Ikan Laut di Ciamis Naik

CIAMIS,(PR).- Harga komoditi laut di wilayah Kabupaten Ciamis cenderung naik satu terakhir. Kondisi itu dipicu berkurangnya hasil tangkapan nelayan akibat cuaca buruk yang melanda perairan Laut Jawa.