Terbakar Cemburu, Suami Biduan Bunuh Pemain Organ Tunggal

Ilustrasi/MEYTA DEANTY

CIKARANG, (PR).- Api cemburu telah membutakan Jj (35). Ia tega membunuh Syamsudin (33) karenanya. Polisi tak tinggal diam dengan tindakan keji itu. Jj ditangkap beberapa jam di pinggir jalan sekitar Bekasi Selatan, Kota Bekasi, beberapa jam setelah kejadian.

“Usai kejadian, Jj melarikan diri ke Kota Bekasi dengan maksud menenangkan diri karena emosi. Penangkapan dilakukan atas dasar hasil penyelidikan," kata Kapolsek Tambun, Bobby Kusumawardhana, Rabu 4 Oktober 2017.

Pembunuhan terjadi di Desa Sumber Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Selasa 3 Oktober 2017 sekitar pukul 2 siang. Kejadian bermula saat korban tengah berjalan bersama dengan Mia, yang tidak lain istri Jj.

Syamsudin merupakan pemain organ sekaligus pemilik grup musik yang kerap tampil di berbagai pesta pernikahan. Sedangkan Mia, merupakan penyanyi organ tunggal milik Syamsudin. Mia dan Syamsudin dikenal dekat hingga membuat Jj kerap cemburu. Apalagi hubungan Jj dengan Mia kerap tidak akur.

Kehabisan darah

Saat kejadian, Jj memergoki Syamsudin tengah berjalan dengan istrinya. Seketika Jj terpancing emosi dan langsung menyerang Syamsudin. Jj yang saat itu membawa senjata tajam langsung menusukkannya ke bagian tangan dan perut Syamsudin.

Syamsudin lalu berlari menyelamatkan diri ke salah satu rumah warga dan bersembunyi di kamar mandi. Sempat dikejar oleh Jj, namun warga berusaha menahan. Jj kemudian melarikan diri. Sedangkan Syamsudin yang menderita luka serius akhirnya tewas akibat banyak kehilangan darah.

Berdasarkan pemeriksaan, Bobby membenarkan Jj nekat membunuh karena terbakar api cemburu. Tersangka menuding, Syamsudin menjadi biang keladi keretakan rumah tangganya dengan Mia. "Sebabnya karena istri Jj dengan korban memang memiliki kedekatan. Namun, sejauh ini hanya sebatas rekan kerja di sebuah organ tunggal musik," kata Bobby.

Pembunuhan berencana

Saat ditangkap, polisi menyita pisau yang diduga digunakan Jj untuk membunuh korban. Bobby mengatakan, kasus pembunuhan ini dapat ditingkatkan menjadi pembunuhan berencana akibat kepemilikan senjata tajam itu.

"Sejauh ini baru kami jerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dulu, tapi tidak menutup kemungkinan akan dijerat Pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Mengingat tersangka telah menyiapkan sebilah pisau. Hingga kini penyidikan terus dilakukan," ujar Bobby.***

Baca Juga

Hendak Tawuran, Sebelas Bocah Ditangkap

CIKARANG, (PR).- Sebanyak 11 orang digelandang aparat Kepolisian Sektor Tambun, Kabupaten Bekasi, Jumat 5 Januari 2018 dini hari.

Angka Kejahatan Turun 70 Persen

CIKARANG, (PR).- Angka kejahatan di Kabupaten Bekasi menurun hingga 70 persen. Dari 996 kasus pada 2016 menjadi hanya 365 kasus pada 2017.