Ricuh Penertiban PKL Cianjur Berdampak Negatif ke Puncak Bogor

PKL Puncak Bogor/ANTARA
Pedagang membongkar bangunan liarnya sendiri yang berdiri di sepanjang Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 5 September 2017 lalu.*

CIBINONG, (PR).- Ricuh di jalur Puncak Kabupaten Cianjur setelah pembongkaran PKL, Rabu 11 Oktober 2017 lalu berdampak negatif bagi Kabupaten Bogor. Peristiwa tersebut membuat sejumlah wisatawan membatalkan kunjungannya ke kawasan wisata jalur Puncak akhir pekan ini.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata Kabupaten Bogor M Teguh Mulyana mengakuinya setelah mendapatkan laporan dari pengelola tempat-tempat wisata dan penginapan di kawasan Puncak Kabupaten Bogor. "Tamu-tamu saya yang rencananya ada kegiatan minggu depan (akhir pekan ini) jadi pada mundur," katanya, Kamis 12 Oktober 2017.

Menurut Teguh, para wisatawan tidak membeda-bedakan Jalur Puncak wilayah Kabupaten Bogor dan Cianjur sehingga menganggap situasi yang terjadi di wilayah Cipanas, Cianjur dialami seluruh kawasan di Puncak. Kericuhan para pedagang dianggap sebagai bentuk kegagalan dan kecerobohan pemerintah Kabupaten Cianjur.

Ia membandingkan proses pembongkaran lapak PKL di Jalur Puncak Kabupaten Bogor sebelumnya bisa berlangsung lebih kondusif. Menurut Teguh, pemerintah daerahnya lebih matang mempersiapkan pelaksanaan pembongkaran tahap pertama itu melalui komunikasi yang intensif dengan para pemilik lapak yang akan dibongkar.

Meski berjalan lancar, Teguh menganggap pelaksanaan pembongkaran tahap pertama di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu tetap berdampak negatif. "Pembongkaran PKL di sepanjang Jalur Puncak mengakibatkan penurunan tingkat kunjungan wisatawan sebanyak 45-50 persen," katanya.

Penurunannya minat berkunjung menurutnya terjadi sebagian besar pada wisatawan asal Jakarta dan daerah sekitarnya. Situasi itu diperkirakan terjadi selama permasalahan PKL belum bisa diselesaikan pemerintah daerah setempat. Ia menilai kondisinya bisa kembali pulih paling tidak enam bulan setelah pembongkaran PKL tersebut dilakukan.

Kericuhan kali ini dikhawatirkan memperburuk kondisi kenyamanan para wisatawan di wilayah Puncak. Teguh mengaku lebih gencar mempromosikan potensi wisata kawasan Puncak dengan menangkal kabar-kabar bohong di media sosial dan pesan siar yang menyebut kondisi keamanan di Jalur Puncak belum kondusif pasca-kericuhan sebelumnya.

Terkait kabar bohong yang marak tersiar di tengah warganet, pihak Kepolisian Resor Kabupaten Bogor memastikan situasi di wilayahnya sangat kondusif. Kepala Subbagian Hubungan Kerja Polres Bogor, Ita Puspita Lena mengakui ada pembongkaran lapak PKL di wilayah Kabupaten Cianjur yang diwarnai kericuhan.

"Namun demikian, kejadian tersebut segera diatasi dan tidak terjadi kemacetan yang panjang, para pedagang mengerti dan membersihkan kembali puing-puing tersebut," kata Ita mengonfirmasi. Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak perlu khawatir dengan keamanan di sana saat ini.

Dalam salah satu pesan siar yang beredar di tengah masyarakat disebutkan kondisi Jalur Puncak dalam status siaga dua setelah kericuhan tersebut. Masyarakat yang akan menuju kawasan Puncak juga diimbau mengurungkan niatnya untuk menghindari kemacetan atau situasi tidak aman. ***

Baca Juga