Nyasar ke Hutan, Pencuri Rp 170 Juta dari Mobil Pejabat Akhirnya Tertangkap

Terciduk/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Kawasan wisata hutan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Selasa 10 Oktober 2017 diramaikan aksi dramatis puluhan polisi dan warga yang memburu pencuri. Pemburuan pelaku ke dalam rimba di lereng gunung tersebut, berlangsung hanya beberapa saat setelah pencurian dengan kekerasan (curat) terjadi.

Pencurian gepokan uang sekantung plastik senilai Rp 170 juta terjadi pada mobil milik Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.

Upaya petugas kepolisian dibantu masyarakat mengejar pencuri hingga memagar betis disertai menyisir belantara hutan di kaki gunung itu pun, tak sia-sia. Dalam kurun waktu tak lebih dari dua jam, dua pelaku aksi curat terhadap mobil pejabat tersebut berhasil diringkus petugas. Selain itu, uang curian pun berhasil diselamatkan petugas.

Kronologis pencurian

Rangkaian kronologis peristiwa yang menghebohkan warga itu bermula dari aksi curat di depan Bank BCA Kuningan, sekitar pukul 10.30. Siang itu, mobil Honda Jazz Nomor Polisi E 421 YF milik Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan Arif Yudianto ditinggal parkir di pinggir Jalan Siliwangi, depan BCA Kuningan. Kaca mobil lalu pecahkan oleh pelaku curat bersepeda motor. Dari mobil tersebut dua pencuri membawa kabur uang Rp 170 juta yang ditaruh Arif di bawah jok kiri depan.

“Tadi pagi saya menarik uang dengan cek sekitar Rp 200 juta dari Bank Jabar Banten Cabang Kuningan. Sekitar pukul 10.15 saya keluar dari BJB menuju kantor dinas. Karena ada sedikit keperluan saya disertai Pak Anadik (stafnya) mapir dulu ke Bank BCA. Mobil saya diparkir dalam keadaan terkunci di pinggir jalan depan BCA,” kata Arif.

Dia menyebutkan, uang yang dibawa kabur pelaku curat sebesar Rp 170 juta itu, merupakan bagian dari yang Rp 200 juta tersebut. Semuanya merupakan uang negara. Diambil untuk kepentingan anggaran di lingkup Disdikbud Kuningan. “Di antaranya untuk pembayaran honor guru non Pegawai Negeri Sipil sekitar Rp 144 juta," kata dia.

Setelah berhasil menyabet bungkusan uang dari mobil itu, dua pelaku berboncengan dengan sepeda motor Suzuki Satria  FU Nomor Polisi B 6084 FIB. Mereka lalu kabur ke arah selatan. Namun sial, aksi kedua pencuri ketika itu sempat terlihat beberapa orang di sekitar BCA. Ketika itu pula pelariannya langsung diketahui serta dikejar sejumlah anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan.

Sialnya lagi, kedua pelaku diduga tidak menguasai peta jalan di wilayah Kuningan. Ketika dikejar petugas mereka malah melarikan diri dengan sepeda motornya memasuki jalan kecil yang berujung di Bumi Perkemahan Ipukan, kawasan lereng Gunung Ciremai. Ketika berusaha balik arah, para petugas yang mengejarnya sudah mengadang.

Identitas pencuri

Kepala Kepolisian Resor Kuningan Yuldi Yusman didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Syahroni, menyebutkan ketika itu pula pelaku yang membawa bungkusan uang langsung disergap petugas. Sementara satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Dia menuruni lembah dan masuk ke kawasan rimba di antara Buper Ipukan dan Lembah Cilengkrang.

Kasat Reskrim Polres Kuningan Syahroni menyebutkan, pelaku yang pertama kali  tertangkap diketahui berinisial RM (35) warga Jakarta mengaku asal Bengkulu. Pelaku yang kemudian tertangkap di Lembah Cilengkrang diketahui berisial RA (35) warga Kota Cimahi mengaku asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan.***

Baca Juga

41 Desa Belum Terjangkau Sinyal Ponsel

KUNINGAN, (PR).- Sebanyak 41 desa di antara 361 desa dan 15 kelurahan di Kabupaten Kuningan hingga saat ini belum terjangkau sinyal operator telepon seluler.

Kemenpar Dorong Masyarakat Kuningan Sadar Wisata

KUNINGAN, (PR).- Kementerian Pariwisata RI mengajak kepada para pihak terkait dan seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Kuningan aktif membangun dan meningkatkan daya tarik berbagai objek dan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kunin

9 Kecamatan di Kabupaten Kuningan Rawan Bencana Longsor

KUNINGAN, (PR).- Memasuki musim hujan ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan mulai memfokuskan kembali perhatian terhadap sembilan wilayah kecamatan rentan terkena bencana longsor.