#KlipingPR Teror Bajing Luncat Terbongkar di Subang

DOK. PR
Koran Pikiran Rakyat Edisi 12 Oktober 1982.

JALUR Utara Jawa Barat era akhir tahun 70-an  ke 80-an dikenal rawan dengan aksi pencurian yang menggunakan kekerasan dan senjata tajam. Muatan truk khususnya di jalur antara Pamanukan sampai Semarang dirampok untuk kemudian disalurkan ke penadah. Cara perampokan yang dilakukan selalu dengan merusak tutup barang. Bahkan tidak jarang disertai ancaman pembunuhan terhadap sopir atau kondektur kendaraan.

Aksi perampokan yang dikenal dengan sebutan Bajing Luncat ini, biasanya dilakukan antara pukul 21.00 sampai jam 04.00. Setiap operasi dijalankan oleh enam sampai delapan orang. Masing-masing bersenjata golok dan clurit. Mobil yang akan dijadikan korban biasanya sudah dikuntit dari jauh, Setelah sampai di tempat yang dianggap aman untuk beraksi, barulah aski dilakukan.

Pertama mobil korban dipepet ke pinggir jalan. Langkah berikutnya, sebagian anggota komplotan melumpuhkan sopir dan kondektur. Sementara anggota komplotan yang lain menguras barang bawaan kendaraan korban. Hasil kejahatan yang mereka peroleh kemudian dipindahkan ke mobil pick up atau truk yang sudah disiapkan sebelumnya. Barang itu langsung dijual kepada para penadah di daerah Pamanukan, Jakarta, atau Indramayu.

Dilaporkan Koran Pikiran Rakyat Edisi Selasa 12 Oktober 1982, delapan anggota komplotan penjahat Bajing Luncat bersama seorang penadah asal Pamanukan bernama PIK berhasil diringkus Polri Kodak VIII/Langlang Buana Jabar. Pencarian sejak sebulan lalu membuahkan  hasil, para pelaku berasal dari Pamanukan dan Subang yang sebagian diantaranya adalah residivis. 

Bersama mereka ikut disita sebuah golok, dua keris, dan dua sepeda motor. Polisi berhasil pula menemukan gudang tempat penyimpanan barang tadahan yang dibeli PIK. Di antaranya yang disita kala itu 4 mesin diesel, 82 keragjang minuman anggur, 12 pesawat televisi berwarna, 22 rol karpet, 18 rol kain, 60 kg kain jok, dan lainnya. 

Pemberantasan

Dan Sat Serse Kodak VIII/Jabar yang menjabat saat itu (tahun 1982), Mayor Pol. Hidayat dalam  keterangannya menyebutkan, usaha membongkar komplotan itu dilakukan setelah Polisi memperolah laporan kalau sejak tahun 1979 sampai awal tahun 1982 seriang terjadi gangguan perampokan dengan kekerasan terhadap muatan truk di daerah jalur utara Jabar, antara Pamanukan sampai Semarang. 

Sebelum menangkap komplotan ini, Sat Serse Kodak VIII/Jabar sudah menangkap EN, penduduk kampung Cicadas Desa Binong, Subang. Menurut pengakuannya, ia telah ikut melakukan serangkaian kejahatan bersama anggota Bajing Luncat. Selain itu, ia turut melakukan pencurian barang milik sejumlah pedagang ketika terjadi kebakaran besar di Pasar Pagaden Subang.

Dengan tertangkapnya beberapa anggota komplotan penjahat itu, pihak kepolisian masih akan terus memberantas kejahatan dengan kekerasan di atas kendaraan. Di samping untuk kelancaran tugas tersebut, diminta agar masyarakat terutama para korban agar mau melapor ke kantor polisi.

Keamanan saat ini

Aksi serupa semoga sudah tidak terjadi lagi saat ini. Dalam perkembangannya hingga kini tahun 2017, Kepolisian RI sudah melakukan banyak kemajuan dan tindakan-tindakan yang lebih riil sehingga masyarakat yang hidup saat ini relatif merasa lebih aman. Para pedagang pun bisa melakukan aktivitas distribusinya dengan relatif aman.***
 

Baca Juga

Ini Kunci Sukses Pilkada

BANDUNG, (PR).- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengingatkan kepada seluruh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah bahwa kunci sukses penyelenggaraan Pilkada adalah meningkatnya angka partisipasi pemilih.

Pria Asal Depok Terciduk Tanam Puluhan Ganja di Pot

SUBANG, (PR).- Satuan Narkoba Polres Subang meringkus dua pengedar sabu yang sudah lama jadi target operasi. Penangkapan dilakukan di dua tempat berbeda, berikut barang buktinya.